7-cara-hemat-liburan-ke-jepang

Traveling ke Jepang mahal? Itu dulu, mungkin jauh sebelum zaman internet menguasai peradaban manusia Indonesia. Sekarang dengan menggunakan sumber daya informasi yang tersebar luas di dunia maya, kita bisa merencanakan sendiri liburan ke Jepang dari A sampai Z. Bahkan dengan biaya yang lebih murah jika dibandingkan mengikuti paket tour yang disediakan oleh beberapa agen perjalanan.

Itu semua tergantung dari bagaimana gaya traveling kita. Mau low budget alias gembel yang penting bisa pergi ke Jepang, atau dengan gaya yang lebih manusiawi seperti orang piknik pada umumnya. Sesuaikan saja dengan kemampuan kantong, semua pilihan tidak ada salahnya.

Pastinya sekarang saya akan membahas cara bagaimana dapat menghemat biaya untuk traveling ke Jepang, dan tetap menyenangkan. Cekidot.

Hunting Tiket Murah

Thank’s God, akan adanya Low Cost Carrier

lcc-airasia
Low Cost Carrier

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat tiket murah. Khususnya sekarang ini banyak LCC (Low Cost Carrier) yang menawarkan tiket PP Jakarta-Jepang dengan rentang harga antara 2,5 – 3 Juta. Tentunya diluar fasilitas makan dan bagasi ya, yang artinya kamu hanya dapat bagasi kabin yang sangat terbatas. Biasanya maskapai bertarif rendah hanya memperbolehkan 1 tas besar (keril/koper) dan satu tas tangan kecil untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Ukuran beratnya pun sudah ditentukan. Gabungan keduanya tidak boleh lebih dari 7 kilogram dengan dimensi lebar, tinggi sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

Jadi siap-siap aja menahan lapar selama kurang lebih 6 jam perjalanan, ditambah sistem curingkek (cuci kering pakek) sewaktu hidup di Jepang! Hahaha.

Langganan semua newsletter maskapai penerbangan. Gratis kok!

Subscribe semua newsletter dari maskapai penerbangan. Khususnya yang banyak melayani rute penerbangan ke Jepang. Jangan lupa aktifkan email notifikasinya, biar kalau ada pengumuman promo kamu tidak ketinggalan dengan pemburu tiket yang lain. Biasanya promo diluncurkan lewat tengah malam teng, jadi buang kebiasan bangun kesiangan. Biar rejeki ga dipatok traveler lain.

Hindari traveling pada High Season, Peak Season, Holiday Season

Karena high season adalah waktu dimana banyak orang pada mau liburan bareng ke Jepang. Puncak musim ramai di Jepang berada diantara bulan Maret-April (Spring), di saat sakura mekar. Juga pada bulan Oktober-November (Autumn), disaat daun momiji berganti warna. Otomatis waktu-waktu tersebut menjadi magnet yang luar biasa untuk wisata ke Jepang.

Musim dingin adalah pilihan yang cocok, karena biaya perjalanan akan lebih murah dan juga bisa melihat salju. Suatu yang menarik khususnya bagi manusia tropis seperti kita ini.

Mempelajari musim juga berpengaruh pada cara berbusana nantinya. Jangan sampai salah kostum ya.

Bandingkan Harga Tiket Pesawat via OTA (Online Travel Agent)

Skyscanner dan Traveloka menjadi apps andalan untuk memesan tiket. Fiturnya sangat lengkap untuk keperluan berburu tiket. Coba kita bandingkan tiket pesawat untuk High Season dan Low Season.

skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat High Season
skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat Low Season

Andalan untuk dapat tiket murah saya tetap masih di AirAsia, murahnya nggak nahan. Terakhir saya dapat tiket PP ke Osaka seharga Rp.2.400.000 (sejauh ini belum tertandingi sih). Terkadang maskapai premium Jepang seperti JAL (Japan Airlines) dan ANA (All Nippon Airways) juga suka kasih promo PP Jakarta-Jepang seharga 5-6 Juta, lebih murah daripada harga non-promo yang bisa 2 kali lipat. Tapi ya kalau soal fasilitas jelas beda jauh dengan LCC, beli tiket yang paling murah lagi. Maskapai full service lebih memanusiakan manusia, kamu ga akan kelaparan di dalam pesawat. Juga bisa membawa barang lebih banyak daripada LCC.

Untuk maskapai lokal juga tidak kalah bersaing. Ada Garuda Indonesia yang siap membawamu terbang ke negara asal Doraemon tersebut. Main-main ke Garuda Online Travel Fair yang biasanya rutin diadakan di setelah awal dan menjelang akhir tahun. Banyak promo yang bisa didapatkan. Tapi biasanya kebanyakan promo tersebut menggunakan kartu kredit.

Main ke Jepang itu bikin nagih. Ga kapok deh, paling tidak itu yang saya rasakan. Next time saya ingin balik lagi kesana, tentunya dengan maskapai penerbangan yang full service dong. Untuk merasakan bagaimana sih bedanya. Doain ya kawan-kawan semoga cepat tercapai.

Jadi inti dari semua ini adalah rajin menabung. Karena jika suatu saat ada promo yang menggiurkan, kita sudah siap selangkah di depan dengan tabungan kita. Karena tiket pesawat pada umumnya adalah setengah dari modal perjalanan ke Jepang.

Semua merek saya sebut ya, biar adil 🙂

Hunting Penginapan Murah

Hostel dengan konsep asrama
Hostel dengan konsep asrama. Photo : Hostelworld

Lupakan keinginan untuk menginap di hotel dengan kamar dan kasur pribadi, mahal. Lebih baik mencari penginapan dengan konsep hostel atau guesthouse. Terlebih lagi yang menawarkan konsep dormitory, asrama, atau kapsul. Toh kita juga ga mau staycation kan di Jepang. Keperluan menyewa penginapan hanya untuk menaruh barang, mandi ,tidur malam, dan sebagai bukti kepada pihak Imigrasi Jepang kalau kita tidak akan menjadi gelandangan.

Lho, kok bisa jadi bukti segala? Coba baca pengalaman saya yang ini deh, Jadi Bisa Eksplor Sepuasnya

Selain murah hostel dengan konsep guest house menurut saya asik banget. Apalagi untuk yang sedang menjalani ritual Solo Traveling. Kenapa? Karena di hostel umumnya disediakan ruang tengah bersama. Jadi kita dituntut untuk berinteraksi dengan sesama traveler, bahkan yang dari berbagai penjuru dunia lain. Keren kan? Kita bisa saling mengenal budaya masing-masing dan bertukar pengalaman. Pada bagian inilah jerih payah dana dan usaha saya untuk bisa solo traveling ke Jepang terbayar impas. Worth it banget deh!

Seperti cerita saya yang lain disini, Masih Ragu Solo Traveling Keluar Negeri? Ini Tipsnya.

Langkah saya memilih guesthouse yang asik dan tepat waktu itu adalah dengan menggunakan Traveloka. Kita bisa cari tempat populer berdasarkan lokasi yang dekat dengan wisata. Memang sih harganya lebih mahal dibanding dengan guesthouse yang berlokasi agak pinggir. Tapi nilai plusnya adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk transport menuju lokasi wisata. Toh selisih harganya juga tidak lebih dari Rp. 50.000,-.

Ketika di Osaka saya menginap semalam di Wasabi Hostel yang terletak di daerah wisata malam Dotombori dan Shinsaibashi, seharga Rp. 162.000/malam. Saat di Kyoto menginap 2 malam di Santiago Guesthouse di daerah Gojozaka, seharga  Rp. 150.000/malam. Lokasinya 10 menit jalan kaki menuju Kiyomizu-dera. Di Tokyo menginap 3 malam di Sakura Hostel yang sangat dekat dengan komplek wisata Asakusa. Seharga Rp. 230.000/malam.

Dari rincian harga diatas terlihat bahwa Tokyo adalah yang paling mahal. Memang sih, karena include sarapan roti, sup wortel, dan kopi yang bisa nambah berkali-kali. Disarankan juga memilih penginapan yang review bintangnya banyak, juga preview imagenya cozy.

Couchsurfing untuk menginap gratisan
Couchsurfing untuk menginap gratisan. Photo : Nomadicmatt

Oh ya, alternatif yang lain adalah dengan Couchsurfing. Sejauh ini saya belum pernah mencoba sih, karena belum ada yang mau nampung. Agak ngeri juga kalo nerima orang baru bermalam tapi ratingnya belum ada. Hi… takut dirampok. Nah itu perlunya kita berkenalan dengan orang baru. Kalau sudah enak ngobrol bahkan sampai tukeran kontak. Tidak menutup kemungkinan dia bisa menjadi host ketika siapa tahu, someday kita main ke negaranya. Jangan lupa bawa buah tangan ya, karena sudah dikasih tumpangan gratis.

Penjelasan di atas untuk yang pergi dengan metode solo traveling ya. Kalau backpackeran ramai-ramai sewa apartemen atau kondominium bisa lebih murah. Tapi saya belum pernah nyobain sih. Maybe next time bareng kamu, doain lagi ya 🙂

Urusan Makan? Konbini Aja

Konbini yang menjamur di Jepang.
Konbini yang menjamur di Jepang. Photo : DailyJapan

Yak benar, konbini atau convenience store adalah teman terbaik saat lapar di Jepang. Tenang, ada puluhan ribu konbini yang tersebar luas seantero Jepang. Mulai dari 7 Eleven (yang sudah bangkrut di Jakarta), Lawson, dan Family mart buka selama 24 jam.

Urusan makan saya batasi sekitar 1000 Yen dalam satu hari. Dengan rincian, sarapan gratis di hotel. 250-400 Yen untuk beli paket bentou di konbini atau restoran cepat saji semacam Mc Donald atau Burger King. Baru malamnya kita hunting makanan lokal seperti ramen, udon, takoyaki, okonomiyaki dan lain-lain. Kecuali kalo ada jajanan yang unik sih saya nyerah. Seperti daging sapi panggang seharga 500 Yen di streetfood Fushimi Inari atau 400 Yen untuk sebuah Matcha Ice Cream.

matcha-ice-cream
Kore hitotsu (ini satu), sambil jari telunjuk mengarah ke sepucuk es krim matcha yang menggoda.

Alternatif lain juga bisa mampir ke Yoshinoya untuk makan siang seharga 600 Yen. Itu kalo laper banget ya, karena porsinya lumayan banyak. Untuk minum tetep isi botol minum mu dengan air di hostel. Beberapa hostel menyediakan sebuah dispenser canggih yang bisa mengeluarkan ocha, lemon water, sports water dan mineral water dalam satu mesin. Bisa menang banyak kan.

konbini-lawson
Lawson 100

Kalau mau ngemil bisa mampir ke Lawson 100. Pinter-pinter milih deh, kadang ada juga sekotak susu atau jus ukuran 1 liter hanya seharga 100 Yen. Lumayan bisa menjaga stamina dan kesehatan dengan asupan vitamin. Kalo ga habis, titipin saja di lemari es hostel. Bisa buat besoknya. Kesehatanmu lho yang terpenting.

Karena dana terbatas, coba deh disiasati seperti itu. Jangan sampai tidak mencoba makanan khas Jepang di negara asalnya ya, rugi.

Shinkansen? Coba naik bus malam

bullet-train
Bullet Train.

Shinkansen bisa menjadi pilihan populer ketika kota tujuanmu di Jepang berjarak sangat jauh. Tetapi mahalnya harga Shinkansen sekali jalan bisa membuat berfikir 2 kali. Karena tarif sekali jalan kereta peluru dari Osaka ke Kyoto sekitar 14,450 Yen (IDR 1.782.000). Bisa juga menggunakan JR Pass yang memberikan full akses ke semua layanan kereta di bawah perusahaan JR (Japan Railway), termasuk shinkansen selama 7 hari. Harganya sekitar 29,100 Yen (IDR 3.588.000), tapi coba cek lagi deh itinerary kamu. Apa perlu? Jangan sampai tidak balik modal JR Pass-nya.

jr-pass-price
Perbandingan harga JR Pass

Alternatif lain bisa menggunakan pesawat terbang. Harganya lebih bisa lebih murah, bisa sekitar 4,900 Yen untuk perjalanan dari Osaka ke Tokyo mengguanakn maskapai Peach Airways. Tapi kalkulasi juga biaya dari pusat kota ke bandara, ditambah spare waktu luang untuk check-in, boarding dan lainnya.

Saran saya coba menggunakan bus malam untuk perjalanan antar kota. Keunggulannya adalah yang pasti lebih murah, dan bisa memangkas biaya penginapanmu selama satu malam. Salah satu operator yang terkenal adalah Willer Express. Tarif dan rute bisa di cek di websitenya. Booking dan pembayaran bisa menggunakan kartu kredit, atau melalui konbini yang menyediakan mesin pembayar.

Willer Expres Bus
Warnanya itu lho.

Untuk harga bus malam Willer Express trayek Osaka-Tokyo-Osaka saya mendapatkan harga 9,100 Yen (IDR 1.122.000). Cukup murah kan apabila dibandingkan tarif Shinkansen? Bonus tempat tidur gratis lagi.

Harga bus malam diatas adalah harga termurah yang bisa saya dapatkan. Tapi walaupun murah, tetep bisa tidur nyaman kok. Adalagi sih yang fasilitas tidurnya lebih nyaman. Tapi pasti harganya lebih mahal.

Jelajahi Kota dengan Travel Pass

amazing-pass
Osaka Amazing Pass 1 Day

Kalau mau tahu, banyak banget travel pass yang disediakan untuk mengeksplorasi berbagai kawasan di Jepang. Tinggal pilih saja kawasan yang ingin kamu jelajahi. Ibaratnya kalau beli travel pass ini seperti mengikuti tur harian tapi mandiri. Harga akan jauh lebih murah jika dibandingkan membeli tiket (baik transportasi ataupun atraksi) secara eceran. Tapi kekurangannya adalah bahwa tujuan yang akan kita tuju ya sesuai dengan paketan travel pass tersebut.

Setiap kawasan punya pilihan travel pass masing-masing. Seperti Kansai Pass, Kansai Wide Area Pas, Osaka Kyoto Nara Pass, Tokyo Hakone Pass, Kawaguchi-ko Pass, dan masih banyak lagi.

Ketika menjelajah Osaka saya menggunakan Osaka Amazing Pass untuk 1 Day. Terbukti sangat menghemat biaya sampai 50%. Untuk di Kyoto saya menggunakan Kyoto Bus Pass, yang bisa membuat saya naik bus di Kyoto sepuasnya selama 24 jam hanya dengan harga 500 Yen (IDR 61.000).

Beli Suvenir Borongan di Daiso

Daiso serba 100 Yen.
Daiso serba 100 Yen. Photo : Japan Travel

Sudah pasti ketika kita sedang berada Jepang, banyak teman-teman yang nitip oleh-oleh. Baik yang nitip sekalian kasih duit, maupun nitip yang sekadar hanya nitip tanpa memberi uang. Memang budaya memberi oleh-oleh itu positif kok, tidak ada salahnya kamu melakukan itu. Asal, sesuai dengan kemampuan finansial saja ya.

Tumbler Starbuck menjadi barang titipan wajib ketika di Jepang. Kemudian disusul komik, suvenir Totoro, tenugui dan masih banyak lagi. Itu list titipan oleh-oleh yang saya punya. Untungya yang nitip barang-barang tersebut punya kesadaran untuk mentrasfer uang seharga barang tersebut. Namun bagaimana yang minta oleh-oleh seikhlasnya? Masak tega ga dikasih? Hehe..

Solusinya bisa pergi ke toko serba 100 Yen, kalau disini yang terkenal namanya Daiso. Walaupun namanya toko serba 100 Yen, tapi disana tidak pure semua barang dihargai 100 Yen. Pokoknya yang tidak ada harganya itu 100 Yen. Sedangkan yang ada label, harganya ya sesuai dengan yang tertera di label. Sebatas gantungan kunci, alat tulis, hiasan meja, sampai Tenugui bisa dibeli untuk dijadikan suvenir.

Lokasi penyebaran Daiso ada disini.

Gimana kalau mau internetan?

Selain makan, transportasi, dan penginapan, internet adalah kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Internet tak kalah penting, baik itu untuk mencari informasi, akses peta digital, atau sekedar menunjukan eksistensi diri di dunia sosial. Ada beberapa siasat untuk mengatasi urusan internet di Jepang, antara lain.

Menggunakan Fasilitas WiFi Gratisan

Japan Free Wifi
WiFi gratisan se-Jepang. Photo : JNTO

Setiap kota besar di Jepang umumnya memiliki jaringan wifi gratis yang tersebar seantero penjuru wilayah. Spot wifi gratis banyak ditemukan di fasilitas umum seperti halte, stasiun, papan informasi, hostel bahkan konbini. Untuk menggunakannya cukup login dengan mencantumkan email atau akun sosial media seperti Facebook dan Twitter.

Namun akses wifi gratis terbatas maksimal 30 menit, dan diharuskan log in lagi untuk melanjutkannya jika koneksi terputus. Biar simpel, bisa pakai mobile apps ini.

Pocket WiFi

Pocket WiFI
Pocket WiFI

Penggunaan pocket wifi tidak kalah populer untuk wisatawan yang pergi ke Jepang. Terlebih lagi jika perginya satu rombongan sekitar 5-10 orang. Karena harga sewa pocket wifi bisa dibagi rata antar pemakain. Tentu ini sangat ngirit pengeluaran. Rata-rata sewa pocket wifi sehari 1,000 Yen, dengan jaringan 4G dan kuota yang unlimited.

Cara sewa pocket wifi pun beragam. Bisa dengan model dipesan dari Indonesia trus diambil di bandara Jepang. Bisa dibawa  dan dikembalikan langsung dari Indonesia. Atau pengambilan langsung di bandara dan pengembaliannya dimasukkan kedalam kotak pos. Informasi terkait bisa didapatkan lewat mesin pencari Google, akan muncul banyak penyedia.

SIM Card Sekali Pakai

Tersedia juga SIM card yang sudah berisi kuota internet dalam jangka waktu tertentu. Harga, kuota, dan masa aktifnya pun beragam. Bisa didapatkan ketika mendarat di bandara, atau memesan dan membeli langsung ketika masih berada di Indonesia.

Paket roaming dengan SIM card Indonesia

Sekarang banyak operator seluler Indonesia yang menyediakan paket roaming dengan harga lumayan terjangkau. Keunggulan menggunakan paket roaming adalah tidak pelu ganti nomor, atau ribet ngurusin penyewaan pocket wifi. Tinggal aktifkan paket roaming, lalu pilih operator mitra jaringan yang ada di Jepang (NTT Docomo / Softbank), langsung bisa connect deh.

Itu tadi siasat untuk menekan biaya selama liburan ke Jepang untuk yang menganut asas backpacker super ngirit. Tetap bisa have fun tanpa takut dompet terkuras.

0 Comments
Share
masih-ragu-solo-traveling-ke-luar-negeri-simak-tipsnya

Dibanding menggunakan jasa agen perjalanan, solo traveling lebih menawarkan tantangan tersendiri. Terlebih bagi yang berjiwa independen dan advonturir. Pasti lebih condong ke solo traveling karena bisa bebas mengatur perjalanannya sendiri. Nyatanya memang banyak orang yang lebih nyaman untuk traveling sendirian. Karena bisa lebih menikmati dan memaknai perjalanannya dibanding ketika traveling beramai-ramai.

Tapi bukan berarti solo traveling itu asal pergi kesana kemari tanpa tujuan yang jelas ya. Kecuali seorang expert traveler yang memang sengaja menyesatkan diri. Tetap saja banyak hal yang harus dipersiapkan untuk efektifitas dan kelancaran perjalanan. Apalagi untuk yang sedang berencana solo traveling sampai keluar negeri. Rasanya sayang aja jika sumber dana yang ada tidak bisa termanfaatkan dengan efektif.

Semua sesuatu yang hebat pasti berawal dari niat, lalu ditanamkan dalam mimpi, serta diiringi usaha maksimal untuk mewujudkannya. Bagi saya yang pas-pasan ini, pergi keluar negeri dengan biaya sendiri merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Bahkan kalo perlu ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah hidup. Tapi mungkin itu tidak terlalu berarti bagi orang lain yang sudah tajir dan kece dari lahir. Tetapi jangan pedulikan itu, tetap fokus pada keinginanmu.

Beberapa hal dibawah ini bisa dijadikan sebagai pendorong bagi yang masih ragu-ragu untuk bersolo karir, eh solo traveling.

Tentukan Target Tujuan.

Jangan ragu untuk menentukan target. Sumber : Pixabay
Jangan ragu untuk menentukan target.

Pasti diantara kamu ada yang ingin berfoto dengan latar tower sutet tertinggi di dunia. Menyaksikan tumpukan ribuan batu kuno yang disusun menjadi segitiga sangat besar. Atau hanya sekadar ingin merasakan hujan salju dan berseminya bunga sakura. Bebas, tulis saja keinginan pribadimu di dalam hati. Kalo inginnya banyak, ya catat aja semua. Toh, ngimpi itu gratis.

Ada beberapa cara agar mimpi kita tidak kunjung padam. Pasang saja wallpaper di laptop atau ponselmu dengan tempat tujuan yang kamu inginkan. Bisa juga pasang sticky notes yang banyak di dinding kamar, meja kerja, bahkan di kaca rias yang setiap hari bakal terlihat. Rajin membaca artikel dan blog travel juga bisa memotivasi untuk mencapai itu semua lho.

Pelajari Semua Hal yang Berhubungan Dengan Tujuan.

Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.
Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.

Belajar itu tidak pernah ada salahnya, asal belajar untuk sesuatu yang baik-baik ya. Pasti tempat tujuan kita nanti memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan tempat yang kita tinggali sekarang. Ya kalau masih di Indonesia masih sama lah, paling beda dikit banget. Kalo sudah beda negara, baru deh ini yang menjadi PR.

Lalu apa yang harus dipelajari?

  • Bahasa

Bukan, bukan harus belajar bahasa Prancis kalo mau ke Paris, atau bahasa Arab jika hendak pergi ke Mesir. Yang dimaksud adalah bahasa internasional atau bahasa Inggris. Nggak perlu jago-jago amat lah, asal cukup bisa membuat mengerti apa yang hendak kita sampaikan ke orang lain. Pada dapet pelajaran bahasa Inggris kan sewaktu di sekolah? Nah daripada ga kepake, rugi kan. Ayo coba kita praktekkan, jangan takut. F! with grammar.

Namun tidak ada salahnya juga mempelajari bahasa daerah setempat yang umum. Seperti bagaimana caranya bertanya, minta bantuan, atau berterima kasih. Pasti warga lokal tidak akan sungkan menolong ketika butuh bantuan. Maturnuwun.

  • Transportasi

Namanya sih emang jalan-jalan, tapi bukan berarti kemana-mana mau jalan kaki terus kan? Kecuali situ musafir yang setia mengembara dengan onta sampai kemana mana.

Tiap hari sebagai warga kota besar pasti dimanjakan dengan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Tapi motor dan mobil kita sayangnya nggak bisa dibawa selama traveling. Mau tidak mau harus pakai transportasi umum dong. Nah, sistem transportasi di tiap negara berbeda-beda. Seperti di Jepang ada Shinkansen ada Eropa ada Eurotrain. Lebih baik luangkan waktu untuk mempelajari itu secara perlahan dan komplit.

  • Cuaca dan musim

Bukan hanya mempengaruhi busana apa yang akan dikenakan, tapi juga destinasi dan kegiatan apa saya yang cocok untuk dilakukan pada saat mengunjungi negara tersebut.

Misalnya kalau lagi musim panas ya banyak main ke pantai di daerah A. Kalau lagi musim dingin banyak main salju ke daerah B, dan lain sebagainya.

  • Biaya hidup

Mungkin harga nasi uduk pecel lele disana lebih mahal daripada di Indonesia. Biaya sewa losmen melati semalam juga lebih mahal. Naik angkot disana lebih mahal juga sih. Yaudah, batalin aja deh rencana solo traveling ke luar negeri. Bikin bangkrut aja, pfftt %#^Q^&!

Maksudnya adalah agar kita bisa tau berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengunjungi misalnya, negara A selama 7 hari. Jadi bisa buat patokan buat nabung deh. Tapi jangan dipepet-pepet banget ya nabungnya, kasih dana cadangan 10-15%. Toh kalo memang beneran lebih bisa disumbangin ke anak yatim. Biar bisa sering-sering ke luar negeri. Amin.

  • Budaya

Beda negara, pasti beda kebiasaan. Mulai dari naik eskalator harus berdiri di sebelah kiri atau kalau mau nyebrang juga harus lewat zebra cross. Sampai-sampai jika hendak berkunjung ke bangunan yang identik dengan keagamaan harus berpakaian sopan dan menutup aurat.

Sebagai traveler yang cukup sopan, sebaiknya kita memperkecil peluang akan membuat kekacauan disana. Untung jika hanya menanggung malu, bagaimana kalau sampai ditahan polisi? Bisa-bisa paspor kamu dicabut, kamu sendiri yang rugi kan. Be a respectful traveler, weeeyjan.

Susun Rincian Rencana Perjalananan.

Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
  • Tentukan kapan mau berangkat, trus kapan pulangnya.
  • Terbang dari kota mana? Mendarat di kota mana?
  • Di kota A berapa hari, di kota B berapa hari, di kota C berapa hari.
  • Hari pertama di kota A mau ngapain, pindah dari kota A ke kota B mau hari apa?
  • Di kota C mau pergi kemana saja? Siangnya mau makan apa, diamana? Malamnya mau makan apa?
  • Dan masih banyak lagi.

Coba deh jawab pertanyaan diatas. Bingung kan? Sama… Lebih bagus kalo susunan rencana perjalananmu dibuat dalam format tabel. Seperti tugas sekolah dulu, membuat kegiatan sehari-hari selama seminggu. Inget gak? Kalo nggak ingat berarti kita beda generasi!

Kalo bingung nih saya kasih contoh rencana perjalanan. Tapi buat sendiri lho, jangan diterapkan persis.

Kalkulasi Semua Perkiraan Biaya.

Tung itang itung biar nggak buntung.
Tung itang itung biar nggak buntung.

Kecuali kamu punya kartu kredit dengan limit yang tidak terhingga, syukur-syukur tidak perlu dibayar tuh kartu kredit. Tapi kayaknya mustahil deh, hehe.

Hitung semua keperluan untuk biaya tiket pesawat, tempat menginap, transportasi dalam dan antar kota, tiket masuk ke tempat wisata, makan, minum, toilet umum, pijit capek dan lain-lain. Hitung semua jangan ada yang kelewat. Tambahkan juga biaya tak terduga sebesar 15-20% untuk berjaga-jaga, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi diluar sana. Dari situ kamu bisa memperkirakan target untuk menabung. Mau perbulan atau perhari, atur saja sesuai kemampuan. Yang penting konsisten.

Persiapkan Semua Dokumen Perjalanan.

Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.
Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.

Cek masa berlaku paspor, jangan kurang dari 6 bulan ketika kamu hendak berangkat. Segera urus kalo belum punya paspor, sebab naik pesawat internasional KTP nggak ditanya. Visa juga jangan lupa, pastikan kamu mendapat izin untuk masuk ke negara tujuanmu.

Selain itu siapkan digital copy dari semua kartu identitas. Simpan di cloud storage, siapa tahu diperlukan nanti. Termasuk juga siapkan print out dari rencana perjalanan yang sudah kamu siapkan, tiket pesawat PP (artinya pulang pergi ya, bukan pergi nggak pulang pulang), dan voucher hotel yang sudah kamu pesan.

Booking Semua Keperluan Transportasi & Akomodasi.

Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.
Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.

Sekarang udah ga jaman cari tiket dan akomodasi dengan cara tradisional. Seperti datang langsung ke counter tiket, atau masuk satu per satu hotel untuk menanyakan rate permalam. Percayalah, cara tersebut sudah tidak efektif. Kecuali kalau memang destinasi tujuanmu masih jauh dari jangkauan peradaban internet.

Booking apa yang bisa kamu booking jauh-jauh hari sebelumnya. Caranya bebas, mau lewat OnTA (Online Travel Agent) atau direct booking dari website si penyedia layanan. Jadi ketika kamu sampai di negara tujuanmu, langsung bisa haha-hihi tanpa ribet mikir yang lain. Ohya, menurut pengalaman saya nih ya. Booking hotel via OnTA harganya bisa lebih murah dibanding go show langsung ke hotelnya.

Persiapkan Uang Dalam Bentuk Tunai dan Deposit.

Jangan salah tukar mata uang asing lho.
Jangan salah tukar mata uang asing lho. Cek selalu nilai tukarnya.

Banyak orang selalu larut dalam perdebatan ini. Cash, kredit, atau debit ya? Menurut saya semuanya penting. Tinggal atur saja prosentase mana yang lebih banyak. Disarankan sih sudah tukar mata uang asing dari Indonesia. Jangan bawa Rupiah kalo bisa, kecil dapatnya kalo ditukar di money changer luar.

Contoh nih ya, tahun lalu saya berkesempatan pergi ke Singapura, Malaysia, lalu lanjut Jepang. Dengan rincian 2 malam di Singapura, 1 malam di Malaysia (cuma transit), dan 8 hari di Jepang. Ketika di Singapura dan Malaysia saya memang tidak berencana menghabiskan banyak uang, karena tujuan utama saya adalah Jepang.

Oke, berarti uang ditukar ke 3 mata uang berbeda dengan rincian berikut.

50 SGD

100 MYR

3000 JPY

Biaya tak terduga disimpan di 2 ATM (BNI dengan logo Mastercard, dan bank Mega dengan logo Visa), karena tidak punya kartu kredit. Benar saja, 2 kali saya menarik di 2 jenis ATM yang berbeda selama di Jepang. Pertama, kartu berlogo Mastercard lancar digunakan untuk tarik tunai di 7Bank ATM (7Eleven). Sedangkan yang kedua, kartu berlogo VISA bisa untuk tarik tunai di ATM JP Bank (Japan Post). Anehnya, kartu berlogo VISA saya tidak bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM 7Bank. Syukurlah ada cadangan kartu yang lain.

Kemas Barang Bawaan Secara Efektif.

Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.
Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.

Sebelum menentukan apa saja barang yang akan dibawa, sebaiknya baca dulu dengan teliti ketentuan bagasi maskapai kamu. Banyak Low Cost Carrier yang menawarkan harga murah tetapi tidak menyertakan checked baggage. Ini berarti hanya memperbolehkan barang bawaan dibawa ke kabin. Batas ukuran dimensi dan berat cabin baggage sangat terbatas.

Kebanyakan maskapai hanya memperbolehkan 2 jenis barang bawaan (satu tas/koper besar, dan satu tas kecil) untuk ditaruh di kabin. Tentunya kombinasi berat dari keduanya tidak lebih dari 7 atau 10 kilogram, tergantung kebijakan masing-masing maskapai.

Saran saya bawalah barang bawaan seperlunya. Entah itu pakaian, sepatu, obat-obatan, makanan dan perlengkapan lain. Cari aman saja, kalo perlu timbang dulu ketika penerbangan pergi, dan penerbangan pulang. Biasanya penerbangan pulang menjadikan tas kamu lebih berat karena ketambahan oleh-oleh. Jika berencana membawa barang banyak, atau beli oleh-oleh banyak. Sebaiknya sertakan pembelian tambahan untuk bagasi sewaktu booking tiket pesawat. Karena pembelian bagasi sesaat sebelum check-in biayanya bisa jadi sangat mahal.

Seperti kejadian saya ketika mau ikut penerbangan pulang dari bandara Internasional Kansai. Terpaksa saya meninggalkan beberapa potong kaos karena tas keril saya tau-tau menjadi kelebihan beban. Pilihannya waktu itu ada 2, mau dikurangi atau bayar bagasi yang seharga 600 Yen. Setelah dipikir, baju-baju yang saya tinggal di bandara Kansai tidak nyampai 150 Yen.

Penting! Jaga Kesehatan Setibanya di Negara Tujuan.

Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?
Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?

Karena kita mempersiapkan segala sesuatu nya sendiri, pasti akan sangat menguras tenaga. Solo traveling bisa saja membuat kita berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, mengejar transportasi umum, sampai mengantri makanan sendirian. Jika bukan diri sendiri siapa lagi yang mengingatkan akan kepentingan kesehatan. Jangan telat makan, kalau lapar jangan ditahan. Mentang-mentang ngirit.

Tida terlalu ambisius untuk menentukan target yang dituju itu pilihan bijaksana. Kalem saja, kan tujuannya memang buat bersantai. Lebih baik di sela-sela padatnya rencana perjalanan, ada satu atau setengah hari yang memang difungsikan untuk istirahat. Biar kesehatan terjaga sampai akhir perjalanan.

Do The Fun

solo-travel-2
Yang penting jangan lupa bahagia yes!

Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Solo traveling keluar negeri tidak melulu tentang ribetnya menyiapkan segala keperluan sendiri. Ada kepuasan disitu yang bisa kita dapatkan, dan banyak juga pelajaran yang bisa dipetik. Setelah bergulat dengan semua persiapan, tiba saatnya untuk bersenang-senang. Hore!

Jangan lupa bahagia ya, dan sekarang saatnya menciptakan sejarah dalam hidupmu sendiri. Do travel responsibly! Tambahin dong kalo dirasa tips nya kurang nendang. Tulis di kolom komentar yes. Happy solo traveling.

Sumber foto ilustrasi.

0 Comments
Share
traveling-hemat-dengan-osaka-amazing-pass

Masih dalam cerita perjalanan saya sewaktu main ke Jepang, tepatnya di kota Osaka. Untungnya kota teramai kedua di Jepang ini sudah sangat siap untuk menyambut pelancong yang berkunjung, khususnya yang ber-budget tipis seperti saya. Tersedia bermacam travel pass yang dirancang untuk kenyamanan dalam menjelajah kota Osaka. Salah satu yang akan dibahas adalah Osaka Amazing Pass.

osaka-castle-cosplay
Osaka Castle, destinasi wajib sejuta umat first timer Jepang.

Sebagai budget traveler atau kata lainnya adalah irit. Saya selalu mencari cara untuk dapat menang banyak dalam setiap kegiatan perjalanan. Mulai dari merancang rute tujuan yang dikunjungi secara efektif, hingga selektif dalam menentukan mau makan apa ya hari ini. Walaupun yaaa, namanya tempat wisata, selalu ada saja energi yang dapat menarik uang keluar dari kantong dengan mudahnya.

Salah satu yang sempat saya coba adalah Osaka Amazing Pass. Maklum sebagai insan yang kurang piknik, menurut saya kartu ini sangat canggih bin ajaib.

Osaka Amazing Pass
Osaka 1 Day Amazing Pass. Best deal for explore entire Osaka touristic spot in just one single day.

Lho kok bisa canggih bin ajaib, memang apa keistimewaan dari kartu ini?

Jadi gampangnya, Osaka Amazing Pass ini adalah satu kartu yang bisa kamu gunakan untuk naik transportasi umum semacam subway (kereta bawah tanah), new tram, bus yang ada di area Osaka. Sekaligus dapat digunakan sebagai tiket masuk ke 35 fasilitas tertentu yang terdapat pada buku panduan. Fasilitas kece yang dapat kamu kunjungi gratis dengan travel pass ini antara lain, Osaka Castle Main Tower, Floating Garden Observatory, Santa Maria Sailing Ship, Tempozan & HEP Five Feris Wheel, Umeda Sky Building, dan banyak lagi.

feris-wheel-tempozan
Yang masa kecilnya kurang bahagia jangan malu buat naik bianglala ini. Lumayan bisa lihat pemandangan kota dari ketinggian.

Untuk Osaka Amazing Pass ini sebenarnya terbagi menjadi 2 varian, yaitu 1 Day Pass  (2,500 Yen), dan 2 Day Pass (3,300 Yen). Masa aktif travel pass ini cukup unik, dihitung dari waktu pertama kali kamu menggunakannya (untuk naik kereta atau masuk tempat wisata), hingga tengah malam pada hari yang sama atau hari berikutnya untuk yang 2 Day Pass (pukul 23.59 teng!). Setelah itu kayaknya travel pass itu tidak akan berfungsi deh.

Contohnya nih, saya beli yang 1 Day Pass di tanggal 1 Januari 2018 pukul 19.00 tapi kartu itu cuma saya simpan. Keesokan paginya (2 Januari 2018) saya tap in masuk stasiun Namba pada pukul 9.00. Nah, pada saat ini travel pass saya sudah berjalan masa aktifnya, dan akan habis pada nanti tengah malam. Makanya, sebelum semua itu habis tidak bersisa, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Yang pasti Osaka Amazing Pass ini adalah salah satu solusi cerdas dan bijaksana untuk berhaha-hihi di Osaka. Selain ngirit, praktis juga sih. Gak perlu repot antri beli tiket subway, atau tiket masuk ke tempat wisata. Berikut saya buatkan tabel perbandingan budget antara pakai Osaka Amazing Pass dan yang tidak pakai.

Osaka Amazing Pass Comparison
Perbandingan Harga Osaka Amazing Pass 1 Day. Hemat mana hayo?

Untuk membeli Osaka Amazing Pass dan juga travel pass yang lain sangat mudah. Kamu bisa mampir ke Kansai Tourist (ciyeee tourist) Information Center seketika kamu mendarat di Kansai International Airport. Bisa juga kamu beli Tourist Information Osaka/Namba, stasiun Subway/New Tram yang tersebar di kota Osaka. Kalo saya kebetulan belinya di Wasabi Guesthouse tempat saya menginap.

Selain Osaka Amazing Pass, masih banyak lagi varian travel pass yang bisa manfaatkan untuk menjelajah Osaka (atau daerah Kansai). Seperti Kansai Thru Pass, Kyoto-Osaka Sightseeing Pass, dan lain sebagainya. Beda travel pass pasti beda pula fungsinya. Semua disesuaikan dengan bagaimana rencana perjalanan yang kamu inginkan sebelumnya.

Travel pass sudah di tangan, sekarang apa lagi yang dibingungkan? Galau mau main kemana aja? Hehehe, jangan sedih. Setiap pembelian Osaka Amazing Pass akan dibekali buku panduan yang berisi informasi lengkap tentang tempat wisata di Osaka. Termasuk contoh rute yang asik menggunakan travel pass tersebut. Pokoknya jangan malas baca yaaa.

harga-osaka-amazing-pass-2018
Paketan ketika membeli Osaka Amazing Pass. Jauhkan kartu dari magnet | Image : www.osaka-info.jp

Informasi tentang Osaka Amazing Pass klik disini. Bisa juga buat kamu yang hendak menyusun rute jauh-jauh hari sebelumnya.

Jadi? Mau tempat kemana saja ketika kamu di Osaka? Tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

0 Comments
Share