mencari-harta-karun-di-rammang-rammang

Tidak banyak orang tahu dibalik pegunungan kapur di Sulawesi Selatan, tersimpan harta karun yang tidak ternilai harganya. Tepatnya di Rammang Rammang, jajaran pegunungan karst yang berlokasi di Maros, Sulawesi Selatan. Lalu, ada harta karun apa sih sebenarnya disana?

Kebetulan, ada dua teman saya yang juga penasaran dengan harta karun tersebut. Mereka adalah Thiara (@thiaradev) dan Dandi (@dandiwidi). Sampai penasarannya, mereka dengan niat berdandan seperti pemburu harta karun di film Indiana Jones (bukan jomblo ngenes ya).

Untuk menjalankan misi kita, tujuan pertama yang harus dicapai adalah Desa Berua. Sebuah desa yang dikelilingi megahnya jajaran pegunungan karst. Desa Berua bisa diakses dari Dermaga Rammang Rammang. Sebuah dermaga wisata yang terletak sekitar 50 kilometer di timur laut kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Oh ya, total ada 3 dermaga wisata yang terletak di Rammang Rammang. Perbedaan dari ketiga dermaga ini adalah panjang rute sungai menuju ke lokasi tujuan. Jangan bingung, semua rute sungai menyajikan panorama yang cakep kok. Kebetulan waktu itu kita memilih berangkat dari dermaga 2, karena dari dermaga 2 rute susur sungainya yang paling panjang.

Di dermaga 2 tersedia banyak perahu kecil yang siap mengantarkan kita menyusuri sungai Pute. Sungai yang menjadi akses utama menuju Desa Berua. Harga sewa perahu berkisar antara 200.000 – 400.000 untuk perjalaan pulang pergi, dan dapat dibayar di akhir perjalanan. Cukup murah bukan, apalagi untuk rombongan banyak. Satu perahu bisa ditumpangi antara 4-10 orang, tergantung ukurannya.

Tips : Bawalah topi untuk mengatasi panasnya sengatan matahari, khususnya di musik kemarau. Kamu juga bisa menyewa caping atau topi khas petani seharga 5.000 rupiah di persewaan dekat dermaga. Yakin deh, kamu bakal memerlukan itu.

Petualangan dimulai !! Sungai Pute yang berarti “putih” dalam bahasa Makassar memang menyajikan pengalaman yang sangat berbeda. Menyusuri sungai menggunakan perahu kecil, sembari melihat kokohnya tebing kapur yang seakan menghimpit di kanan kirimu. Dramatis.

Desa Berua

Rammang Rammang
Desa Berua. Sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tenyata dibalik kesan kering dan gersangnya bebatuan kapur ini tersimpan manfaat yang sangat besar lho. Salah satunya adalah karst sebagai tempat menyimpan air yang baik. Diperkirakan, setiap 1 meter kubik batuan karst dapat menyimpan cadangan air sebesar 200 liter.

Ini dikarenakan karst memiliki lapisan yang bernama epikarst. Epikarst berfungsi untuk mengalirkan air (hujan) sampai pada mata air dan sungai bawah tanah, yang pasti akan sangat beguna bila musim kemarau tiba. Berkat fungsi tersebut, kawasan karst menjadi salah satu tandon air terbesar di bumi.

Rammang Rammang
Tebing batuan karst. Spot favorit swa foto ala para pengunjung.

Jika diamati, Rammang Rammang memiliki kemiripan dengan pegungungan karst yang juga berada di Tsingy (Madagascar), Krabi (Thailand), Shilin (Tiongkok), Ha Long (Vietnam).

Rammang Rammang
Jajaran pegunungan karst diantara persawahan desa Berua.

Bukan itu saja, Rammang Rammang juga telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2001. Keren kan negara kita!. Ya namanya warisan, sudah pasti kita harus bisa panda menjaganya. Agar masih bisa diwariskan lagi kepada generasi-generasi kita berikutnya. Agar alam tidak rusak dan bumi tetap bisa tersenyum manis.

Rammang Rammang
Celah tebing karst yang sebagai mana fungsi utamanya yaitu sebagai tempat berteduh wisatawan.

Puas menjelajahi desa Berua dan pegungungan karst nya, kamu bisa pulang menggunakan perahu yang sudah disewa tadi. Sedikit saran nih ya, lebih baik kamu melakukan perjalanan pulang mendekati senja (tapi jagan sampai terlalu malam juga). Karena pada perjalanan pulang kita bisa menjumpai kunang kunang yang bercahaya berkumpul di pepohonan. Sebuah pemandangan yang sudah tidak mungkin lagi ditemukan di kota seperti Jakarta. Hahahahaha.

Bagaimana? Tertarik ber-eskapis ria ke Rammang Rammang?

0 Comments
Share

Gugusan pulau yang menyimpan berjuta keindahan. Wakatobi layak menjadi destinasi perjalanan kamu selanjutnya. Dari keramahan masyarakat yang tersaji di daratan, hingga harta karun alam yang berserak di dasar lautan.

Masih mencari alasan untuk pergi ke Wakatobi? Tonton video perjalanan saya ketika berkunjung kesana. Semoga semakin kepingin 🙂

Continue reading
0 Comments
Share
santai-kayak-di-pantai-lombok

Siapa tidak kenal dengan Lombok. Pulau yang berada di sebelah barat provinsi Nusa Tenggara Barat ini sudah lama terkenal dengan jajaran pantai yang indah. Berbeda dengan Bali yang selalu ramai dengan wisatawan. Lombok menjadi alternatif bagi yang ingin mencari wisata pantai yang tenang. Bisa saja habis bersenang-senang di Bali, terus lanjut berpetualang ke Lombok.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menuju pulau Lombok. Antara lain lewat udara dengan tujuan Lombok International Airport, atau lewat jalur laut salah satunya menuju pelabuhan Lembar.

Lalu destinasi apa saja sih yang bisa kita jelajahi di Lombok?

Mengabsen satu persatu pantai indah yang masih alami.

lombok-mancing-pantai-mawun
Tiga orang yang sedang melatih kesabaran.

Tidak perlu diragukan lagi, Lombok memang terkenal dengan pantainya yang indah nan alami. Sebut saja Senggigi, Mawun, Selong Belanak, Kuta, dan masih banyak pantai lainnya yang belum terjamah. Butuh waktu seminggu lebih apabila setiap hari kita mengunjungi pantai di Lombok satu persatu.

lombok-senggigi
Lengkungan garis pantai yang eksotis

Mengeksplor pantai di Lombok termasuk kegiatan wajib yang mengasyikkan, apalagi jika menyewa sepeda motor. Rute menuju pantai kebanyakan melewati jalan besar, lalu jalan kecil, masuk kampung, dan sampai di pantai. Kebanyakan pantai di Lombok gratis biaya masuknya, paling cuma bayar parkir dan beli air kelapa untuk ikut berpartisipasi menjalankan roda perekonomian lokal.

lombok-hill
Salah satu spot terbaik untuk melihat pantai dari ketinggian.

Untuk yang butuh transportasi selama di Lombok saya memakai jasa Lombok Pirates. Melayani sewa motor dan mobil. Ownernya ramah pula, bisa di booking dulu jauh-jauh hari. Untuk pickup point biasanya di Lombok kota sekitar terminal bus Damri. Cocok untuk yang dari bandara langsung menuju ke kota menggunakan bus Damri.

Menikmati panorama dari ketinggian Malimbu Hill

lombok-hill2
Walapun panas tetap saja terasa adem, karena ada kamu.

Malimbu Hill adalah salah tempat yang wajib dikunjungi. Karena dari Malimbu Hill kita bisa melihat lengkungan indah pantai Senggigi. Untuk yang suka eksis di sosmed, dijamin betah deh. Walaupun siang panas-panas, di bukit Malimbu terasa sejuk. Karena angin berhembus sepoi-sepoi, dan ada kamu yang meneduhkan hatiku. Eh?

Selain melihat pantai dari ketinggian, bukit Malimbu juga cocok untuk berburu sunrise di pagi hari. Cahaya matahari pagi yang memancar dari balik bukit, bisa menjadi pemandangan yang jarang-jarang ditemui di kota besar.

lombok-monyet
Monyet disini ramah, kalau kamu lagi sendirian pasti diajak ngobrol. Serius…

Hati-hati ya tapi, di bukit Malimbu masih terdapat beberapa MONYET (ngomongnya jangan menghadap gw dong) yang masih liar. Jaga jarak saja, monyetnya baik-baik kok. Tapi ya repot juga sih kalau minta gendong. Hihi. Garing.

Uji Nyali di Villa Hantu

Lombok-02
Menanti terbenamnya sang mentari sembari yoga ala-ala.

Tidak jauh dari bukit Malimbu ada salah satu bangunan bernama Villa Hantu. Informasi ini saya dapat ketika menyewa motor sih.“Katanya yang lagi ngehits sekarang villa hantu, sunsetnya bagus”. Lalu apa dong hubungan dari hantu dan sunset? Apa hantu suka nungguin sunset juga kayak manusia? Hmm…

Ternyata Villa Hantu itu sendiri adalah sebuah bangunan terbengkalai yang berada di pinggir jalan, dengan pemandangan halaman belakangnya mengarah langsung ke laut dan titik tenggelamnya matahari. Daripada nganggur, mungkin peluang itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan daya tarik.

Jadi Villa Hantu ini lebih cocok untuk dikunjungi menjelang matahari terbenam ya, bukan untuk menguji keberanianmu menghadapi penampakan. Tapi, kalo malam-malam disini serem juga sih, beneran jadi namanya Villa Hantu.

Eskapis Romantis ke Gili Trawangan.

lombok-mr
Santai dulu bisa kali Mister.

Apalagi coba tujuan ke Lombok jika tidak mengunjungi Gili Trawangan yang terkenal. Gili Trawangan adalah tempat yang sangat cocok untuk menikmati island life. Pulau kecil yang terpisah dari keramaian kota memang cocok untuk melepas penat, khususnya yang setiap hari stress dengan rutinitas pekerjaan. Disini juga tidak ada kendaraan bermotor sama sekali, jadi ga bakal deh kita mendengar suara klakson yang menyebalkan itu.

Sebenarnya pulau kecil ini bisa diputari dengan naik sepeda selama sekitar 30 menit. Kalau jalan kaki ya bisa 2 kali lipat. Banyak spot-spot pantai yang bisa dijadikan tempat chill out, sambil bermain ayunan yang tertancap bibir pantai.

lombok-kuda
Bukan kuda laut ya, tapi kuda lagi mandi di laut.

Menjelang senja biasanya banyak warga lokal memandikan kuda di tengah laut. Kuda disini dimanfaatkan tenaganya untuk menjadi penggerak Cidomo, singkatan dari cikar dokar mobil. Dinamakan demikian karena Cidomo adalah gabungan dari cikar dan dokar, dengan roda mobil yang terpasang di bawahnya. Cidomo sendiri menjadi alat transportasi andalan di Gili Trawangan.

Menjelang malam hari pulau yang siang hari terasa begitu sepi dan damai, berubah 180 derajat. Para pekerja restoran, kafe, dan bar tengah bersiap menyambut wisatawan ( mayoritas mancanegara) yang ingin menghabiskan malam panjangnya.

Mencicipi Sate Bulayak Khas Lombok

lombok-bulayak
Kuliner khas Lombok, Sate Bulayak.

Tidak komplit rasanya ketika berkunjung ke tempat baru kita tidak mencicipi makanan khasnya. Salah satu yang menjadi kuliner andalan Lombok adalah Sate Bulayak. Pada dasarnya tidak ada yang beda pada sate ini, sama-sama berisikan tusukan daging ayam, jeroan, dan daging sapi. Namun yang membedakan adalah si Bulayak-nya. Ternyata Bulayak adalah sebutan untuk lontong yang dililit dengan daun aren atau enau.

Soal rasa tidak ditanya lagi, Bulayak bercita rasa lebih gurih daripada lontong pada umumnya. Dipadu dengan sambal kacang dan tusukan sater yang dibakar empuk. Sudah cukup membuat ngiler dan berkata “pak, masih lama ya satenya?”.

lombok-sate
Pak, sudah matang belum?, tanyaku sambil ngiler.

Diantara beberapa tempat di atas sebenarnya pulau Lombok memiliki banyak lagi destinasi yang belum sempat saya kunjungi. Mungkin next time bisa main ke Sembalun, syukur-syukur sekalian mendaki ke gunung Rinjani.

Jadi, apa destinasi favoritmu di Lombok? Ikutan tulis di kolom komentar ya 🙂

2 Comments
Share
menjelajah-indahnya-wakatobi

Wow, like a dream come true. Beruntung banget di penghujung tahun 2017 saya berkesempatan pergi ke Wakatobi, GRATIS lagi. Mengapa? Karena menurut saya modal piknik ke Wakatobi cukup mahal, apalagi untuk ukuran kantong karyawan saya. Tidak heran jika kebanyakan yang mlancong kesana itu mayoritas bule dan orang yang berdompet tebal.

Kalo nama Wakatobi pasti sering kalian dengar. Tapi, dimana sih tepatnya lokasi Wakatobi itu? Itu tempat apaan sih sebenernya? Nah, saya juga baru mencari tahu pas mau jalan kesana.

Ternyata, Wakatobi itu sebuah kabupaten yang terdiri dari beberapa pulau. Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, disingkat menjadi WAKATOBI. Akronim yang sangat efektif dan mudah diingat. Sebelumnya saya mengira Wakatobi hanya satu pulau.

Dan yang lebih seru adalah, kali ini saya berkesempatan untuk menjelajahi kelima pulau tersebut dalam satu rangkaian trip. Tuhan memang maha surprise, bisa aja nge-bikin saya bahagia. Alhamdulillah.

Wakatobi disebut-sebut sebagai surga bahari Indonesia. Karena terletak di segitiga karang terbaik di dunia. Alhasil, Wakatobi sangat dikenal oleh para penyelam mancanegara sebagai salah satu spot diving terbaik di dunia. Indonesia harus bangga punya Wakatobi.

WAKATOBI-pantai-kulati-02_whoisayiph
Salah satu pantai indah yang terdapat di desa Kulati | Photo : Putu Aditya Nugraha

Namun, dimana-mana yang namanya ‘surga’ itu butuh perjuangan ekstra untuk meraihnya. Tidak cukup 12 jam perjalanan dari Jakarta menuju Wangi-Wangi, pulau terbesar yang menjadi pusat dari Kabupaten Wakatobi. Sebenarnya perjalanan melalui udara jika ditotal hanya memerlukan waktu sekitar 4 jam saja. Dari Jakarta ke Kendari 3 jam, ditambah Kendari ke Wakatobi sekitar 45-60 menit. Namun karena jadwal penerbangan yang belum cukup banyak, ditambah lagi delay karena cuaca menjadikan jeda transit begitu terasa lama. Tapi, begitu sampai di Wangi-wangi, semua penantian itu bakal terbayar impas…pas…pas…hehehe.

Nah, apa saja sih aktivitas yang kalian bisa lakukan di Wakatobi?

Diving, Snorkeling, dan Berenang, yang pasti main air.

WAKATOBI_roma-reef-tomia_whoisayiph
Salah satu spot andalan kegiatan menyelam di Wakatobi | Photo : Putu Aditya Nugraha

Sebuah pemandangan yang menurut saya sangat breathtaking. Gugusan terumbu karang terlihat seperti konstelasi bintang di malam hari. Dari atas aja begitu cakepnya, apalagi kalo dilihat dari bawah laut ya?

WAKATOBI_spot-diving_whoisayiph
Siapa sih yang tidak ingin ikuk nyebur? | Photo : Putu Aditya Nugraha

Ngapain ke Wakatobi kalo enggak nyemplung? Mungkin tujuan banyak orang datang kesini adalah untuk mencoba salah satu spot menyelam terbaik di dunia. Banyak spot terumbu karang yang tersebar di Wakatobi, yang paling banyak mungkin di sekitar pulau Tomia. Seperti saya yang berkesempatan untuk menjajal Roma Reef yang terletak di sebelah barat pulau Tomia. Titik selam ini memiliki kedalaman sekitar 15-25 meter dengan visibility yang sangat bagus. Jadi kamu bisa dengan jelas melihat indahnya gugusan terumbu karang yang membentuk taman indah di bawah laut. Biota lautnya pun sangat beragam. Dari berbagai jenis ikan mulai dari clown fish atau ikan badut, sampai barakuda yang membentuk formasi barisan menawan. Kamu juga bisa berenang berdampingan dengan penyu yang lucu.

WAKATOBI_menyelam-bersama-penyu_rahman-kabuik
Asik kan, lebih mudah nyelam bareng penyu dari pada menyelami isi hatimu | Photo : Dive-Indonesia

Masih di sekitar pulau Tomia, terdapat pula titik selam yang tak kalah menarik seperti Cornucopia dan Coral Garden. Senada dengan namanya, titik selam ini memiliki berbagai macam biota laut yang menghiasi layaknya taman di bawah laut.

WAKATOBI_scuba-diving-roma-reef_rahman-kabuik
Wakatobi sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu spot menyelam terbaik di dunia. | Foto : Dive-Indonesia

Bagi kamu yang belum memiliki lisensi menyelam jangan kuatir. Snorkeling aman dan ceria di perairan dangkal sudah cukup akan membuatmu berdecak kagum.

Belajar menenun di Kaledupa.

Bergeser ke pulau Kaledupa, atau pulau dengan tingkat kesuburan tanah tertinggi di Wakatobi. Berbeda dengan pulau-pulau lain, menurut saya Kaledupa memang terlihat lebih hijau. Dengan struktur tanah yang lebih gembur di bandingkan dengan tanah di pulau lain yang di dominasi batu karang.

Tenang ini bukan berantem beneran kok. Hanya pertunjukan seni bela diri silat khas Buton.

Beruntungnya saya, ketika baru sampai di Kaledupa saya langsung disambut atraksi seni bela diri yang diiringi oleh musik tradisional. Lalu mencicipi air kelapa muda sebelum berjalan kaki lumayan jauh menyusuri pedesaan menuju ke sentra produksi kain tenun. Memang mayoritas warga perempuan di Kaledupa, khususnya ibu-ibu mengisi kesehariannya dengan kegiatan menenun. Alat tenun yang mereka gunakan pun masih tradisional. Kalian juga bisa minta diajari lho. Memang terlihat susah di awal, tapi kalau sudah tahu caranya pasti sangat mengasyikkan.

WAKATOBI_tenun-buton-desa-pajam_whoisayiph
Mayoritas wanita dari Desa Pajam jago menenun, sepertinya ini tempat belajar yang cocok.

Pada umunya motif kain tenun tradisional Wakatobi dibagi menjadi dua, yaitu motif untuk laki-laki dan perempuan. Untuk laki-laki motifnya lebih ke kotak-kotak, dan untuk perempuan dibuat dengan motif garis-garis horizontal. Proses pengerjaan satu kain bisa berlangsung lama, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Kamu pasti ga ada waktu untuk menyelesaikan satu kain. Tapi tenang, ada kakak-kakak cantik yang berjualan kain yang sudah jadi. Bebas pilih motif dan warna sesuka kamu, lalu bayar dengan harga kisaran Rp. 300.000,- sampai Rp. 500.000,-. Cocok untuk oleh-oleh emak dirumah. Hehehe.

Menjelajah hutan mangrove dengan menggunakan perahu.

Masih di pulau Kaledupa, setelah puas belajar menenun kamu bisa menuju dermaga untuk menjelajahi hutan mangrove dengan perahu. Perjalanan dari dermaga ke hutan mangrove memakan waktu sekitar 15-20 menit. Ditengah perjalanan kamu juga melewati pemukiman suku Bajo yang berdiri di atas air.

WAKATOBI_hutan-mangrove_whoisaiph
Suasana tenang dan sunyi akan terasa ketika kamu naik perahu menjelajahi hutan mangrove | Photo : Putu Aditya Nugraha

Hutan mangrove di Kaledupa ini cukup luas. Namun sayang ketika saya bertanya ke pemandu perjalanan, mereka tidak bisa menyebutkan berapa luas pastinya. Dikarenakan proses mapping nya belum selesai. Hehehe, jadi pokoknya luas deh. Sensasi tenang menyusuri rimbunnya hutan mangrove bisa menjadikan sarana relaksasi.

Menjelajah pantai cantik yang tidak ada habisnya.

Jika kamu pergi ke Wakatobi untuk mencari pantai, kamu sangat tidak salah tujuan. Karena setiap pulau di Wakatobi terdapat pantai yang memukau dan relatif sepi. Serasa pantai-pantai itu hanya menjadi milikmu.

WAKATOBI_pantai-kulati_whoisayiph
Pantai indah yang masih sangat sepi di Desa Kulati, serasa cuma punya kamu kalo main kesini | Photo : Putu Aditya Nugraha.

Berkunjung ke pemukiman Suku Bajo.

Nah, ini yang tidak kalah unik juga. Warga Bajo yang terkenal sebagai ‘manusia laut’, karena mereka menggantungkan hidupnya berdampingan dengan laut. Mulai dari mata pencaharian sebagai nelayan, sampai membangun pemukiman di atas laut.

WAKATOBI_pemukiman-suku-bajo-01_whoisayiph.jpg
Suku Bajo memang terkenal sudah menjadi satu dengan laut | Photo : Putu Aditya Nugraha

Tidak hanya satu, pemukiman suku Bajo tersebar di beberapa tempat di daerah Wakatobi. Untuk mengunjunginya, kamu dapat menyewa perahu kecil yang akan mengantarmu ke dermaga pemukiman suku Bajo.

WAKATOBI_pemukiman-suku-bajo_whoisayiph
Suku Bajo yang terbiasa menyatu dengan laut.

Sehari mengunjungi pemukiman suku Bajo, kamu akan merasakan keunikan yang tidak ada habisnya. Bagi saya, masyarkat suku Bajo lucu-lucu. Tercermin dari bahasa keseharian dan keramahan apabila dikunjungi oleh pendatang.

Mencicipi makanan restoran di atas karang.

Hari-hari terakhir di Wakatobi akan terasa berkesan bila kamu mampir sejenak ke spot kuliner satu ini. Namanya Wasabi NUA, ini sangat saya rekomendasikan buat kamu. Walaupun namanya identik dengan bahasa Jepang, tapi kamu bisa menemukan ikan bakar dengan bumbu khas Wakatobi. Cocok untuk mengisi perut di siang hari, atau ngobrol sambil menyeruput kopi di malam hari.

WAKATOBI_restoran-diatas-karang-wasabinua_whoisayiph
Tempat yang spesial untuk makan siang dan ngopi-ngopi cantik di Wakatobi.

Wasabi NUA bisa kamu temukan dengan panduan peta digital di bawah ini,

Menurut berita, Wakatobi termasuk 10 destinasi prioritas pemerintah dalam bidang pariwisata. Semoga kedepannya akses ke Wakatobi semakin mudah dan murah, sehingga terjangkau untuk semua lapisan masyarakat Indonesia. Khususnya untuk karyawan seperti saya, jadi bisa sering main-main deh ke Wakatobi.

Karena waktu efektif saya menjelajah Wakatobi hanya 6 hari, maka kegiatan diatas yang bisa saya ceritakan. Saya tunggu kamu untuk menjelajah Wakatobi dan menceritakan pengalaman seru lainnya dalam sudut pandangmu.

WAKATOBI_bocah-dermaga_whoisayiph
Kakak-kakak pembaca yang budiman, ditunggu bocah-bocah dari Wakatobi nih. Jadi, kapan mau main kesini?

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

0 Comments
Share
sate-bulayak-kuliner-khas-lombok

Belum sah rasanya meninggalkan pulau Lombok Nusa Tenggara Barat tanpa mencicipi sate Bulayak khas pulau ini. Kebetulan pada hari terakhir kami menemukan warung sate Bulayak tepat ketika keluar dari toko oleh-oleh Sa Saku. Memang sudah takdir, kita dipertemukan dengan sate yang dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera.

Tanpa banyak pertimbangan, mampirlah kami pada warung makan yang menempati bangunan semi permanen di pinggir jalan. Waktu itu masih pagi, sekitar jam 10.00 WITA, kondisi warung baru buka dan masih sepi pengunjung juga. Kebetulan juga, tidak perlu lama-lama mengantri untuk menikmati makanan ini. Sekalian bisa ngobrol sejenak sambil mengintip proses pembuatannya. Penjualnya adalah sepasang suami istri yang nampak bekerja dengan serasi. Si ibu yang bertugas menusuk, lalu si bapak mengipasi tusukan daging yang berjajar di atas tungku pembakaran.

sate bulayak lombok
Romantisme suami istri penjual sate.

Sebetulnya proses pembuatannya tidak berbeda dengan sate-sate pada umumnya di Indonesia. Ya namanya sate itu kayak gimana lagi sih bentukya. Tapi jangan salah, yang membedakan sate Bulayak dengan sate-sate lain adalah bumbunya. Penasaran?

Sate Bulayak adalah sate daging sapi yang dilumuri bumbu khas Lombok. Bumbu khas ini terdiri dari kacang tanah yang telah disangrai, lalu direbus bersama santan dan bumbu dapur lainnya. Sehingga rasa bumbu ini menyerupai kuah kari dan agak encer.

sate bulayak lombok
Satu porsi Sate Bulayak siap disantap.

Menu Sate Bulayak disini terbagi menjadi dua, yaitu sate daging yang hanya berisi daging sapi saja. Juga sate campur yang terdapat juga jeroan di dalamnya. Seperti namanya, penyajian sate ini dihidangkan bersama potongan Bulayak. Bulayak sendiri adalah sebutan lontong di pulau Lombok.

Satu porsi terdiri dari 10 tusuk sate yang beraroma harum dan bertekstur empuk. Lidah saya mendeteksi rasa gurih bercampur pedas yang terkandung di dalam bumbu sate. Harga seporsinya berkisar antara 15.000 sampai 20.000, tergantung seberapa banyak tusuk sate yang ingin kita ikut sertakan.

Jalan jalan ke Lombok, jangan lupa makan sate Bulayak, lalu main ke pantai mengejar ombak. Hari ini aku gembira sampai tertawa terbahak, melihat saldo ATM masih banyak. Bisa buat piknik lagi deh. Hehehe

0 Comments
Share