sehari-menjelajahi-osaka

Setelah lebih dari 7 jam melayang di atas udara. Akhirnya terdengar juga suara pilot mengisyaratkan untuk posisi pendaratan kepada seluruh penumpang dan awak kabin. Dari celah jendela sudah terlihat Kansai International Airport yang seakan mengapung di atas air laut. Hentakan roda pesawat ke tanah, menimbulkan goncangan yang cukup kuat untuk membangunkan penumpang yang masih tertidur. “Yes, we arriving. Welcome to Japan”, ucap Yusuke. Nihonjin yang baru saya kenal sebelum pesawat terbang meninggalkan Kuala Lumpur. Osaka adalah kota yang berhasil saya singgahi saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang. Pengalaman pertama ribuan mil perjalanan jauh dari tempat tinggal. Oke, petualangan sudah dimulai. Tetapi karena waktu yang terbatas, saya hanya berkesempatan menjelajahi Osaka sehari saja.

Untuk yang pertama kali ke Jepang seperti saya, Osaka memang cocok sebagai kota perkenalan. Tidak seramai Tokyo, tapi banyak hal yang tak kalah seru juga untuk dijelajahi. Singkat kata banyak pengalaman baru yang kita bisa rasakan di Jepang. Untuk itu, saya coba merangkum cerita perjalanan menjelajahi Osaka dalam 24 jam.

Dimulai dengan,

Naik Kereta Pertama Kali di Jepang.

kereta haruka express
Haruka Express, ini kereta yang pertama kali saya tumpangi di Jepang.

Hampir saja saya mengalami nasib buruk, ketika tertahan di ruangan interogasi Imigrasi Bandara Kansai. Untungnya keberuntungan masih berada di pihak saya. Setelah lepas dari jeratan petugas imigrasi, tugas pertama yang harus di kerjakan adalah menuju kota Osaka. Ya, ini adalah pengalaman pertama kali naik kereta di Jepang.

Waktu itu saya membeli paketan tiket kereta Haruka Express rute Bandara-Osaka PP dan ICOCA dengan saldo 2000 YEN. Pertimbangannya adalah memang ICOCA akan sangat berguna sekali selama di Osaka. Kedua, bandara Kansai akan menjadi gerbang kepulangan dikemudian hari. Selain itu, jika beli sepaket, harga kereta Haruka PP jadi lebih murah dibanding ngecer.

Untuk yang berminat beli bisa mampir kesini.

Menginap di Guesthouse.

guesthouse_2
Atas nama pengiritan, mari kita masuk ke dalam. Doakan saya semoga di trip selanjutnya bisa memilih akomodasi yang lebih mevvah.

Setelah perjalanan dengan kereta Haruka Express selama hampir 50 menit, saya turun di stasiun Tennoji. Disambung dengan mengendarai kereta bawah tanah dari Tennoji menuju ke Namba. Setelah turun di stasiun Namba, berjalan kaki sebentar kurang lebih 15 menit (biasa, nyasar dulu dikit) menuju ke guesthouse yang sudah saya pesan.

Pengalaman pertama kali menginap di guesthouse adalah ketika berada di Singapura pada 2 hari sebelumnya. Tetapi guesthouse di Jepang ini menurut saya sangat futuristik. Semuanya bersih, dan tertata rapi. Akhirnya disini saya menemukan toilet yang penuh dengan tombol, seperti pada foto-foto di internet. Untungnya ada tempelan manual berbahasa Inggris, jadi tidak perlu bingung dengan aksara Jepang.

Jalan-Jalan Malam di Area Dotonbori – Shinsaibashi

Jembatan Dotonbori
Jembatan Dotonbori

Karena guesthouse yang saya naungi terletak dekat dengan pusat keramaian, maka tidak ada alasan untuk berlama-lama di sana. Setelah membersihkan diri dari kotoran yang menumpuk selama 2 hari. Segeralah kaki ini berjalan-jalan menyusuri keramaian jalan di area Dotombori.

Wisata malam disini terbilang sangat lengkap. Ada jembatan yang membentang diatas sungai Dotonbori yang ikonik. Dihiasi gemerlap cahaya LED yang menempel rapi di gedung-gedung pusat perbelanjaan. Cukup untuk berjalan-jalan sambil cuti mata menikmati keramaian kota. Terdapat juga tur menyusuri sungai Dotombori dengan perahu.

jembatan dotonbori
Papan LED Glico yang ikonik, banyak menarik perhatian wisatan untuk swafoto.

Parade streetfood yang menghiasi kanan kiri jalan juga menggoda untuk dicicipi. Tidak lengkap rasanya kalau tidak jajan takoyaki dan okonomiyaki di tempat asalnya. Sebetulnya menurut saya semua jajanan disini rasanya enak-enak. Tapi yang paling enak dan terkenal adalah yang antrinya panjang, apalagi panjang banget. Betah-betahin deh nunggu.

Terpisah bebebrapa blok dari pusat keramaian, terdapat gang-gang yang menjajakan hiburan malam bernuansa privat dan premium. Kalau dilihat dari luar ya, rata-rata hiburan yang disajikan khusus dewasa. Hi.. karena masih kecil, saya ngeloyor aja sambil mengamati petugas klab yang menawarkan paket hiburan di pinggir jalan.

Malam semakin larut, saat nya kembali ke penginapan untuk mengisi tenaga.

Nitip Tas di Stasiun Umeda

coin locker
Tas gede mu bisa dititipkan disini. Harganya mulai dari 300-600 YEN, tergantung seberapa besar ukurannya.

Setelah menyelesaikan sarapan dan ritual pagi yg lainnya. Waktunya check-out dan melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama adalah stasiun Umeda, untuk menitipkan ransel yang agak besar di koin loker. Lalu lanjut menuju stasiun Osaka Castle.

Cukup masukkan koin pecahan 100 Yen sebanyak 3 kali kedalam lubang. Tutup pintu dan putar kunci, kemudian simpan kunci di tempat yang sangat aman. Jangan sampai hilang ya, bisa jadi perkara nanti.

coin locker_2
Jangan sampai kelupaan menyimpan kuncinya dimana.

Jika tidak punya koin, bisa menukarkan uang kertas lembaran ke beberapa penjaga toko di sekitar koin loker. Pada beberapa mesin koin loker sudah dilengkapi dengan pemindai uang elektronik. Jadi bisa membayar dengan menggunakan ICOCA (atau SUICA/PASMO).

Beres dengan urusan per-ranselan, langsung naik kereta menuju ke,

Osaka Castle, Dulu Istana Sekarang Museum.

istana-osaka
Istana Osaka. Wajib mampir jika ke Osaka.

Entah kenapa jika di luar negeri saya seolah sok-sokan ingin main ke museum. Mungkin karena tiketnya murah atau bahkan gratis. Mungkin juga museum disana dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang sangat menarik. Seperti Osaka Castle, istana sekaligus benteng di masa lalu, yang kini telah beralih fungsi menjadi museum dan terbuka untuk umum.

Dengan membayar 600 YEN (atau dengan menunjukkan Osaka Amazing Pass), kita bisa masuk ke dalam bangunan utama. Pada bangunan utama kita bisa menyusuri setiap lantai yang berisikan koleksi bernuansa sejarah. Spot yang paling menarik adalah layar berukuran besar yang menyajikan tafsiran lukisan Perang Pengepungan Osaka. Lanjut terus sampai di lantai paling atas, area kota Osaka bisa kita dinikmati dari ketinggian.

Ternyata berkeliling area Osaka Castle cukup membuat lelah. Untungnya banyak lapak pedagang yang siap memenuhi hasrat kelaparanmu. Karena cuaca saat itu sedang panas-panasnya, kayaknya beli es krim enak deh.

matcha-ice-cream
Kore hitotsu (ini satu), sambil jari telunjuk mengarah ke sepucuk es krim matcha yang menggoda.

Enggan berleha-leha terlalu lama, saya membuka brosur Osaka Amazing Pass yang terselip di tas. Mungkin karena masa kecil kurang bahagia ya, entah mengapa kok kepingin naik bianglala ya? Tanpa pikir panjang saya mengambil rute kereta menuju ke,

Tempozan Feris Wheel

tempozan feris wheel
Yang masa kecilnya kurang bahagia jangan malu buat naik bianglala ini. Lumayan bisa lihat pemandangan kota dari ketinggian.

Jarak dari Osaka Castle ke Tempozan cukup jauh. Kawasan pelabuhan ini berada di pinggir laut, atau lebih dekat dengan Kansai International Airport. Kalau dibandingkan dengan kawasan pelabuhan di Indonesia, Tempozan terlihat jauh lebih rapi. Entah mengapa tidak tercium bau khas pelabuhan di tepian laut. Tapi tetap, banyak garam yang menempel pada kulit dan rambut.

Lingkaran besar yang menjulang di angkasa sudah terlihat walau dari kejauan. Tidak terlalu sulit menemukan bianglala ikonik tersebut.

Ternyata benar, mayoritas yang naik bianglala ini adalah rombongan keluarga beseta anak-anak mereka. Minimal ya pasangan muda romantis yang baru jadi-jadinya. Tentu saja kesendirianku ini pasti membuat aneh para gadis lucu penjaga bianglala. Walaupun mereka tetap tersenyum layaknya kepada pengunjung yang lainnya. Pasti dibelakang mereka mencibir (maafkan prasangka buruk saya).

Pemandangan kota pinggir laut yang rapih.

Dari atas pemandangannya asik. Kawasan gudang pinggir laut yang rapi dan bersih. Terlihat juga jembatan berwarna merah menyala yang menghubungkan dengan Bandara Kansai.

Jalanan Osaka yang ruwet tapi tidak macet.

Setelah turun dari Tempozan Feris Wheel, pada saat melewati pintu keluar saya ditawari sebuah cetakan foto. Ternyata itu adalah foto dengan gaya kampungan saya ketika diambil sebelum naik oleh gadis penjaga bianglala. Tentu saja saya tolak dengan halus, karena tidak tercover oleh Osaka Amazing Pass. Maaf nya mbak, bukan maksud melukai hatimu. Tetapi saya harus ngirit.

Puas kesampaian naik bianglala sambil mengamati Osaka dari udara. Kini saatnya mengarungi lautan menggunakan,

Santa Maria Cruise Ship

santa-maria-ship
Berlayar di sekitaran pantai Osaka. Foto : Pixabay

Lokasi dermaga berada tepat di belakang Tempozan Feris Wheel, berdekatan dengan Osaka Aquarium. Jadwal keberangkatan setiap sekitar 60 menit sekali, dengan biaya 1600 YEN (tercover Osaka Amazing Pass).

Replika kapal yang digunakan oleh Colombus untuk menjelajahi dunia ini, akan mengajak berputar-putar mengarungi pantai Osaka selama 50 menit. Tentu saja dengan bonus panduan perjalanan berbahasa Jepang gratis nonstop lagi, yang tersiar dari pengeras suara diatas kapal.

Untungnya arus air laut saat itu sangat tenang, jadi tidak sampai membuat orang-orang mabuk laut. Tentu saja merepotkan kru kebersihan kapal kalau itu sampai terjadi.

osaka red bridge
Dari replika kapal Santa Maria kita bisa melewati bagian bawah Osaka Red Bridge yang ikonik.

Matahari mulai memerah, tak terasa sore menjelang dan petang akan datang silih bergantian. Sebelum berganti malam, saatnya berpindah lokasi ke,

Umeda Sky Building

from umeda sky
Pemandangan kota Osaka menjelang senja.

Bangunan tertingi di Osaka ini memang menawarkan pemandangan senja yang memikat. Gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang, serta timelapse pergantian cahaya matahari dengan gemerlap lampu malam cocok bagi para pemburu foto.

Lokasinya tidak jauh dari stasiun Umeda dan dapat ditempuh sekitar 10 menit jalan kaki. Jika berniat mengunjungi Umeda Sky Building pada waktu menjelang senja. Kita bisa merasakan pengalaman berjalan kaki ditengah ramainya pada karyawan yang baru saja pulang dari kantor.

Setelah membayar biaya sebesar 1000 Yen, kita bisa menggunakan lift berkecepatan tinggi menuju puncak bangunan. Bangunan Umeda Sky Building ini terdiri dari 39 lantai dengan ketinggian total 173 meter dari atas tanah.

umeda-sky-view-1
Suasana kota Osaka selepas senja. Asik ya.

Oh iya, untuk mendapat pemandangan yang indah. Lebih baik datang lebih awal, karena semakin petang wisatawan pasti bertambah banyak. Tentu akan menyulitkan apabila ingin berburu foto yang ciamik.

Nah itu dia beberapa tempat yang sempat saya singgahi ketika berkunnjung di Osaka. Pastinya masih banyak lagi tempat menarik yang layak untuk dicoba di lain waktu. Jadi, mau kemana kalau kamu ke Osaka? Tulis di kolom komentar ya.

Terimakasih.

0 Comments
Share
berburu-harapan-di-jepang-cupid-japan

Tujuan pertama saya ketika di singgah di Kyoto adalah Kuil Kiyomizu-dera. Bukan tanpa sebab, jarak kuil dari penginapan hanya terpaut sekitar 2 kilometer, atau sekitar 15 menit jalan santai. Bisalah buat pemanasan otot kaki di pagi hari. Kuil yang merupakan tempat untuk memanjatkan doa dan harapan warga Kyoto, memang selalu ramai setiap hari.

Akses menuju kuil melewati jalan kecil di dalam gang, dan selanjutnya menanjak di kemiringan yang masih wajar. Memang kuil ini terletak di atas dataran tinggi. Ketika sampai atas, kita bisa melihat pemandangan kota Kyoto lengkap dengan Tower di tengahya dan perbukitan sebagai latar belakang.

kyoto-tower
Pemandangan Kota Kyoto lengkap dengan tower di tengahnya dari Kuil Kiyomizu-dera.

Kiyomizu-dera adalah spot yang sangat popular di Kyoto. Terletak di distrik Higashiyama, kuil ini menampilkan paduan antara arsitektur yang klasik dan panorama indah dari ketinggian. Selain itu, dapat ditemukan juga toko cindera mata lokal, air suci dan kemungkinan untuk menemukan cinta sejati. Ayo yang jomblo langsung merapat.

Dibalik megahnya bangunan utama Kiyomizu-dera, terdapat bangunan kuil yang lebih kecil bernama Jishu Shrine. Ternyata saya baru paham, bahwa Jishu Shrine sejatinya adalah tempat populer para pasangan untuk ehem-ehem. Maksudnya ehem-ehem untuk memastikan kesejatian cinta mereka berdua. Dengan cara berdoa dan saling mendoakan tentunya.

jishu-shrine-kyoto
Gerbang depan Jishu Shrine

Jishu Shrine sendiri adalah kuil yang dipersembahkan untuk dewa cinta dan kasih sayang yang abadi. Okuninushi no Mokoto. Disini ada berbagai cara untuk menemukan cinta sejatimu, penasaran?

Love Stone

love-stone
Batu bertuah yang dijuluki Love Stone

Didepan Jishu Shrine bisa ditemukan 2 batu cinta yang tergeletak di atas tanah. Cara mainnya adalah, kamu harus bisa berjalan dan menyentuh antara satu batu dengan yang lain dengan mata tertutup. Jika berhasil (tanpa curang), selamat deh. Berarti gebetan yang sedang kamu damba-damba itu kelak akan menjadi jodoh kamu. Tapi jika tidak berhasil, nah ini. Bisa jadi cinta kamu kepada pacar atau gebetan malah tidak jadi kesampaian. Hayo… serem mana jika dibanding nonton film horor?

Jika tantangan ini terlalu berat, tapi tetap ingin mencoba. Tenang, jangan putus asa. Kamu bisa minta tolong orang baik yang dikenal atau tidak, untuk membantumu. Kan tadi syaratnya tutup mata, telinga masih boleh dibuka kan berarti?

Lucky Charm

Jika cara pertama dirasa cukup berat, ada alternatif lain yang lebih relistis dan menjanjikan. Tapi ada harga yang harus dibayar, gak bisa gratisan.

lucky-charm
Jika cara pertama dirasa cukup berat, ada alternatif lain yang lebih relistis dan menjanjikan. Tapi ada harga yang harus dibayar, gak bisa gratisan.

Kita bisa membeli Lucky Charm yang dijual di toko tradisional sekitar kuil. Bukan cuma untuk urusan cinta melulu, tersedia juga untuk urusan akademis, bisnis, sampai panjang umur.

Pada saat berjalan keluar, terlihat papan yang berisikan nama-nama siapa saja yang berhasil dalam urusan cinta setelah memanjatkan harapan di Jishu Shrine. Sebagai ucapan terimakasih atas permohonan yang terkabul.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi kuil ini adalah ketika musim semi dan gugur. Dimana warna-warna daun momiji yang indah mengelilingi kuil tersebut sebagai hiasan.

Jadi bagaimana? Siapkah untuk menemukan cinta sejatimu?

2 Comments
Share
part-1-berburu-ramalan-di-jepang-omikuji

Kamu percaya sama ramalan gak sih ?

Kalau saya sih tergantung. Jika ramalannya baik ya senyum-senyum, kalau ramalannya jelek ya disenyumin aja. Sambil berkata dalam hati,“yah namanya juga ramalan.”

Jika kamu berkunjung di kuil besar yang ada di negara Jepang, pasti akan bertemu dengan fortune teller atau tukang ramal. Dalam beberapa kepercayaan, masih dipercayai tentang ramalan yang akan menentukan masa depan. Baik ramalan baik dan buruk harus diantisipasi. Sebagai peringatan untuk menjaga perilaku kita nantinya. Katanya sih.

Omikuji
Omikuji yang tersimpan rapi di laci kuil. Sumber

O-mikuji (おみくじ) adalah kertas yang menceritakan ramalan kita di masa yang akan datang, ramalan ini biasanya berupa keberuntungan, karir di masa yang akan datang, keluarga, kesehatan, waktu yang tepat untuk bepergian, dan sebagainya.

Omikuji biasanya tersimpan dalam laci berbentuk kotak yang ada di kuil. Bisa diambil secara random dengan membayar kontribusi sebelumnya sebesar 200 Yen. Baru silahkan dibaca deh, bagaimana peruntungan kalian di masa depan.

Tapi bukan Jepang namanya kalo tidak ada yang unik ataupun nyeleneh. Seiring dengan perkembangan teknologi yang membantu menyederhanakan pekerjaan manusia. Sampai-sampai untuk urusan ramalan pun mereka bikin simpel. Ini buktinya…

vending-machine-mesin-ramalan
Karena terlalu kreatif, sampai-sampai ramalan saja dibuatkan mesin. Nice try.

Ini yang saya temukan sewaktu di Kinkakuji Temple. Fortune Teller yang dikemas dalam format vending machine. Entah sejak kapan mesin ini diciptakan, cuman sebagai orang awam, saya merasakan ada distorsi antara dua hal yang… ah entahlah. Intinya ini mereka ciptakan untuk menarik turis atau orang asing yang berkunjung ke kuil wisata. Dan ternyata berhasil, 100 Yen keluar dari kantong dan masuk ke dalam mesin berwarna oranye itu. Sambil senyam senyum heran, keluarlah kertas Omikuji di bagian bawah mesin.

Selain membuat penasaran, mesin tersebut juga impulsif. Setelah pergi meninggalkan mesin itu, saya melihat rombongan orang lain (dari luar Jepang) ikut-ikutan mencoba. Sungguh usaha yang bagus, ide yang cemerlang. Sederhana tapi efektif. Ya itulah…

Klasifikasi level keberuntungan Omikuji pada umumnya terbagi menjadi,

大吉     – Daikichi – Excellent luck (langsung pergi judi)

        – Kichi – Good luck

中吉     – Cyukichi – Fair luck

小吉     – Syokichi – A little luck

半吉     – Hankichi – Semi-good luck

末吉     – Suekichi – Uncertain luck

末小吉 – Suekokichi – Uncertain but a little luck

        – Kyou – Bad luck (Misfortune)

小凶     – Syokyou – A little misfortune

半凶     – Hankyou – Semi-misfortunate

末凶     – Suekyou – Uncertain misfortune

大凶     – Daikyou – Certain disaster (langsung beli asuransi)

Disamping itu, ada tingkatan keberuntungan yang lebih spesifik sesuai aspek kehidupan. Seperti bisnis, jodoh, kesehatan, dan lain sebagainya.

Intinya, kalo dapat ramalan yang bagus, pasti suruh dibawa pulang. Disimpan baik-baik agar keberuntungan selalu menyertai. Tapi bagaimana jika sebaliknya, Eskaper mendapat ramalan yang kurang bagus (banget). Tenang, tidak perlu khawatir. Apalagi sampai cemberut, jauh-jauh ke Jepang bukan untuk cemberut kan.

Jika mendapat ramalan yang kurang bagus, Omikuji tersebut dapat diikat pada pohon-pohon atau batang bambu yang sudah disediakan di dekat pilar kuil. Pada awal tahun nanti, tugas pendeta kuil yang akan melenyapkan nasib buruk kalian hingga menjadi abu hingga tak tersisa.

omikuji-tree
Tempat berkumpulnya para Omikuji yang ‘kurang beruntung’

Lalu bagaimana dengan nasib yang baru saya beli seharga 100Yen tadi ?

Karena sebenarnya saya tidak memercayai banget soal ramalan, Omikuji hanya tersimpan rapi sebagai kenangan di dompet. Sampai akhirnya tertarik menulis tentang Omikuji, dan terkuaklah nasib saya di masa mendatang (versi mesin vending Omikuji ya).

My Omikuji
Untungnya isi Omikuji yang saya beli seharga 100 Yen tadi cukup bisa buat senyum-senyum.

Alangkah bahagianya ketika sang naga naik ke langit setelah menyembunyikan dirinya di kedalaman untuk waktu yang lama. Segala sesuatu akan begitu menjanjikan, apabila kamu memiliki kemauan yang kuat.

Pemilihan kosakata dan rangkaian kata yang sangat menghibur, untuk kertas seharga 100 Yen. Terlepas dari kalimat retorika yang ditulis memenuhi kertas. Ini adalah contoh yang bagus, untuk mengkreatifkan hal yang bahkan sangat sederhana.

Selain Omikuji, ada beberapa metode lain untuk Berburu Harapan di Jepang : Cupid of Japan. So, sekarang apalagi yang kamu harapkan?

0 Comments
Share
7-cara-hemat-liburan-ke-jepang

Traveling ke Jepang mahal? Itu dulu, mungkin jauh sebelum zaman internet menguasai peradaban manusia Indonesia. Sekarang dengan menggunakan sumber daya informasi yang tersebar luas di dunia maya, kita bisa merencanakan sendiri liburan ke Jepang dari A sampai Z. Bahkan dengan biaya yang lebih murah jika dibandingkan mengikuti paket tour yang disediakan oleh beberapa agen perjalanan.

Itu semua tergantung dari bagaimana gaya traveling kita. Mau low budget alias gembel yang penting bisa pergi ke Jepang, atau dengan gaya yang lebih manusiawi seperti orang piknik pada umumnya. Sesuaikan saja dengan kemampuan kantong, semua pilihan tidak ada salahnya.

Pastinya sekarang saya akan membahas cara bagaimana dapat menghemat biaya untuk traveling ke Jepang, dan tetap menyenangkan. Cekidot.

Hunting Tiket Murah

Thank’s God, akan adanya Low Cost Carrier

lcc-airasia
Low Cost Carrier

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat tiket murah. Khususnya sekarang ini banyak LCC (Low Cost Carrier) yang menawarkan tiket PP Jakarta-Jepang dengan rentang harga antara 2,5 – 3 Juta. Tentunya diluar fasilitas makan dan bagasi ya, yang artinya kamu hanya dapat bagasi kabin yang sangat terbatas. Biasanya maskapai bertarif rendah hanya memperbolehkan 1 tas besar (keril/koper) dan satu tas tangan kecil untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Ukuran beratnya pun sudah ditentukan. Gabungan keduanya tidak boleh lebih dari 7 kilogram dengan dimensi lebar, tinggi sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

Jadi siap-siap aja menahan lapar selama kurang lebih 6 jam perjalanan, ditambah sistem curingkek (cuci kering pakek) sewaktu hidup di Jepang! Hahaha.

Langganan semua newsletter maskapai penerbangan. Gratis kok!

Subscribe semua newsletter dari maskapai penerbangan. Khususnya yang banyak melayani rute penerbangan ke Jepang. Jangan lupa aktifkan email notifikasinya, biar kalau ada pengumuman promo kamu tidak ketinggalan dengan pemburu tiket yang lain. Biasanya promo diluncurkan lewat tengah malam teng, jadi buang kebiasan bangun kesiangan. Biar rejeki ga dipatok traveler lain.

Hindari traveling pada High Season, Peak Season, Holiday Season

Karena high season adalah waktu dimana banyak orang pada mau liburan bareng ke Jepang. Puncak musim ramai di Jepang berada diantara bulan Maret-April (Spring), di saat sakura mekar. Juga pada bulan Oktober-November (Autumn), disaat daun momiji berganti warna. Otomatis waktu-waktu tersebut menjadi magnet yang luar biasa untuk wisata ke Jepang.

Musim dingin adalah pilihan yang cocok, karena biaya perjalanan akan lebih murah dan juga bisa melihat salju. Suatu yang menarik khususnya bagi manusia tropis seperti kita ini.

Mempelajari musim juga berpengaruh pada cara berbusana nantinya. Jangan sampai salah kostum ya.

Bandingkan Harga Tiket Pesawat via OTA (Online Travel Agent)

Skyscanner dan Traveloka menjadi apps andalan untuk memesan tiket. Fiturnya sangat lengkap untuk keperluan berburu tiket. Coba kita bandingkan tiket pesawat untuk High Season dan Low Season.

skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat High Season
skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat Low Season

Andalan untuk dapat tiket murah saya tetap masih di AirAsia, murahnya nggak nahan. Terakhir saya dapat tiket PP ke Osaka seharga Rp.2.400.000 (sejauh ini belum tertandingi sih). Terkadang maskapai premium Jepang seperti JAL (Japan Airlines) dan ANA (All Nippon Airways) juga suka kasih promo PP Jakarta-Jepang seharga 5-6 Juta, lebih murah daripada harga non-promo yang bisa 2 kali lipat. Tapi ya kalau soal fasilitas jelas beda jauh dengan LCC, beli tiket yang paling murah lagi. Maskapai full service lebih memanusiakan manusia, kamu ga akan kelaparan di dalam pesawat. Juga bisa membawa barang lebih banyak daripada LCC.

Untuk maskapai lokal juga tidak kalah bersaing. Ada Garuda Indonesia yang siap membawamu terbang ke negara asal Doraemon tersebut. Main-main ke Garuda Online Travel Fair yang biasanya rutin diadakan di setelah awal dan menjelang akhir tahun. Banyak promo yang bisa didapatkan. Tapi biasanya kebanyakan promo tersebut menggunakan kartu kredit.

Main ke Jepang itu bikin nagih. Ga kapok deh, paling tidak itu yang saya rasakan. Next time saya ingin balik lagi kesana, tentunya dengan maskapai penerbangan yang full service dong. Untuk merasakan bagaimana sih bedanya. Doain ya kawan-kawan semoga cepat tercapai.

Jadi inti dari semua ini adalah rajin menabung. Karena jika suatu saat ada promo yang menggiurkan, kita sudah siap selangkah di depan dengan tabungan kita. Karena tiket pesawat pada umumnya adalah setengah dari modal perjalanan ke Jepang.

Semua merek saya sebut ya, biar adil 🙂

Hunting Penginapan Murah

Hostel dengan konsep asrama
Hostel dengan konsep asrama. Photo : Hostelworld

Lupakan keinginan untuk menginap di hotel dengan kamar dan kasur pribadi, mahal. Lebih baik mencari penginapan dengan konsep hostel atau guesthouse. Terlebih lagi yang menawarkan konsep dormitory, asrama, atau kapsul. Toh kita juga ga mau staycation kan di Jepang. Keperluan menyewa penginapan hanya untuk menaruh barang, mandi ,tidur malam, dan sebagai bukti kepada pihak Imigrasi Jepang kalau kita tidak akan menjadi gelandangan.

Lho, kok bisa jadi bukti segala? Coba baca pengalaman saya yang ini deh, Jadi Bisa Eksplor Sepuasnya

Selain murah hostel dengan konsep guest house menurut saya asik banget. Apalagi untuk yang sedang menjalani ritual Solo Traveling. Kenapa? Karena di hostel umumnya disediakan ruang tengah bersama. Jadi kita dituntut untuk berinteraksi dengan sesama traveler, bahkan yang dari berbagai penjuru dunia lain. Keren kan? Kita bisa saling mengenal budaya masing-masing dan bertukar pengalaman. Pada bagian inilah jerih payah dana dan usaha saya untuk bisa solo traveling ke Jepang terbayar impas. Worth it banget deh!

Seperti cerita saya yang lain disini, Masih Ragu Solo Traveling Keluar Negeri? Ini Tipsnya.

Langkah saya memilih guesthouse yang asik dan tepat waktu itu adalah dengan menggunakan Traveloka. Kita bisa cari tempat populer berdasarkan lokasi yang dekat dengan wisata. Memang sih harganya lebih mahal dibanding dengan guesthouse yang berlokasi agak pinggir. Tapi nilai plusnya adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk transport menuju lokasi wisata. Toh selisih harganya juga tidak lebih dari Rp. 50.000,-.

Ketika di Osaka saya menginap semalam di Wasabi Hostel yang terletak di daerah wisata malam Dotombori dan Shinsaibashi, seharga Rp. 162.000/malam. Saat di Kyoto menginap 2 malam di Santiago Guesthouse di daerah Gojozaka, seharga  Rp. 150.000/malam. Lokasinya 10 menit jalan kaki menuju Kiyomizu-dera. Di Tokyo menginap 3 malam di Sakura Hostel yang sangat dekat dengan komplek wisata Asakusa. Seharga Rp. 230.000/malam.

Dari rincian harga diatas terlihat bahwa Tokyo adalah yang paling mahal. Memang sih, karena include sarapan roti, sup wortel, dan kopi yang bisa nambah berkali-kali. Disarankan juga memilih penginapan yang review bintangnya banyak, juga preview imagenya cozy.

Couchsurfing untuk menginap gratisan
Couchsurfing untuk menginap gratisan. Photo : Nomadicmatt

Oh ya, alternatif yang lain adalah dengan Couchsurfing. Sejauh ini saya belum pernah mencoba sih, karena belum ada yang mau nampung. Agak ngeri juga kalo nerima orang baru bermalam tapi ratingnya belum ada. Hi… takut dirampok. Nah itu perlunya kita berkenalan dengan orang baru. Kalau sudah enak ngobrol bahkan sampai tukeran kontak. Tidak menutup kemungkinan dia bisa menjadi host ketika siapa tahu, someday kita main ke negaranya. Jangan lupa bawa buah tangan ya, karena sudah dikasih tumpangan gratis.

Penjelasan di atas untuk yang pergi dengan metode solo traveling ya. Kalau backpackeran ramai-ramai sewa apartemen atau kondominium bisa lebih murah. Tapi saya belum pernah nyobain sih. Maybe next time bareng kamu, doain lagi ya 🙂

Urusan Makan? Konbini Aja

Konbini yang menjamur di Jepang.
Konbini yang menjamur di Jepang. Photo : DailyJapan

Yak benar, konbini atau convenience store adalah teman terbaik saat lapar di Jepang. Tenang, ada puluhan ribu konbini yang tersebar luas seantero Jepang. Mulai dari 7 Eleven (yang sudah bangkrut di Jakarta), Lawson, dan Family mart buka selama 24 jam.

Urusan makan saya batasi sekitar 1000 Yen dalam satu hari. Dengan rincian, sarapan gratis di hotel. 250-400 Yen untuk beli paket bentou di konbini atau restoran cepat saji semacam Mc Donald atau Burger King. Baru malamnya kita hunting makanan lokal seperti ramen, udon, takoyaki, okonomiyaki dan lain-lain. Kecuali kalo ada jajanan yang unik sih saya nyerah. Seperti daging sapi panggang seharga 500 Yen di streetfood Fushimi Inari atau 400 Yen untuk sebuah Matcha Ice Cream.

matcha-ice-cream
Kore hitotsu (ini satu), sambil jari telunjuk mengarah ke sepucuk es krim matcha yang menggoda.

Alternatif lain juga bisa mampir ke Yoshinoya untuk makan siang seharga 600 Yen. Itu kalo laper banget ya, karena porsinya lumayan banyak. Untuk minum tetep isi botol minum mu dengan air di hostel. Beberapa hostel menyediakan sebuah dispenser canggih yang bisa mengeluarkan ocha, lemon water, sports water dan mineral water dalam satu mesin. Bisa menang banyak kan.

konbini-lawson
Lawson 100

Kalau mau ngemil bisa mampir ke Lawson 100. Pinter-pinter milih deh, kadang ada juga sekotak susu atau jus ukuran 1 liter hanya seharga 100 Yen. Lumayan bisa menjaga stamina dan kesehatan dengan asupan vitamin. Kalo ga habis, titipin saja di lemari es hostel. Bisa buat besoknya. Kesehatanmu lho yang terpenting.

Karena dana terbatas, coba deh disiasati seperti itu. Jangan sampai tidak mencoba makanan khas Jepang di negara asalnya ya, rugi.

Shinkansen? Coba naik bus malam

bullet-train
Bullet Train.

Shinkansen bisa menjadi pilihan populer ketika kota tujuanmu di Jepang berjarak sangat jauh. Tetapi mahalnya harga Shinkansen sekali jalan bisa membuat berfikir 2 kali. Karena tarif sekali jalan kereta peluru dari Osaka ke Kyoto sekitar 14,450 Yen (IDR 1.782.000). Bisa juga menggunakan JR Pass yang memberikan full akses ke semua layanan kereta di bawah perusahaan JR (Japan Railway), termasuk shinkansen selama 7 hari. Harganya sekitar 29,100 Yen (IDR 3.588.000), tapi coba cek lagi deh itinerary kamu. Apa perlu? Jangan sampai tidak balik modal JR Pass-nya.

jr-pass-price
Perbandingan harga JR Pass

Alternatif lain bisa menggunakan pesawat terbang. Harganya lebih bisa lebih murah, bisa sekitar 4,900 Yen untuk perjalanan dari Osaka ke Tokyo mengguanakn maskapai Peach Airways. Tapi kalkulasi juga biaya dari pusat kota ke bandara, ditambah spare waktu luang untuk check-in, boarding dan lainnya.

Saran saya coba menggunakan bus malam untuk perjalanan antar kota. Keunggulannya adalah yang pasti lebih murah, dan bisa memangkas biaya penginapanmu selama satu malam. Salah satu operator yang terkenal adalah Willer Express. Tarif dan rute bisa di cek di websitenya. Booking dan pembayaran bisa menggunakan kartu kredit, atau melalui konbini yang menyediakan mesin pembayar.

Willer Expres Bus
Warnanya itu lho.

Untuk harga bus malam Willer Express trayek Osaka-Tokyo-Osaka saya mendapatkan harga 9,100 Yen (IDR 1.122.000). Cukup murah kan apabila dibandingkan tarif Shinkansen? Bonus tempat tidur gratis lagi.

Harga bus malam diatas adalah harga termurah yang bisa saya dapatkan. Tapi walaupun murah, tetep bisa tidur nyaman kok. Adalagi sih yang fasilitas tidurnya lebih nyaman. Tapi pasti harganya lebih mahal.

Jelajahi Kota dengan Travel Pass

amazing-pass
Osaka Amazing Pass 1 Day

Kalau mau tahu, banyak banget travel pass yang disediakan untuk mengeksplorasi berbagai kawasan di Jepang. Tinggal pilih saja kawasan yang ingin kamu jelajahi. Ibaratnya kalau beli travel pass ini seperti mengikuti tur harian tapi mandiri. Harga akan jauh lebih murah jika dibandingkan membeli tiket (baik transportasi ataupun atraksi) secara eceran. Tapi kekurangannya adalah bahwa tujuan yang akan kita tuju ya sesuai dengan paketan travel pass tersebut.

Setiap kawasan punya pilihan travel pass masing-masing. Seperti Kansai Pass, Kansai Wide Area Pas, Osaka Kyoto Nara Pass, Tokyo Hakone Pass, Kawaguchi-ko Pass, dan masih banyak lagi.

Ketika menjelajah Osaka saya menggunakan Osaka Amazing Pass untuk 1 Day. Terbukti sangat menghemat biaya sampai 50%. Untuk di Kyoto saya menggunakan Kyoto Bus Pass, yang bisa membuat saya naik bus di Kyoto sepuasnya selama 24 jam hanya dengan harga 500 Yen (IDR 61.000).

Beli Suvenir Borongan di Daiso

Daiso serba 100 Yen.
Daiso serba 100 Yen. Photo : Japan Travel

Sudah pasti ketika kita sedang berada Jepang, banyak teman-teman yang nitip oleh-oleh. Baik yang nitip sekalian kasih duit, maupun nitip yang sekadar hanya nitip tanpa memberi uang. Memang budaya memberi oleh-oleh itu positif kok, tidak ada salahnya kamu melakukan itu. Asal, sesuai dengan kemampuan finansial saja ya.

Tumbler Starbuck menjadi barang titipan wajib ketika di Jepang. Kemudian disusul komik, suvenir Totoro, tenugui dan masih banyak lagi. Itu list titipan oleh-oleh yang saya punya. Untungya yang nitip barang-barang tersebut punya kesadaran untuk mentrasfer uang seharga barang tersebut. Namun bagaimana yang minta oleh-oleh seikhlasnya? Masak tega ga dikasih? Hehe..

Solusinya bisa pergi ke toko serba 100 Yen, kalau disini yang terkenal namanya Daiso. Walaupun namanya toko serba 100 Yen, tapi disana tidak pure semua barang dihargai 100 Yen. Pokoknya yang tidak ada harganya itu 100 Yen. Sedangkan yang ada label, harganya ya sesuai dengan yang tertera di label. Sebatas gantungan kunci, alat tulis, hiasan meja, sampai Tenugui bisa dibeli untuk dijadikan suvenir.

Lokasi penyebaran Daiso ada disini.

Gimana kalau mau internetan?

Selain makan, transportasi, dan penginapan, internet adalah kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Internet tak kalah penting, baik itu untuk mencari informasi, akses peta digital, atau sekedar menunjukan eksistensi diri di dunia sosial. Ada beberapa siasat untuk mengatasi urusan internet di Jepang, antara lain.

Menggunakan Fasilitas WiFi Gratisan

Japan Free Wifi
WiFi gratisan se-Jepang. Photo : JNTO

Setiap kota besar di Jepang umumnya memiliki jaringan wifi gratis yang tersebar seantero penjuru wilayah. Spot wifi gratis banyak ditemukan di fasilitas umum seperti halte, stasiun, papan informasi, hostel bahkan konbini. Untuk menggunakannya cukup login dengan mencantumkan email atau akun sosial media seperti Facebook dan Twitter.

Namun akses wifi gratis terbatas maksimal 30 menit, dan diharuskan log in lagi untuk melanjutkannya jika koneksi terputus. Biar simpel, bisa pakai mobile apps ini.

Pocket WiFi

Pocket WiFI
Pocket WiFI

Penggunaan pocket wifi tidak kalah populer untuk wisatawan yang pergi ke Jepang. Terlebih lagi jika perginya satu rombongan sekitar 5-10 orang. Karena harga sewa pocket wifi bisa dibagi rata antar pemakain. Tentu ini sangat ngirit pengeluaran. Rata-rata sewa pocket wifi sehari 1,000 Yen, dengan jaringan 4G dan kuota yang unlimited.

Cara sewa pocket wifi pun beragam. Bisa dengan model dipesan dari Indonesia trus diambil di bandara Jepang. Bisa dibawa  dan dikembalikan langsung dari Indonesia. Atau pengambilan langsung di bandara dan pengembaliannya dimasukkan kedalam kotak pos. Informasi terkait bisa didapatkan lewat mesin pencari Google, akan muncul banyak penyedia.

SIM Card Sekali Pakai

Tersedia juga SIM card yang sudah berisi kuota internet dalam jangka waktu tertentu. Harga, kuota, dan masa aktifnya pun beragam. Bisa didapatkan ketika mendarat di bandara, atau memesan dan membeli langsung ketika masih berada di Indonesia.

Paket roaming dengan SIM card Indonesia

Sekarang banyak operator seluler Indonesia yang menyediakan paket roaming dengan harga lumayan terjangkau. Keunggulan menggunakan paket roaming adalah tidak pelu ganti nomor, atau ribet ngurusin penyewaan pocket wifi. Tinggal aktifkan paket roaming, lalu pilih operator mitra jaringan yang ada di Jepang (NTT Docomo / Softbank), langsung bisa connect deh.

Itu tadi siasat untuk menekan biaya selama liburan ke Jepang untuk yang menganut asas backpacker super ngirit. Tetap bisa have fun tanpa takut dompet terkuras.

0 Comments
Share
masih-ragu-solo-traveling-ke-luar-negeri-simak-tipsnya

Dibanding menggunakan jasa agen perjalanan, solo traveling lebih menawarkan tantangan tersendiri. Terlebih bagi yang berjiwa independen dan advonturir. Pasti lebih condong ke solo traveling karena bisa bebas mengatur perjalanannya sendiri. Nyatanya memang banyak orang yang lebih nyaman untuk traveling sendirian. Karena bisa lebih menikmati dan memaknai perjalanannya dibanding ketika traveling beramai-ramai.

Tapi bukan berarti solo traveling itu asal pergi kesana kemari tanpa tujuan yang jelas ya. Kecuali seorang expert traveler yang memang sengaja menyesatkan diri. Tetap saja banyak hal yang harus dipersiapkan untuk efektifitas dan kelancaran perjalanan. Apalagi untuk yang sedang berencana solo traveling sampai keluar negeri. Rasanya sayang aja jika sumber dana yang ada tidak bisa termanfaatkan dengan efektif.

Semua sesuatu yang hebat pasti berawal dari niat, lalu ditanamkan dalam mimpi, serta diiringi usaha maksimal untuk mewujudkannya. Bagi saya yang pas-pasan ini, pergi keluar negeri dengan biaya sendiri merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Bahkan kalo perlu ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah hidup. Tapi mungkin itu tidak terlalu berarti bagi orang lain yang sudah tajir dan kece dari lahir. Tetapi jangan pedulikan itu, tetap fokus pada keinginanmu.

Beberapa hal dibawah ini bisa dijadikan sebagai pendorong bagi yang masih ragu-ragu untuk bersolo karir, eh solo traveling.

Tentukan Target Tujuan.

Jangan ragu untuk menentukan target. Sumber : Pixabay
Jangan ragu untuk menentukan target.

Pasti diantara kamu ada yang ingin berfoto dengan latar tower sutet tertinggi di dunia. Menyaksikan tumpukan ribuan batu kuno yang disusun menjadi segitiga sangat besar. Atau hanya sekadar ingin merasakan hujan salju dan berseminya bunga sakura. Bebas, tulis saja keinginan pribadimu di dalam hati. Kalo inginnya banyak, ya catat aja semua. Toh, ngimpi itu gratis.

Ada beberapa cara agar mimpi kita tidak kunjung padam. Pasang saja wallpaper di laptop atau ponselmu dengan tempat tujuan yang kamu inginkan. Bisa juga pasang sticky notes yang banyak di dinding kamar, meja kerja, bahkan di kaca rias yang setiap hari bakal terlihat. Rajin membaca artikel dan blog travel juga bisa memotivasi untuk mencapai itu semua lho.

Pelajari Semua Hal yang Berhubungan Dengan Tujuan.

Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.
Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.

Belajar itu tidak pernah ada salahnya, asal belajar untuk sesuatu yang baik-baik ya. Pasti tempat tujuan kita nanti memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan tempat yang kita tinggali sekarang. Ya kalau masih di Indonesia masih sama lah, paling beda dikit banget. Kalo sudah beda negara, baru deh ini yang menjadi PR.

Lalu apa yang harus dipelajari?

  • Bahasa

Bukan, bukan harus belajar bahasa Prancis kalo mau ke Paris, atau bahasa Arab jika hendak pergi ke Mesir. Yang dimaksud adalah bahasa internasional atau bahasa Inggris. Nggak perlu jago-jago amat lah, asal cukup bisa membuat mengerti apa yang hendak kita sampaikan ke orang lain. Pada dapet pelajaran bahasa Inggris kan sewaktu di sekolah? Nah daripada ga kepake, rugi kan. Ayo coba kita praktekkan, jangan takut. F! with grammar.

Namun tidak ada salahnya juga mempelajari bahasa daerah setempat yang umum. Seperti bagaimana caranya bertanya, minta bantuan, atau berterima kasih. Pasti warga lokal tidak akan sungkan menolong ketika butuh bantuan. Maturnuwun.

  • Transportasi

Namanya sih emang jalan-jalan, tapi bukan berarti kemana-mana mau jalan kaki terus kan? Kecuali situ musafir yang setia mengembara dengan onta sampai kemana mana.

Tiap hari sebagai warga kota besar pasti dimanjakan dengan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Tapi motor dan mobil kita sayangnya nggak bisa dibawa selama traveling. Mau tidak mau harus pakai transportasi umum dong. Nah, sistem transportasi di tiap negara berbeda-beda. Seperti di Jepang ada Shinkansen ada Eropa ada Eurotrain. Lebih baik luangkan waktu untuk mempelajari itu secara perlahan dan komplit.

  • Cuaca dan musim

Bukan hanya mempengaruhi busana apa yang akan dikenakan, tapi juga destinasi dan kegiatan apa saya yang cocok untuk dilakukan pada saat mengunjungi negara tersebut.

Misalnya kalau lagi musim panas ya banyak main ke pantai di daerah A. Kalau lagi musim dingin banyak main salju ke daerah B, dan lain sebagainya.

  • Biaya hidup

Mungkin harga nasi uduk pecel lele disana lebih mahal daripada di Indonesia. Biaya sewa losmen melati semalam juga lebih mahal. Naik angkot disana lebih mahal juga sih. Yaudah, batalin aja deh rencana solo traveling ke luar negeri. Bikin bangkrut aja, pfftt %#^Q^&!

Maksudnya adalah agar kita bisa tau berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengunjungi misalnya, negara A selama 7 hari. Jadi bisa buat patokan buat nabung deh. Tapi jangan dipepet-pepet banget ya nabungnya, kasih dana cadangan 10-15%. Toh kalo memang beneran lebih bisa disumbangin ke anak yatim. Biar bisa sering-sering ke luar negeri. Amin.

  • Budaya

Beda negara, pasti beda kebiasaan. Mulai dari naik eskalator harus berdiri di sebelah kiri atau kalau mau nyebrang juga harus lewat zebra cross. Sampai-sampai jika hendak berkunjung ke bangunan yang identik dengan keagamaan harus berpakaian sopan dan menutup aurat.

Sebagai traveler yang cukup sopan, sebaiknya kita memperkecil peluang akan membuat kekacauan disana. Untung jika hanya menanggung malu, bagaimana kalau sampai ditahan polisi? Bisa-bisa paspor kamu dicabut, kamu sendiri yang rugi kan. Be a respectful traveler, weeeyjan.

Susun Rincian Rencana Perjalananan.

Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
  • Tentukan kapan mau berangkat, trus kapan pulangnya.
  • Terbang dari kota mana? Mendarat di kota mana?
  • Di kota A berapa hari, di kota B berapa hari, di kota C berapa hari.
  • Hari pertama di kota A mau ngapain, pindah dari kota A ke kota B mau hari apa?
  • Di kota C mau pergi kemana saja? Siangnya mau makan apa, diamana? Malamnya mau makan apa?
  • Dan masih banyak lagi.

Coba deh jawab pertanyaan diatas. Bingung kan? Sama… Lebih bagus kalo susunan rencana perjalananmu dibuat dalam format tabel. Seperti tugas sekolah dulu, membuat kegiatan sehari-hari selama seminggu. Inget gak? Kalo nggak ingat berarti kita beda generasi!

Kalo bingung nih saya kasih contoh rencana perjalanan. Tapi buat sendiri lho, jangan diterapkan persis.

Kalkulasi Semua Perkiraan Biaya.

Tung itang itung biar nggak buntung.
Tung itang itung biar nggak buntung.

Kecuali kamu punya kartu kredit dengan limit yang tidak terhingga, syukur-syukur tidak perlu dibayar tuh kartu kredit. Tapi kayaknya mustahil deh, hehe.

Hitung semua keperluan untuk biaya tiket pesawat, tempat menginap, transportasi dalam dan antar kota, tiket masuk ke tempat wisata, makan, minum, toilet umum, pijit capek dan lain-lain. Hitung semua jangan ada yang kelewat. Tambahkan juga biaya tak terduga sebesar 15-20% untuk berjaga-jaga, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi diluar sana. Dari situ kamu bisa memperkirakan target untuk menabung. Mau perbulan atau perhari, atur saja sesuai kemampuan. Yang penting konsisten.

Persiapkan Semua Dokumen Perjalanan.

Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.
Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.

Cek masa berlaku paspor, jangan kurang dari 6 bulan ketika kamu hendak berangkat. Segera urus kalo belum punya paspor, sebab naik pesawat internasional KTP nggak ditanya. Visa juga jangan lupa, pastikan kamu mendapat izin untuk masuk ke negara tujuanmu.

Selain itu siapkan digital copy dari semua kartu identitas. Simpan di cloud storage, siapa tahu diperlukan nanti. Termasuk juga siapkan print out dari rencana perjalanan yang sudah kamu siapkan, tiket pesawat PP (artinya pulang pergi ya, bukan pergi nggak pulang pulang), dan voucher hotel yang sudah kamu pesan.

Booking Semua Keperluan Transportasi & Akomodasi.

Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.
Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.

Sekarang udah ga jaman cari tiket dan akomodasi dengan cara tradisional. Seperti datang langsung ke counter tiket, atau masuk satu per satu hotel untuk menanyakan rate permalam. Percayalah, cara tersebut sudah tidak efektif. Kecuali kalau memang destinasi tujuanmu masih jauh dari jangkauan peradaban internet.

Booking apa yang bisa kamu booking jauh-jauh hari sebelumnya. Caranya bebas, mau lewat OnTA (Online Travel Agent) atau direct booking dari website si penyedia layanan. Jadi ketika kamu sampai di negara tujuanmu, langsung bisa haha-hihi tanpa ribet mikir yang lain. Ohya, menurut pengalaman saya nih ya. Booking hotel via OnTA harganya bisa lebih murah dibanding go show langsung ke hotelnya.

Persiapkan Uang Dalam Bentuk Tunai dan Deposit.

Jangan salah tukar mata uang asing lho.
Jangan salah tukar mata uang asing lho. Cek selalu nilai tukarnya.

Banyak orang selalu larut dalam perdebatan ini. Cash, kredit, atau debit ya? Menurut saya semuanya penting. Tinggal atur saja prosentase mana yang lebih banyak. Disarankan sih sudah tukar mata uang asing dari Indonesia. Jangan bawa Rupiah kalo bisa, kecil dapatnya kalo ditukar di money changer luar.

Contoh nih ya, tahun lalu saya berkesempatan pergi ke Singapura, Malaysia, lalu lanjut Jepang. Dengan rincian 2 malam di Singapura, 1 malam di Malaysia (cuma transit), dan 8 hari di Jepang. Ketika di Singapura dan Malaysia saya memang tidak berencana menghabiskan banyak uang, karena tujuan utama saya adalah Jepang.

Oke, berarti uang ditukar ke 3 mata uang berbeda dengan rincian berikut.

50 SGD

100 MYR

3000 JPY

Biaya tak terduga disimpan di 2 ATM (BNI dengan logo Mastercard, dan bank Mega dengan logo Visa), karena tidak punya kartu kredit. Benar saja, 2 kali saya menarik di 2 jenis ATM yang berbeda selama di Jepang. Pertama, kartu berlogo Mastercard lancar digunakan untuk tarik tunai di 7Bank ATM (7Eleven). Sedangkan yang kedua, kartu berlogo VISA bisa untuk tarik tunai di ATM JP Bank (Japan Post). Anehnya, kartu berlogo VISA saya tidak bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM 7Bank. Syukurlah ada cadangan kartu yang lain.

Kemas Barang Bawaan Secara Efektif.

Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.
Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.

Sebelum menentukan apa saja barang yang akan dibawa, sebaiknya baca dulu dengan teliti ketentuan bagasi maskapai kamu. Banyak Low Cost Carrier yang menawarkan harga murah tetapi tidak menyertakan checked baggage. Ini berarti hanya memperbolehkan barang bawaan dibawa ke kabin. Batas ukuran dimensi dan berat cabin baggage sangat terbatas.

Kebanyakan maskapai hanya memperbolehkan 2 jenis barang bawaan (satu tas/koper besar, dan satu tas kecil) untuk ditaruh di kabin. Tentunya kombinasi berat dari keduanya tidak lebih dari 7 atau 10 kilogram, tergantung kebijakan masing-masing maskapai.

Saran saya bawalah barang bawaan seperlunya. Entah itu pakaian, sepatu, obat-obatan, makanan dan perlengkapan lain. Cari aman saja, kalo perlu timbang dulu ketika penerbangan pergi, dan penerbangan pulang. Biasanya penerbangan pulang menjadikan tas kamu lebih berat karena ketambahan oleh-oleh. Jika berencana membawa barang banyak, atau beli oleh-oleh banyak. Sebaiknya sertakan pembelian tambahan untuk bagasi sewaktu booking tiket pesawat. Karena pembelian bagasi sesaat sebelum check-in biayanya bisa jadi sangat mahal.

Seperti kejadian saya ketika mau ikut penerbangan pulang dari bandara Internasional Kansai. Terpaksa saya meninggalkan beberapa potong kaos karena tas keril saya tau-tau menjadi kelebihan beban. Pilihannya waktu itu ada 2, mau dikurangi atau bayar bagasi yang seharga 600 Yen. Setelah dipikir, baju-baju yang saya tinggal di bandara Kansai tidak nyampai 150 Yen.

Penting! Jaga Kesehatan Setibanya di Negara Tujuan.

Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?
Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?

Karena kita mempersiapkan segala sesuatu nya sendiri, pasti akan sangat menguras tenaga. Solo traveling bisa saja membuat kita berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, mengejar transportasi umum, sampai mengantri makanan sendirian. Jika bukan diri sendiri siapa lagi yang mengingatkan akan kepentingan kesehatan. Jangan telat makan, kalau lapar jangan ditahan. Mentang-mentang ngirit.

Tida terlalu ambisius untuk menentukan target yang dituju itu pilihan bijaksana. Kalem saja, kan tujuannya memang buat bersantai. Lebih baik di sela-sela padatnya rencana perjalanan, ada satu atau setengah hari yang memang difungsikan untuk istirahat. Biar kesehatan terjaga sampai akhir perjalanan.

Do The Fun

solo-travel-2
Yang penting jangan lupa bahagia yes!

Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Solo traveling keluar negeri tidak melulu tentang ribetnya menyiapkan segala keperluan sendiri. Ada kepuasan disitu yang bisa kita dapatkan, dan banyak juga pelajaran yang bisa dipetik. Setelah bergulat dengan semua persiapan, tiba saatnya untuk bersenang-senang. Hore!

Jangan lupa bahagia ya, dan sekarang saatnya menciptakan sejarah dalam hidupmu sendiri. Do travel responsibly! Tambahin dong kalo dirasa tips nya kurang nendang. Tulis di kolom komentar yes. Happy solo traveling.

Sumber foto ilustrasi.

0 Comments
Share
8-destinasi-populer-di-kyoto

Walaupun hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari Osaka, Kyoto memiliki atmosfir yang sangat berbeda dengan kota tetangganya. Kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Jepang di era lama itu nampak tidak sesibuk Osaka, apalagi Tokyo yang seakan tak pernah tidur. Kalo dilihat jalanan di sini lebih lengang, dan orang sini kelihatan santai-santai sih. Mungkin tekanan hidupnya lebih rendah daripada yang tinggal di kota besar.

Kyoto menjadi daya tarik sendiri untuk traveler yang hendak merasakan nuansa tradisional Jepang. Banyak kuil dan istana yang menyimpan sejarah Jepang di masa lalu. Hebatnya semua itu terawat dengan sangat baik dan tertata dengan sangat rapi untuk traveler yang hendak berkunjung.

Berikut destinasi populer Kyoto yang sempat saya kunjungi. Mungkin kamu juga tertarik,

Kiyomizu-dera

Seperti pada cerita saya sebelumnya. Saya kebetulan menginap di daerah Gojozaka, yang hanya berjarak sekitar 10 menit jalan kaki dari Kiyomizu-dera. Kuil ini termasuk yang paling populer dan ramai dikunjungi oleh wisatawan, bahkan pada hari-hari biasa. Akses kesana sangat mudah, cukup naik bus yang melewati halte Gojozaka. Ada papan arah kuil yang mengantar masuk melalui perkampungan warga dengan jalan menanjak.

Jalan menuju Kiyomizu-dera
Jalan menuju Kiyomizu-dera

Biasa, seperti jalan menuju tempat wisata pada umumnya. Banyak rumah warga yang disulap menjadi toko. Baik itu menyediakan makanan, cinderamata unik, dan juga Yukata. Persewaan yukata di Kyoto sangat laris, khususnya buat para cewek-cewek yang jalan sama cowok-cowok. Buat kenang-kenangan, lumayan bisa sekalian eksis di sosmed. Harga sewa yukata berkisar antara ¥5,000-¥25,000, sudah include jasa penataan rambut juga biasanya. Coba aja survey persewaan satu persatu, kalo mau irit nawar deh. Tapi pakai bahas Jepang ya biar cincay.

Gadis kecil yukata
Gadis kecil mengenakan Yukata

Untuk kamu yang mau prepare sewa yukata dari Indonesia juga ada lho. Jadi disana tidak perlu repot, langsung siap untuk eksis to the max. Mampir kesini aja.

Jalan menuju gerbang Kiyomizu-dera
Jalan menuju gerbang Kiyomizu-dera

Ini gerbang utama dari Kiyomizu-dera, identik dengan warna oranye yang menyala. Namun sayang ketika kesini sedang ada renovasi, jadi balkon main hall yang sangat famous itu tertutup rapat dengan kain proyek. Sebetulnya pihak manajemen dari Kiyomizu-dera sudah memberi tahu tentang renovasi ini di halaman resminya. Bisa jadi pelajaran nih, kalo besok-besok nyusun itinerary wajib riset sekomplit-komplitnya. Biar tidak kecewa waktu di tempat tujuan.

Kiyomizu-dera in renovation
Bangunan utama yang sedang direnovasi
pagoda-kiyomizu-dera
Pagoda Kiyomizu-dera

Menelusuri Kawasan Arashiyama

Sial. Lagi-lagi saya ketiduran di bus.

Seharusnya saya turun di halte samping stasiun Arashiyama, karena itu adalah spot yang paling dekat dengan banyak kawasan wisata. Namun karena pelor, saya tersesat jauh diantara pemukiman warga. Kalo dilihat dari maps melencengnya cuma sekitar 4 kilometer sih. Yasudah, sambil jalan kaki dinikmati saja.

Arashiyama sebenarnya masuk dalam destinasi favorit saya. Karena, banyak hal yang bisa difoto. Jadi perjalanan kaki sepanjang 4 kilometer, di tengah hari bolong, dan saat musim panas tidak terasa berat. Tapi ya, lumayan buat perut keroncongan juga sih. Mampir minimarket dulu deh, maklum ngirit. Belum diendorse… #eh.

Rumah sekitar Arashiyama
Rumah sekitar Arashiyama

Singkat kata sampailah di sekitar Tenryu-ji. Kuil ini adalah yang paling besar di Kyoto dan dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Tapi saya kurang tertarik untuk masuk, jadi saya jalan-jalan saja area taman dan cari-cari apa yang bisa difoto.

Kuil di area Tenryu-ji
Kuil di area Tenryu-ji

Hutan Bambu Arashiyama

Jika kamu bertanya ‘enaknya kemana ya mbah kalo ke Kyoto’ sama eyang Google, pasti dia jawabnya ini. Walaupun sudah banyak diulas dan menjadi sangat populer di kalangan traveler dunia maya. Namun tetap saja hutan bambu Arashiyama sangat menarik minat untuk dikunjungi. Nggak tau ya, tapi asik aja gitu. Jalan-jalan ditengah rimbunnya batang bambu yang menjulang keatas. Serta tiupan angin yang menggoyang batang dan membuat daunnya saling bergesekkan menimbulkan suara yang menentramkan. Tepatnya bikin ngantuk sih.

Hutan bambu Arashiyama
Hutan bambu Arashiyama

Berita bagusnya adalah masuk kesini gratis. Silahkan deh kamu mau jalan-jalan bolak-balik beratus kali juga gapapa. Tapi area hutan bambu Arashiyama ini luas banget lho. Ga kasihan apa yang mau pergi kesini bawa gandengan. Bukannya kesan yang romantis didapat romantis, malah bibir manyun yang akan terlihat. Hehe…

Jangan sedih, kalo mau eksplor hutan bambu dan kawasan Arashiyama yang lain, ada mamang-mamang becak kok yang siap nganter keliling. Bukan becak sembarang becak, ini lebih keren. Namanya Rickshaw. Tapi lumayan mahal sih, tarifnya mulai dari ¥4000 untuk 30 menit. Ya demi ‘masa depanmu’ sendiri gapapa lah merogoh kocek agak dalam.

Tukang Rickshaw yang ramah.
Tukang Rickshaw yang ramah.

Berhubung kesana tidak pakai gandengan, saya memilih untuk jalan kaki saja. Tapi saya penasaran sama itu tukang Rickshaw. Mau narik becak saja dandanannya keren banget, punya ID Card lagi. Saya jadi penasaran bagaimana cerita dibalik penarik Rickshaw itu. Pasti menarik… #kepodeh.

Tapi serius, memang cocoknya kalau kamu kesini bawa gandengan. Soalnya banyak yang niat sampai nge-hire fotografer profesional dengan lensa 70-200 L series untuk sesi foto pra-nikah. Karena penasaran saya deketin aja. ‘Hadap ke kiri, tangan masnya digandeng, hidungnya ditutup, telinganya digigit…’, lah ternyata orang kita juga yang pecicilan pre-wed sampai sini. Boleh deh, kalo ada diantara kamu yang baca mau saya fotoin juga disini. wink

Jembatan Togetsukyo

Tidak jauh dari hutan bambu kamu bisa menemukan jembatan Togetsukyo yang old school banget. Jembatan ini menjadi landmark yang sangat ikonik di Arashiyama, karena dibelakanya ada bukit dengan pepohonan yang rimbun. Kalo lewat sini pas musim semi atau gugur pasti bakal sangat mengangumkan warnanya. Sayang saya kesana pas musim lagi panas-panasnya.

Togetsukyo Bridge
Jembatan Togetsukyo yang ikonik. Sumber

Kebetulan pas lagi jalan, saya melihat ada pasangan yang menurutku lucu sih (yang cewek lebih tepatnya). Jalan-jalan berdua pakai yukata gitu. Gara-gara gatel nih tangan pengen motret, saya samperin aja lalu minta ijin mau ga difoto. Eh, mau.. yaudah deh foto aja sambil kenalan. Lumayan bisa dijadiin buat bahan tulisan. Hehehe.

Disini sih asiknya solo backpacker menurut saya. Karena traveling solo bukan berarti kita ga bisa menikmati suatu destinasi sendirian. Mau ga mau biar makin asyik, kita dituntut untuk sekedar ngobrol sama sesama traveler lain. Yah, minimal biar ga bete lah jalan-jalan sendirian.

Yuka-Takoui
Yuka-Takoui. Ciye pacaran ciye…

Menyusuri Sungai Hozugawa

Dibawah jembatan Togetsukyo mengalirlah sungai Hozugawa. Menjelajahi sungai Hozu menggunakan perahu kecil bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan juga. Secara kamu akan menelusuri sungai diantara bukit yang penuh dengan pepohonan rimbun.

hozugawa
Menyusuri sungai Hozugawa dengan perahu.

Sungai Hozugawa dulunya digunakan sebagai jalur pengiriman batang kayu untuk pembangunan kuil dan kastil di Osaka dan Kyoto. Dikarenakan sungai ini mengalir jauh dari pegunungan Arashiyama hingga ke pusat kota Kyoto. Juga jaman dahulu belum ada truk dan kereta logistik kali.

Untuk mengikuti tur sungai Hozugawa bisa menyiapkan uang ¥4,100. Bagusnya ikut tur sungai ini di bulan November-Desember, saat dedaunan berganti warna.

Hozu Tour
Hozugawa River Tour.

Kinkaku-ji

Ada banyak kuil indah di Kyoto, kalo mau didatengin semuanya mungkin nggak cukup waktu sebulan. Salah satunya adalah kuil Paviliun Emas atau Kinkaku-ji. Keunikannya dikarenakan 2 lantai teratas pada bangunan utama sepenuhnya dilapisi dengan kertas emas. Sinar matahari akan memperjelas warna emas ketika terpantul.

Kuil ini awalnya bernama Rukuonji, dibangun untuk tempat peristirahatan shogun Ashikaga Yoshimitshu. Berdasarkan wasiatnya, tempat ini berubah menjadi kuil zen untuk sekte Rinzai setelah shogun Asikaga Yoshimitsu meninggal.

kinkaku-ji
Kinkakuji, Paviliun Emas.

Bangunan utama Kinkaku-ji terletak di tengah danau dan dikelilingi pagar pembatas. Pengunjung tidak boleh masuk mendekat, hanya diperbolehkan melihat dari spot yang sudah disediakan di seberang. Sabar-sabar ya kalo mau foto dengan latar belakang Kinkaku-ji yang megah. Karena harus bergantian dengan pengunjung lain yang datang silih berganti. Disarankan juga membawa lensa agak tele jika ingin mendapat gambar detail dari depan.

Kinkaku-ji ini sebenarnya punya saingan, namanya Ginkaku-ji. Awas jangan sampai kebolak. Berbeda dengan Kinkaku-ji, Ginkaku-ji menggunakan lapisan kertas perak untuk menutupi dinding bangunannya. Serupa tak sama sih, coba saja buktikan kedua-duanya.

Ginkaku-ji
Ginkaku-ji, yang ini berlapis kertas perak. Sumber

Fushimi Inari Taisha

Menurut saya ini destinasi pamungkas yang menjadi alasan kenapa pengen banget ke Kyoto. Gimana enggak, ribuan torii (gerbang) yang tersusun rapi menuju bangunan utama di gunung Inari. Niat banget ya.

Coba tebak, torii sebanyak itu datangnya dari mana? Yang jelas bukan dari permintaan seorang gadis super cantik kepada seseorang pemuda biasa yang ingin meminangnya, seperti pada kisah Roro Jongrang. Torii sebanyak ini merupakan sumbangan baik dari perseorangan atau perusahaan yang senantiasa berdoa disini. Pada gerbang torii ada tulisan tentang siapa dan kapan torii ini disumbangkan.

Jangan ditanya ya? saya pun juga ga bisa bacanya.

inari-gate
Fushimi Inari Shrine Gate.

Selain jajaran ribuan torii yang very very instragramable, yang saya senangi ketika main kesini adalah warna oranye dimana mana. Orang-orang luar pada nyebutnya vermilion sih yang berarti ‘a brilliant red’. Kalo nanya anak seni rupa, makna vermilion kurang lebih mewakili semangat, berani, dan berkobar.

Untuk menuju Fushimi Inari Taisha sangat mudah, cukup naik kereta menuju stasiun JR Inari. Cuma ¥140 dan memakan waktu tempuh sekitar 5 menit jika berangkat dari Inari Station. Fushimi Inari selalu buka setiap hari, setiap jam dan tidak dipungut biaya. So, kenyang-kenyang dah keliling ke sana.

fushimi-inari
Vermilion Torii Tunnel Fushimi Inari Shrines.

Kawasan Gion

Penjelajahan di Kyoto saya tutup dengan mengunjungi kawasan Gion saat sore menjelang petang. Awalnya tertarik dengan sebuah kawasan di pinggir sungai yang ramai akan orang-orang. Tempatnya mirip seperti dalam komik atau film kartun Jepang. Ternyata memang warga sini gemar menghabiskan sore di tepian sungai. Ada yang piknik sambil gelar tiker dan makan, pacaran, olahraga, sampai ada yang belajar kelompok di pinggir kali.

Sungai Kamo
Warga Kyoto menikmati sore di pinggir Sungai Kamo.

Menjelang maghrib di dekat situ ada kawasan yang banyak terdapat tempat minum premium khas Jepang. Benar saja, banyak orang yang sudah berkumpul di depan salah satu tempat minum. Langsung saja saya ikut nimbrung, barangkali mau ada festival. Ternyata mereka sedang hunting Geisha yang lewat. Wah kebetulan, saya ikutan nyiapin kamera juga dong.

Geisha memang sosok yang spesial, terlebih di Kyoto dengan sebutan Maiko. Profesi Geisha adalah menghibur orang yang menyewanya, biasanya dilakukan sambil makan malam atau minum-minum. Tarifnya pun mahal, karena Geisha itu profesi yang tidak sembarangan. Geisha dituntut menguasai banyak kesenian tradisional. Ya wajar saja sih kalo tarifnya mahal.

geiko
Gini-gini cepet banget jalannya. Walaupun kelihatan ribet Kimononya.

Ketika ada Geisha lewat, orang-orang pada lari-lari menghampiri kayak wartawan yang ngejar tersangka kasus korupsi di KPK. Saking mereka ingin foto bareng sama Geisha. Ada papan aturan yang terpampang di kawasan itu. Boleh saja motret Geisha, yang tidak boleh adalah menghalangi jalan, menyentuh, atau bahkan sampai memaksa dengan kekerasan. Jadi saya sarankan bersabar, dan siapin lensa medium-tele cepat dengan respon AF yang yahud. Hehehehe.

Tapi kalo tetap saja tidak dapat bidikan yang bagus, ada kok yang jual foto Geisha dengan framming oke ukuran A4 yang berkeliling diantara para pengunjung. Tombo gelo kalo kata orang Jawa. Selain berburu Geisha, kuil Gion juga destinasi yang wajib kamu kunjungi kalo mampir kesini.

Distrik Gion
Distrik Gion

Nah itu dia tempat yang memorable buat saya ketika mengunjungi Kyoto. Mau tau dong kalo kamu favoritnya mana saja? Tulis di komentar ya…

0 Comments
Share
menikmati-sore-di-odaiba

Jika kamu mengunjungi Tokyo, sempatkanlah mampir ke Odaiba barang setengah hari. Odaiba adalah pulau buatan yang terletak di sebelah timur Tokyo. Sama dengan namanya, Daiba yang berarti benteng, Odaiba awalnya dibangun sebagai pusat pertahanan dan perdagangan kota Tokyo pada tahun 1853. Seiring dengan perkembangan jaman, Odaiba terus direklamasi dan dibangun bangunan baru. Salah satunya untuk bisnis dan rekreasi.

Akses dari Tokyo ke Odaiba cukup mudah. Via kereta, coba mengarah ke stasiun Shimbashi (Yurikamome Line), dan langsung ambil tujuan Daiba. Jika kamu dari Asakusa, bisa mencoba water bus yang langsung menuju Odaiba Seaside Park.

Continue reading
2 Comments
Share
traveling-hemat-dengan-osaka-amazing-pass

Masih dalam cerita perjalanan saya sewaktu main ke Jepang, tepatnya di kota Osaka. Untungnya kota teramai kedua di Jepang ini sudah sangat siap untuk menyambut pelancong yang berkunjung, khususnya yang ber-budget tipis seperti saya. Tersedia bermacam travel pass yang dirancang untuk kenyamanan dalam menjelajah kota Osaka. Salah satu yang akan dibahas adalah Osaka Amazing Pass.

osaka-castle-cosplay
Osaka Castle, destinasi wajib sejuta umat first timer Jepang.

Sebagai budget traveler atau kata lainnya adalah irit. Saya selalu mencari cara untuk dapat menang banyak dalam setiap kegiatan perjalanan. Mulai dari merancang rute tujuan yang dikunjungi secara efektif, hingga selektif dalam menentukan mau makan apa ya hari ini. Walaupun yaaa, namanya tempat wisata, selalu ada saja energi yang dapat menarik uang keluar dari kantong dengan mudahnya.

Salah satu yang sempat saya coba adalah Osaka Amazing Pass. Maklum sebagai insan yang kurang piknik, menurut saya kartu ini sangat canggih bin ajaib.

Osaka Amazing Pass
Osaka 1 Day Amazing Pass. Best deal for explore entire Osaka touristic spot in just one single day.

Lho kok bisa canggih bin ajaib, memang apa keistimewaan dari kartu ini?

Jadi gampangnya, Osaka Amazing Pass ini adalah satu kartu yang bisa kamu gunakan untuk naik transportasi umum semacam subway (kereta bawah tanah), new tram, bus yang ada di area Osaka. Sekaligus dapat digunakan sebagai tiket masuk ke 35 fasilitas tertentu yang terdapat pada buku panduan. Fasilitas kece yang dapat kamu kunjungi gratis dengan travel pass ini antara lain, Osaka Castle Main Tower, Floating Garden Observatory, Santa Maria Sailing Ship, Tempozan & HEP Five Feris Wheel, Umeda Sky Building, dan banyak lagi.

feris-wheel-tempozan
Yang masa kecilnya kurang bahagia jangan malu buat naik bianglala ini. Lumayan bisa lihat pemandangan kota dari ketinggian.

Untuk Osaka Amazing Pass ini sebenarnya terbagi menjadi 2 varian, yaitu 1 Day Pass  (2,500 Yen), dan 2 Day Pass (3,300 Yen). Masa aktif travel pass ini cukup unik, dihitung dari waktu pertama kali kamu menggunakannya (untuk naik kereta atau masuk tempat wisata), hingga tengah malam pada hari yang sama atau hari berikutnya untuk yang 2 Day Pass (pukul 23.59 teng!). Setelah itu kayaknya travel pass itu tidak akan berfungsi deh.

Contohnya nih, saya beli yang 1 Day Pass di tanggal 1 Januari 2018 pukul 19.00 tapi kartu itu cuma saya simpan. Keesokan paginya (2 Januari 2018) saya tap in masuk stasiun Namba pada pukul 9.00. Nah, pada saat ini travel pass saya sudah berjalan masa aktifnya, dan akan habis pada nanti tengah malam. Makanya, sebelum semua itu habis tidak bersisa, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Yang pasti Osaka Amazing Pass ini adalah salah satu solusi cerdas dan bijaksana untuk berhaha-hihi di Osaka. Selain ngirit, praktis juga sih. Gak perlu repot antri beli tiket subway, atau tiket masuk ke tempat wisata. Berikut saya buatkan tabel perbandingan budget antara pakai Osaka Amazing Pass dan yang tidak pakai.

Osaka Amazing Pass Comparison
Perbandingan Harga Osaka Amazing Pass 1 Day. Hemat mana hayo?

Untuk membeli Osaka Amazing Pass dan juga travel pass yang lain sangat mudah. Kamu bisa mampir ke Kansai Tourist (ciyeee tourist) Information Center seketika kamu mendarat di Kansai International Airport. Bisa juga kamu beli Tourist Information Osaka/Namba, stasiun Subway/New Tram yang tersebar di kota Osaka. Kalo saya kebetulan belinya di Wasabi Guesthouse tempat saya menginap.

Selain Osaka Amazing Pass, masih banyak lagi varian travel pass yang bisa manfaatkan untuk menjelajah Osaka (atau daerah Kansai). Seperti Kansai Thru Pass, Kyoto-Osaka Sightseeing Pass, dan lain sebagainya. Beda travel pass pasti beda pula fungsinya. Semua disesuaikan dengan bagaimana rencana perjalanan yang kamu inginkan sebelumnya.

Travel pass sudah di tangan, sekarang apa lagi yang dibingungkan? Galau mau main kemana aja? Hehehe, jangan sedih. Setiap pembelian Osaka Amazing Pass akan dibekali buku panduan yang berisi informasi lengkap tentang tempat wisata di Osaka. Termasuk contoh rute yang asik menggunakan travel pass tersebut. Pokoknya jangan malas baca yaaa.

harga-osaka-amazing-pass-2018
Paketan ketika membeli Osaka Amazing Pass. Jauhkan kartu dari magnet | Image : www.osaka-info.jp

Informasi tentang Osaka Amazing Pass klik disini. Bisa juga buat kamu yang hendak menyusun rute jauh-jauh hari sebelumnya.

Jadi? Mau tempat kemana saja ketika kamu di Osaka? Tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

0 Comments
Share