santai-kayak-di-pantai-lombok

Siapa tidak kenal dengan Lombok. Pulau yang berada di sebelah barat provinsi Nusa Tenggara Barat ini sudah lama terkenal dengan jajaran pantai yang indah. Berbeda dengan Bali yang selalu ramai dengan wisatawan. Lombok menjadi alternatif bagi yang ingin mencari wisata pantai yang tenang. Bisa saja habis bersenang-senang di Bali, terus lanjut berpetualang ke Lombok.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menuju pulau Lombok. Antara lain lewat udara dengan tujuan Lombok International Airport, atau lewat jalur laut salah satunya menuju pelabuhan Lembar.

Lalu destinasi apa saja sih yang bisa kita jelajahi di Lombok?

Mengabsen satu persatu pantai indah yang masih alami.

lombok-mancing-pantai-mawun
Tiga orang yang sedang melatih kesabaran.

Tidak perlu diragukan lagi, Lombok memang terkenal dengan pantainya yang indah nan alami. Sebut saja Senggigi, Mawun, Selong Belanak, Kuta, dan masih banyak pantai lainnya yang belum terjamah. Butuh waktu seminggu lebih apabila setiap hari kita mengunjungi pantai di Lombok satu persatu.

lombok-senggigi
Lengkungan garis pantai yang eksotis

Mengeksplor pantai di Lombok termasuk kegiatan wajib yang mengasyikkan, apalagi jika menyewa sepeda motor. Rute menuju pantai kebanyakan melewati jalan besar, lalu jalan kecil, masuk kampung, dan sampai di pantai. Kebanyakan pantai di Lombok gratis biaya masuknya, paling cuma bayar parkir dan beli air kelapa untuk ikut berpartisipasi menjalankan roda perekonomian lokal.

lombok-hill
Salah satu spot terbaik untuk melihat pantai dari ketinggian.

Untuk yang butuh transportasi selama di Lombok saya memakai jasa Lombok Pirates. Melayani sewa motor dan mobil. Ownernya ramah pula, bisa di booking dulu jauh-jauh hari. Untuk pickup point biasanya di Lombok kota sekitar terminal bus Damri. Cocok untuk yang dari bandara langsung menuju ke kota menggunakan bus Damri.

Menikmati panorama dari ketinggian Malimbu Hill

lombok-hill2
Walapun panas tetap saja terasa adem, karena ada kamu.

Malimbu Hill adalah salah tempat yang wajib dikunjungi. Karena dari Malimbu Hill kita bisa melihat lengkungan indah pantai Senggigi. Untuk yang suka eksis di sosmed, dijamin betah deh. Walaupun siang panas-panas, di bukit Malimbu terasa sejuk. Karena angin berhembus sepoi-sepoi, dan ada kamu yang meneduhkan hatiku. Eh?

Selain melihat pantai dari ketinggian, bukit Malimbu juga cocok untuk berburu sunrise di pagi hari. Cahaya matahari pagi yang memancar dari balik bukit, bisa menjadi pemandangan yang jarang-jarang ditemui di kota besar.

lombok-monyet
Monyet disini ramah, kalau kamu lagi sendirian pasti diajak ngobrol. Serius…

Hati-hati ya tapi, di bukit Malimbu masih terdapat beberapa MONYET (ngomongnya jangan menghadap gw dong) yang masih liar. Jaga jarak saja, monyetnya baik-baik kok. Tapi ya repot juga sih kalau minta gendong. Hihi. Garing.

Uji Nyali di Villa Hantu

Lombok-02
Menanti terbenamnya sang mentari sembari yoga ala-ala.

Tidak jauh dari bukit Malimbu ada salah satu bangunan bernama Villa Hantu. Informasi ini saya dapat ketika menyewa motor sih.“Katanya yang lagi ngehits sekarang villa hantu, sunsetnya bagus”. Lalu apa dong hubungan dari hantu dan sunset? Apa hantu suka nungguin sunset juga kayak manusia? Hmm…

Ternyata Villa Hantu itu sendiri adalah sebuah bangunan terbengkalai yang berada di pinggir jalan, dengan pemandangan halaman belakangnya mengarah langsung ke laut dan titik tenggelamnya matahari. Daripada nganggur, mungkin peluang itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan daya tarik.

Jadi Villa Hantu ini lebih cocok untuk dikunjungi menjelang matahari terbenam ya, bukan untuk menguji keberanianmu menghadapi penampakan. Tapi, kalo malam-malam disini serem juga sih, beneran jadi namanya Villa Hantu.

Eskapis Romantis ke Gili Trawangan.

lombok-mr
Santai dulu bisa kali Mister.

Apalagi coba tujuan ke Lombok jika tidak mengunjungi Gili Trawangan yang terkenal. Gili Trawangan adalah tempat yang sangat cocok untuk menikmati island life. Pulau kecil yang terpisah dari keramaian kota memang cocok untuk melepas penat, khususnya yang setiap hari stress dengan rutinitas pekerjaan. Disini juga tidak ada kendaraan bermotor sama sekali, jadi ga bakal deh kita mendengar suara klakson yang menyebalkan itu.

Sebenarnya pulau kecil ini bisa diputari dengan naik sepeda selama sekitar 30 menit. Kalau jalan kaki ya bisa 2 kali lipat. Banyak spot-spot pantai yang bisa dijadikan tempat chill out, sambil bermain ayunan yang tertancap bibir pantai.

lombok-kuda
Bukan kuda laut ya, tapi kuda lagi mandi di laut.

Menjelang senja biasanya banyak warga lokal memandikan kuda di tengah laut. Kuda disini dimanfaatkan tenaganya untuk menjadi penggerak Cidomo, singkatan dari cikar dokar mobil. Dinamakan demikian karena Cidomo adalah gabungan dari cikar dan dokar, dengan roda mobil yang terpasang di bawahnya. Cidomo sendiri menjadi alat transportasi andalan di Gili Trawangan.

Menjelang malam hari pulau yang siang hari terasa begitu sepi dan damai, berubah 180 derajat. Para pekerja restoran, kafe, dan bar tengah bersiap menyambut wisatawan ( mayoritas mancanegara) yang ingin menghabiskan malam panjangnya.

Mencicipi Sate Bulayak Khas Lombok

lombok-bulayak
Kuliner khas Lombok, Sate Bulayak.

Tidak komplit rasanya ketika berkunjung ke tempat baru kita tidak mencicipi makanan khasnya. Salah satu yang menjadi kuliner andalan Lombok adalah Sate Bulayak. Pada dasarnya tidak ada yang beda pada sate ini, sama-sama berisikan tusukan daging ayam, jeroan, dan daging sapi. Namun yang membedakan adalah si Bulayak-nya. Ternyata Bulayak adalah sebutan untuk lontong yang dililit dengan daun aren atau enau.

Soal rasa tidak ditanya lagi, Bulayak bercita rasa lebih gurih daripada lontong pada umumnya. Dipadu dengan sambal kacang dan tusukan sater yang dibakar empuk. Sudah cukup membuat ngiler dan berkata “pak, masih lama ya satenya?”.

lombok-sate
Pak, sudah matang belum?, tanyaku sambil ngiler.

Diantara beberapa tempat di atas sebenarnya pulau Lombok memiliki banyak lagi destinasi yang belum sempat saya kunjungi. Mungkin next time bisa main ke Sembalun, syukur-syukur sekalian mendaki ke gunung Rinjani.

Jadi, apa destinasi favoritmu di Lombok? Ikutan tulis di kolom komentar ya 🙂

2 Comments
Share
sate-bulayak-kuliner-khas-lombok

Belum sah rasanya meninggalkan pulau Lombok Nusa Tenggara Barat tanpa mencicipi sate Bulayak khas pulau ini. Kebetulan pada hari terakhir kami menemukan warung sate Bulayak tepat ketika keluar dari toko oleh-oleh Sa Saku. Memang sudah takdir, kita dipertemukan dengan sate yang dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera.

Tanpa banyak pertimbangan, mampirlah kami pada warung makan yang menempati bangunan semi permanen di pinggir jalan. Waktu itu masih pagi, sekitar jam 10.00 WITA, kondisi warung baru buka dan masih sepi pengunjung juga. Kebetulan juga, tidak perlu lama-lama mengantri untuk menikmati makanan ini. Sekalian bisa ngobrol sejenak sambil mengintip proses pembuatannya. Penjualnya adalah sepasang suami istri yang nampak bekerja dengan serasi. Si ibu yang bertugas menusuk, lalu si bapak mengipasi tusukan daging yang berjajar di atas tungku pembakaran.

sate bulayak lombok
Romantisme suami istri penjual sate.

Sebetulnya proses pembuatannya tidak berbeda dengan sate-sate pada umumnya di Indonesia. Ya namanya sate itu kayak gimana lagi sih bentukya. Tapi jangan salah, yang membedakan sate Bulayak dengan sate-sate lain adalah bumbunya. Penasaran?

Sate Bulayak adalah sate daging sapi yang dilumuri bumbu khas Lombok. Bumbu khas ini terdiri dari kacang tanah yang telah disangrai, lalu direbus bersama santan dan bumbu dapur lainnya. Sehingga rasa bumbu ini menyerupai kuah kari dan agak encer.

sate bulayak lombok
Satu porsi Sate Bulayak siap disantap.

Menu Sate Bulayak disini terbagi menjadi dua, yaitu sate daging yang hanya berisi daging sapi saja. Juga sate campur yang terdapat juga jeroan di dalamnya. Seperti namanya, penyajian sate ini dihidangkan bersama potongan Bulayak. Bulayak sendiri adalah sebutan lontong di pulau Lombok.

Satu porsi terdiri dari 10 tusuk sate yang beraroma harum dan bertekstur empuk. Lidah saya mendeteksi rasa gurih bercampur pedas yang terkandung di dalam bumbu sate. Harga seporsinya berkisar antara 15.000 sampai 20.000, tergantung seberapa banyak tusuk sate yang ingin kita ikut sertakan.

Jalan jalan ke Lombok, jangan lupa makan sate Bulayak, lalu main ke pantai mengejar ombak. Hari ini aku gembira sampai tertawa terbahak, melihat saldo ATM masih banyak. Bisa buat piknik lagi deh. Hehehe

0 Comments
Share