panduan-liburan-ke-situgunung-sukabumi

Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi belakangan ini menjelma menjadi tujuan liburan yang menyenangkan. Lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, serta banyaknya obyek wisata alam yang bisa dikunjungi. Menjadikan Taman Wisata Situgunung Sukabumi menjadi pilihan yang tepat untuk berpetualang di akhir pekan.

Sebut saja Curug Sawer, Danau Situgunung, dan yang terbaru adalah Sukabumi Suspension Bridge merupakan deretan nama yang menjadi tujuan utama wisata di Situgunung. Lokasi kawasan wisata alam Situgunung tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jika kamu dari Jakarta bisa menggunakan rute berikut,

Naik KRL menuju stasiun Bogor.

SUKABUMI - stasiun bogor-taufik_mt99
Stasiun Bogor | Foto : @taufik_mft99

Berangkat dari stasiun KRL mana saja di Jakarta menuju stasiun KRL akhir di Bogor. Selain untuk menghindari macetnya jalan raya, KRL menjadi pilihan yang murah untuk menuju kota Bogor. Asal pilih waktu yang tepat untuk menghindari padatnya penumpang KRL. Anak KRL pasti sudah hafal betul jadwalnya.

Dari stasiun Bogor langsung menuju stasiun Paledang.

Tiba di stasiun Bogor, segera bergegas menuju stasiun Paledang. Letak stasiun Paledang tidak terlalu jauh dari Stasiun Bogor. Dari pintu keluar stasiun Bogor, naik JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) menuju arah stasiun Paledang . Jalan kaki tidak sampai 5 menit kamu sudah berada di depan Stasiun Paledang.

Stasiun Paledang tergolong stasiun kecil dan masih menjadi bagian dari stasiun Bogor. Bangunannya yang seumprit dan tersembunyi di balik kompleks pertokoan. Di depan stasiun Paledang juga tersedia banyak warung. Jadi tenang, apabila waktu menunggu kereta datang masih lama. Kamu bisa jajan-jajan dulu disana. Soto mie nya sedap banget lho.

Jangan lupa ya pesan tiket kereta stasiun Paledang (PLG) ke stasiun Cisaat (CSA) jauh-jauh hari. Karena sering habis apabila pesannya mepet. Apalagi jika bersamaan dengan akhir pekan. Harga tiket kereta Pangrango ke Sukabumi adalah Rp. 35.000,- untuk kelas ekonomi, dan Rp. 80.000,- untuk kelas eksekutif.

Naik kereta Pangrango kemudian turun di stasiun Cisaat

SUKABUMI-stasiun-cisaat-sukabumi-eskapisme
Jangan lupa turun di stasiun Cisaat, satu stasiun sebelum stasiun terkahir Sukabumi. Mau tau kemana kita akan pergi? Tunggu Cisaat lagi… / @elsafaradilaa

Besar kemungkinan kamu tidak akan salah kereta sih, karena stasiun Paledang hanya melayani rute ke Sukabumi menggunakan kereta Pangrango. Dalam satu hari ada 3 jadwal pemberangkatan Paledang – Sukabumi PP, yaitu pukul 07.50, 13.10, dan 18.30.

Dari stasiun Cisaat bisa lanjut menuju gerbang Taman Wisata Alam Situgunung menggunakan moda transportasi angkot dengan tarif 15.000 per orang, atau menggunakan jasa taksi online sekitar 50,000 per trip.

Taman Wisata Alam Situgunung masih merupakan bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango. Untuk masuk kawasan ini kamu perlu membayar tiket yang harganya bervariasi, tergantung dari hari dan jenis kegiatan. Berikut rinciannya,

  • Harga Tiket Wisata Taman Nasional Situgunung Rp. 16.000,-/orang per hari untuk weekdays, dan Rp. 18.500,- untuk weekend. Mencakup fasilitas seperti karcis masuk, asuransi, jasa wisata Curug Sawer dan Danau Situgunung.
  • Sedangkan untuk yang berkemah atau camping, dikenakan biaya sebesar Rp. 24.000,- untuk 2 hari 1 malam pada weekdays, dan Rp. 29.000,- pada weekend. Juga mencakup fasilitas karcis masuk, asuransi, jasa wisata Curug Sawer dan Danau Situgunung.
  • Tiket untuk melintasi Suspension Bridge juga terpisah seharga Rp. 50.000,-/orang.
  • Parkir motor Rp. 5.000,- dan parkir mobil Rp. 10.000,-

Harga tiket yang bisa dibilang sangat terjangkau untuk menikmati segarnya udara dan asrinya alam di Kawasan Taman Wisata Situgunung Sukabumi. Sudah tidak sabar ingin ke Situgunung Sukabumi? coba intip dulu apa saja yang bisa kalian temukan di sana.

Camping Ground

SUKABUMI-camping-ground-situgunung sukabumi-eskapisme
Spot Camping Manja

Bagi yang gemar berkemah atau camping di akhir pekan, Situgunung Sukabumi merupakan salah satu pilihan yang tepat. Tersedia beberapa spot camping seperti Bungbuay, Bagedor dan Kaliandra. Nilai tambah camping di Situgunung adalah, adanya akses ke beberapa tempat wisata alam. Jadi camping kita ga garing-garing amat lah.

Lokasi camping juga sangat nyaman. Tersedia juga toilet dengan sekitar 5-10 pintu per spotnya. Jadi tidak usah khawatir apabila ada panggilan alam mendadak dan bersamaan. Hehehe.

Ketika akhir pekan tiba, siap-siap saja untuk berebut spot camping dengan para pecinta camping yang lain. Agar bisa dapat spot camping yang sesuai dengan keinginan. Ada baiknya mulai mendirikan tenda sesegera mungkin.

Untuk masalah komunikasi, sejauh pengalaman camping di spot Bungbuay, kami masih mendapat sinyal 3G dengan provider berlogo merah.

Baca Juga : Sejenak Santai Kayak di Pantai Lombok

Curug Sawer

SUKABUMI-curug-sawer-situgunung sukabumi-eskapisme
Curug Sawer Situgunung Sukabumi. / Foto : @arifyunanpratama

Sebelum kesana, sebaiknya kita persiapkan fisik terlebih dahulu. Karena kita akan dihadapkan perjalanan sepanjang 2 kilometer dengan trek naik turun yang lumayan menantang. Tapi jangan kuatir, ada mamang ojek yang siap sedia mengantar ke Curug Sawer dengan harga Rp. 35.000,-.

SUKABUMI-hammock-curug-sawer-eskapisme
Lepas tertawa sejenak / @lilputi

Proses tidak mengkhianati hasil kok, setelah perjalanan yang lumayan akhirnya kita bisa menjumpai eksotisnya air terjun di Sitununung tersebut. Untuk yang ingin menikmati suasana tenang, disarankan untuk tiba pada pagi hari. Sebelum jam 10 lebih bagus. Karena jika sudah siangan pengunjung akan banyak berdatangan, apalagi jika itu akhir pekan.

Danau Situgunung

Tidak seperti Curug Sawer, Danau Situgunung hanya berjarak sekitar 700 meter dari pintu masuk. Untuk yang mau berjalan santai, tidak sampai memakan waktu 10 menit. Waktu yang cocok untuk ke danau ini adalah saat matahari terbit. Untuk yang ingin menjelajahi danau menggunakan rakit, bisa menyewa seharga Rp. 15.000,-.

View this post on Instagram

"Menikmati Lukisan Alam Situ Gunung, Indonesia dikarunai pemandangan alam yg luar biasa indah. Salah satunya adalah Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat, yg pemandangannya bener2 mirip lukisan. Sangat cantik diabadikan dalam kamera!" – – – – – – #danausitugunung #situgunung #sukabumi #lingkarindonesia #livefolk #folkindonesia #thebeautyofindonesia #thebeautyofnature #wonderfuldestinations #wonderfulplace #wonderfulview #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #kelilingindonesia #viewindonesia #landscape #landscapephotography #canon #niceview #kelilinginusantara #jabarjuara #mainsebentar #keluarsebetar #naturephotography #alamindonesia #backpackerindonesia ##travelingindonesia #travelgram #indonesiabanget

A post shared by Boy.R Ramadhan (@boykham7) on

Sayangnya kita tidak diperbolehkan untuk berkemah di area danau. Bayangkan jika pagi-pagi bangun disuguhi pemandangan kabut tipis meyelimuti permukaan air danau. Sangat aduhay bukan. Ini ditujukan untuk tetap menjaga kelestarian danau Situgunung itu sendiri. Sorry to say ya, tidak semua pecinta camping bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Jadi lebih baik tidak ambil resiko.

Suspension Bridge Situgunung Sukabumi

situgunung-suspension-bridge
Jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang sedang booming belakangan ini / Foto : @arifyunanpratama

Ini yang tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi. Jembatan gantung terpanjang di Indonesia, Situgunung Suspension Bridge. Membentang sepapanjang 243 meter dan setinggi 220 meter diatas jurang hutan damar. Jembatan ini digadang-gadang menjadi jembatan gantung terpanjang di Asia. Pastinya jembatan ini diharapkan menjadi ikon pariwisata baru Jawa barat, khususnya Sukabumi. Juga langganan muda-mudi pemburu tempat instagramable untuk keperluan feed sosial media.

View this post on Instagram

Di tempat paling dingin sekalipun selalu ada cerita hangat ☕

A post shared by Ramdan (@ramdanauthentic) on

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, pengunjung harus mematuhi peraturan yang terpampang di pintu masuk jembatan ya. Jangan sekali-kali dilanggar.

Baca Juga : Bermain Kaoda Oda dari Pulau Tomia, Wakatobi

Seperti tempat wisata pada umumnya, di sini dengan mudah banyak ditemui penjaja makanan dan minuman. Bahkan ketika kami baru bangun dan keluar dari tenda, sudah ada bapak-bapak nongkrong menjajakan nasi uduk hangat yang menggugah selera. Jadi, jangan takut lapar.

Biar tambah penasaran, yuk tonton video di bawah ini. Silahkan like dan subscribe channel kamu ya kawan apabila berkenan.

Nah, bagi yang sudah pernah kemari, sekarang waktunya kalian ceritakan pengalaman berkesanmu di kolom komentar. Kali aja ada tambahan informasi, atau spot-spot yang masih belum diceritakan di artikel ini.

Terimakasih, semoga bermanfaat 🙂

 


Credit untuk para #wanderanger yang turut serta dalam perjalanan ini,

@arifyunanpratama @isalkamlud @dindadt @aldiagustianwibowo @lilputi @elsafaradilaa

0 Comments
Share
destinasi-wisata-sejuta-umat-di-tokyo

Liburan ke Jepang? Pertama kali? Kemana lagi kalau bukan ke Tokyo ! Kota destinasi wisata sejuta umat (khususnya bagi para first timer seperti saya), yang menawarkan berjuta pesona (hard sell mode : ON). Bersama Kyoto dan Osaka, kota ini terkenal dengan sebutan segitiga emas destinasi wisata Jepang. Lebih tepatnya kota mainstream yang bakal paling banyak dikunnjungi oleh wisatawan.

Nah, destinasi wisata apa saja yang bisa kita temukan di ibu kota Negara JAV Samurai Biru ini ? kita mulai dengan,


Asakusa

Seakan tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, itulah kesan dari kawasan Asakusa. Memang sejak dari Era Pemerintahan Edo, Asakusa menjadi kawasan yang terkenal dengan pusat hiburannya. Sejauh pengamatan saya, ada 2 hal yang menjadi magnet utama di kawasan Asakusa.

kaminari-mon-gate-tokyo-japan-asakusa
Kaminarimon. Gerbang menuju kuil Sensoji dengan lampion raksasanya. Sumber

Pertama adalah gerbang Kaminari (ada hubungan kah dengan Kamehameha?). Lampion besar yang terletak di tengah gerbang adalah sesuatu yang tak mungkin terlewatkan. Kaminarimon, yang berarti Gerbang Petir merupakan titik awal ketika hendak menjelajahi kawasan Asakusa.

Jangan lupa mampir untuk sekedar berfoto di depan lampion megah ini.

Nakamise Shopping Street
Nakamise Shopping Street. Sumber

Lanjut masuk melewati gerbang Kaminari kita akan disambut dengan Nakamise Shopping Street. Area belanja yang terbentang sepanjang 200 meter menuju Hozomon, gerbang kedua sebelum bangunan utama Kuil Sensoji.

Tips : Setiap minggu ketiga di bulan Mei diadakan festival Sanja Matsuri, yang merupakan perayaan bagi tiga pendiri kuil Sensoji.

Hozomon-gate-asakusa-tokyo
Hozomon Sensoji Templa

Nakamise shopping street didominasi dengan toko souvernir dan oleh-oleh. Menyediakan cindera mata bagi orang-orang yang selesai berdoa di Kuil Sensoji. Tapi, selain cindera mata, banyak juga jajanan unik yang bisa kamu cicipi.


Tokyo Skytree

Tidak jauh dari Asakusa, terletak bangunan paling tinggi di kota Tokyo. Namanya Tokyo SkyTree! Selain berfungsi sebagai tower antena stasiun televisi dan radio, Skytree menjadi ikon wisata baru di Tokyo. Pada area Skytree kita bisa menemukan restoran, cafe, planetarium, aquarium dan kompleks belanja dalam satu kawasan. Yang terpenting Skytree menawarkan pengalaman observasi kota dari ketinggian 450 meter.

Tokyo Skytree
Skytree. Sumber

Untuk bisa naik sampai keatas, diperlukan tiket masuk yang harganya bervariasi. Dari yang paling murah seharga 310 Yen, hingga yang termahal seharga 4000 Yen. Harga tiket tersebut dibedakan berdasarkan usia, dan area mana saja yang bisa diakses. Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca disini.

Tips : Jarak Skytree dari Asakusa tidak terlalu jauh, jalan kaki dengan rute melewati taman Sumida akan menjadi pilihan tepat ketika musim semi karena banyak bunga sakura bermekaran.

Tokyo Skytree-2
Saking tingginya bisa terlihat dari berbagai sudut Asakusa.

Jadi pertanyaannya adalah, setelah sekian lama Tokyo Tower menjadi ikon bangunan tertinggi, mengapa Tokyo masib butuh yang lebih tinggi lagi?

Jika ditilik dari fungsi utamanya, baik keduanya memiliki fungsi yang sama sebagai pemancar stasiun radio dan televisi. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, banyak gedung yang didirikan lebih tinggi dari Tokyo Tower. Otomatis gedung-gedung tersebut akan menjadi penghalang sinyal. Maka dari itu, dibangunlah bangunan yang lebih tinggi dari Tokyo Tower. Ya, Skytree ini.

Tokyo Skytree
Setelah dilihat dari dekat ternyata melengkung Skytree nya. Mungkin karena saat itu angin berhembus terlalu kencang. LOL.

Keunikan lain adalah ketinggian bangunan tersebut. Skytree memiliki tinggi 643 meter. Jika dibaca dalam bahasa Jepang, angka 643 berbunyi Musashi. Jadi dulunya daerah itu bernama provisinsi Musashi, yang mengacu pada Musashi Miyamoto. Seorang ahli pedang yang sangat dihormati pada era dulu.

View from Skytree
Pemandangan dari atas dek observasi Skytree. Sumber 

Tokyo Tower

Walaupun kiprahnya sudah tergeser dengan Tokyo Skytree, tetapi bangunan yang memiliki tinggi 333 meter ini tetap menjadi destinasi klasik yang wajib dikunjungi. Bukan hanya dikarenakan konstruksi yang mirip dengan menara Eiffel di Paris. Tokyo Tower sendiri berfungsi sebagai simbol kebangkitan kota Tokyo pada masa-masa setelah perang.

Tokyo Tower
Tokyo Tower

Tidak mau kalah dengan saudara barunya, Tokyo Tower merenovasi beberapa deck untuk menarik pengunjung. Seperti Top Deck Tour yang menyajikan ruangan observasi dengan dekorasi glitter diatas ketinggian 250 m dari permukaan laut.

Tips : Untuk mendapat foto Tokyo Tower dengan angle seperti ini, kamu bisa pergi ke Roppongi Hilss.

Tokyo Tower Night
Tokyo Tower Night

Tokyo Masonic Center

Itulah asyiknya backpackeran, sebenarnya saya tidak sengaja menemukan lokasi ini dalam perjalanan menuju Tokyo Tower. Sayang sekali tidak ada informasi yang saya dapatkan dari tempat ini. Dikarenakan sudah terlalu malam dan gedungnya sudah tutup. Yah, nampang aja dulu deh mumpung nemu simbol ini.

Tokyo Masonic Lodge
Conspiracy is REAL sodara-sodara. Wasapadalah!!!

Asli, saya sangat girang sekali. Bisa membuktikan bahwa persaudaraan rahasia Freemason itu nyata adanya. Apalagi bagi penggemar teori konspirasi sekaligus karya sastra The Da Vinci Code Series karya dari Dan Brown seperti saya.


Akihabara

Akihabara Street.
Akihabara Street.

Jika kamu penggemar komik, manga, anime, atau idol gruop AKB48. Mungkin kamu serasa naik haji kalau kesini. Ya, minimal umroh lah kalau tidak haji. (NO SARA).

Gundam x AKB Cafe
Gundam dan AKB48 Cafe yang saling berhimpitan dibawah rel kereta stasiun Akihabara.

Memang Akihabara atau AKB terkenal dengan surganya anime, manga, komi, game, dan segala pernak perniknya. Sebenarnya tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena saya bukan penggemar itu semua. Yang jelas, kamu harus mampir di tempat-tempat terkenal seperti Gundam Cafe, AKB48 Cafe, Akihabara Culture Zone, atau Mandarake Complex. Lalu carilah barang yang hanya bisa ditemukan disana.


Odaiba

Odaiba adalah pulau buatan yang terpisah dari kota Tokyo. Pulau ini dahulunya dibuat untuk sebagai benteng pertahanan pada masa perang. Seiring berkembangnya zaman, Odaiba bertransformasi menjadi pusat hiburan dan perbelanjaan baru.

Odaiba Eye.
Odaiba Eye.

Karena menurut saya Odaiba terasa spesial, silahkan baca tentang odaiba pada posting Menikmati Sore di Pulau Buatan Odaiba.

Sahabat saya yang bekerja dan tinggal di Tokyo bilang, “kalau mau katam (re:tamat), jalan-jalan di Tokyo, sebulan aja belum tentu cukup”. Ternyata masih banyak sudut ibukota Jepang ini yang menunggu kamu jelajahi.

Jadi, kapan kita jalan ke Tokyo?

0 Comments
Share
sehari-menjelajahi-osaka

Setelah lebih dari 7 jam melayang di atas udara. Akhirnya terdengar juga suara pilot mengisyaratkan untuk posisi pendaratan kepada seluruh penumpang dan awak kabin. Dari celah jendela sudah terlihat Kansai International Airport yang seakan mengapung di atas air laut. Hentakan roda pesawat ke tanah, menimbulkan goncangan yang cukup kuat untuk membangunkan penumpang yang masih tertidur. “Yes, we arriving. Welcome to Japan”, ucap Yusuke. Nihonjin yang baru saya kenal sebelum pesawat terbang meninggalkan Kuala Lumpur. Osaka adalah kota yang berhasil saya singgahi saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang. Pengalaman pertama ribuan mil perjalanan jauh dari tempat tinggal. Oke, petualangan sudah dimulai. Tetapi karena waktu yang terbatas, saya hanya berkesempatan menjelajahi Osaka sehari saja.

Untuk yang pertama kali ke Jepang seperti saya, Osaka memang cocok sebagai kota perkenalan. Tidak seramai Tokyo, tapi banyak hal yang tak kalah seru juga untuk dijelajahi. Singkat kata banyak pengalaman baru yang kita bisa rasakan di Jepang. Untuk itu, saya coba merangkum cerita perjalanan menjelajahi Osaka dalam 24 jam.

Dimulai dengan,

Naik Kereta Pertama Kali di Jepang.

kereta haruka express
Haruka Express, ini kereta yang pertama kali saya tumpangi di Jepang.

Hampir saja saya mengalami nasib buruk, ketika tertahan di ruangan interogasi Imigrasi Bandara Kansai. Untungnya keberuntungan masih berada di pihak saya. Setelah lepas dari jeratan petugas imigrasi, tugas pertama yang harus di kerjakan adalah menuju kota Osaka. Ya, ini adalah pengalaman pertama kali naik kereta di Jepang.

Waktu itu saya membeli paketan tiket kereta Haruka Express rute Bandara-Osaka PP dan ICOCA dengan saldo 2000 YEN. Pertimbangannya adalah memang ICOCA akan sangat berguna sekali selama di Osaka. Kedua, bandara Kansai akan menjadi gerbang kepulangan dikemudian hari. Selain itu, jika beli sepaket, harga kereta Haruka PP jadi lebih murah dibanding ngecer.

Untuk yang berminat beli bisa mampir kesini.

Menginap di Guesthouse.

guesthouse_2
Atas nama pengiritan, mari kita masuk ke dalam. Doakan saya semoga di trip selanjutnya bisa memilih akomodasi yang lebih mevvah.

Setelah perjalanan dengan kereta Haruka Express selama hampir 50 menit, saya turun di stasiun Tennoji. Disambung dengan mengendarai kereta bawah tanah dari Tennoji menuju ke Namba. Setelah turun di stasiun Namba, berjalan kaki sebentar kurang lebih 15 menit (biasa, nyasar dulu dikit) menuju ke guesthouse yang sudah saya pesan.

Pengalaman pertama kali menginap di guesthouse adalah ketika berada di Singapura pada 2 hari sebelumnya. Tetapi guesthouse di Jepang ini menurut saya sangat futuristik. Semuanya bersih, dan tertata rapi. Akhirnya disini saya menemukan toilet yang penuh dengan tombol, seperti pada foto-foto di internet. Untungnya ada tempelan manual berbahasa Inggris, jadi tidak perlu bingung dengan aksara Jepang.

Jalan-Jalan Malam di Area Dotonbori – Shinsaibashi

Jembatan Dotonbori
Jembatan Dotonbori

Karena guesthouse yang saya naungi terletak dekat dengan pusat keramaian, maka tidak ada alasan untuk berlama-lama di sana. Setelah membersihkan diri dari kotoran yang menumpuk selama 2 hari. Segeralah kaki ini berjalan-jalan menyusuri keramaian jalan di area Dotombori.

Wisata malam disini terbilang sangat lengkap. Ada jembatan yang membentang diatas sungai Dotonbori yang ikonik. Dihiasi gemerlap cahaya LED yang menempel rapi di gedung-gedung pusat perbelanjaan. Cukup untuk berjalan-jalan sambil cuti mata menikmati keramaian kota. Terdapat juga tur menyusuri sungai Dotombori dengan perahu.

jembatan dotonbori
Papan LED Glico yang ikonik, banyak menarik perhatian wisatan untuk swafoto.

Parade streetfood yang menghiasi kanan kiri jalan juga menggoda untuk dicicipi. Tidak lengkap rasanya kalau tidak jajan takoyaki dan okonomiyaki di tempat asalnya. Sebetulnya menurut saya semua jajanan disini rasanya enak-enak. Tapi yang paling enak dan terkenal adalah yang antrinya panjang, apalagi panjang banget. Betah-betahin deh nunggu.

Terpisah bebebrapa blok dari pusat keramaian, terdapat gang-gang yang menjajakan hiburan malam bernuansa privat dan premium. Kalau dilihat dari luar ya, rata-rata hiburan yang disajikan khusus dewasa. Hi.. karena masih kecil, saya ngeloyor aja sambil mengamati petugas klab yang menawarkan paket hiburan di pinggir jalan.

Malam semakin larut, saat nya kembali ke penginapan untuk mengisi tenaga.

Nitip Tas di Stasiun Umeda

coin locker
Tas gede mu bisa dititipkan disini. Harganya mulai dari 300-600 YEN, tergantung seberapa besar ukurannya.

Setelah menyelesaikan sarapan dan ritual pagi yg lainnya. Waktunya check-out dan melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama adalah stasiun Umeda, untuk menitipkan ransel yang agak besar di koin loker. Lalu lanjut menuju stasiun Osaka Castle.

Cukup masukkan koin pecahan 100 Yen sebanyak 3 kali kedalam lubang. Tutup pintu dan putar kunci, kemudian simpan kunci di tempat yang sangat aman. Jangan sampai hilang ya, bisa jadi perkara nanti.

coin locker_2
Jangan sampai kelupaan menyimpan kuncinya dimana.

Jika tidak punya koin, bisa menukarkan uang kertas lembaran ke beberapa penjaga toko di sekitar koin loker. Pada beberapa mesin koin loker sudah dilengkapi dengan pemindai uang elektronik. Jadi bisa membayar dengan menggunakan ICOCA (atau SUICA/PASMO).

Beres dengan urusan per-ranselan, langsung naik kereta menuju ke,

Osaka Castle, Dulu Istana Sekarang Museum.

istana-osaka
Istana Osaka. Wajib mampir jika ke Osaka.

Entah kenapa jika di luar negeri saya seolah sok-sokan ingin main ke museum. Mungkin karena tiketnya murah atau bahkan gratis. Mungkin juga museum disana dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang sangat menarik. Seperti Osaka Castle, istana sekaligus benteng di masa lalu, yang kini telah beralih fungsi menjadi museum dan terbuka untuk umum.

Dengan membayar 600 YEN (atau dengan menunjukkan Osaka Amazing Pass), kita bisa masuk ke dalam bangunan utama. Pada bangunan utama kita bisa menyusuri setiap lantai yang berisikan koleksi bernuansa sejarah. Spot yang paling menarik adalah layar berukuran besar yang menyajikan tafsiran lukisan Perang Pengepungan Osaka. Lanjut terus sampai di lantai paling atas, area kota Osaka bisa kita dinikmati dari ketinggian.

Ternyata berkeliling area Osaka Castle cukup membuat lelah. Untungnya banyak lapak pedagang yang siap memenuhi hasrat kelaparanmu. Karena cuaca saat itu sedang panas-panasnya, kayaknya beli es krim enak deh.

matcha-ice-cream
Kore hitotsu (ini satu), sambil jari telunjuk mengarah ke sepucuk es krim matcha yang menggoda.

Enggan berleha-leha terlalu lama, saya membuka brosur Osaka Amazing Pass yang terselip di tas. Mungkin karena masa kecil kurang bahagia ya, entah mengapa kok kepingin naik bianglala ya? Tanpa pikir panjang saya mengambil rute kereta menuju ke,

Tempozan Feris Wheel

tempozan feris wheel
Yang masa kecilnya kurang bahagia jangan malu buat naik bianglala ini. Lumayan bisa lihat pemandangan kota dari ketinggian.

Jarak dari Osaka Castle ke Tempozan cukup jauh. Kawasan pelabuhan ini berada di pinggir laut, atau lebih dekat dengan Kansai International Airport. Kalau dibandingkan dengan kawasan pelabuhan di Indonesia, Tempozan terlihat jauh lebih rapi. Entah mengapa tidak tercium bau khas pelabuhan di tepian laut. Tapi tetap, banyak garam yang menempel pada kulit dan rambut.

Lingkaran besar yang menjulang di angkasa sudah terlihat walau dari kejauan. Tidak terlalu sulit menemukan bianglala ikonik tersebut.

Ternyata benar, mayoritas yang naik bianglala ini adalah rombongan keluarga beseta anak-anak mereka. Minimal ya pasangan muda romantis yang baru jadi-jadinya. Tentu saja kesendirianku ini pasti membuat aneh para gadis lucu penjaga bianglala. Walaupun mereka tetap tersenyum layaknya kepada pengunjung yang lainnya. Pasti dibelakang mereka mencibir (maafkan prasangka buruk saya).

Pemandangan kota pinggir laut yang rapih.

Dari atas pemandangannya asik. Kawasan gudang pinggir laut yang rapi dan bersih. Terlihat juga jembatan berwarna merah menyala yang menghubungkan dengan Bandara Kansai.

Jalanan Osaka yang ruwet tapi tidak macet.

Setelah turun dari Tempozan Feris Wheel, pada saat melewati pintu keluar saya ditawari sebuah cetakan foto. Ternyata itu adalah foto dengan gaya kampungan saya ketika diambil sebelum naik oleh gadis penjaga bianglala. Tentu saja saya tolak dengan halus, karena tidak tercover oleh Osaka Amazing Pass. Maaf nya mbak, bukan maksud melukai hatimu. Tetapi saya harus ngirit.

Puas kesampaian naik bianglala sambil mengamati Osaka dari udara. Kini saatnya mengarungi lautan menggunakan,

Santa Maria Cruise Ship

santa-maria-ship
Berlayar di sekitaran pantai Osaka. Foto : Pixabay

Lokasi dermaga berada tepat di belakang Tempozan Feris Wheel, berdekatan dengan Osaka Aquarium. Jadwal keberangkatan setiap sekitar 60 menit sekali, dengan biaya 1600 YEN (tercover Osaka Amazing Pass).

Replika kapal yang digunakan oleh Colombus untuk menjelajahi dunia ini, akan mengajak berputar-putar mengarungi pantai Osaka selama 50 menit. Tentu saja dengan bonus panduan perjalanan berbahasa Jepang gratis nonstop lagi, yang tersiar dari pengeras suara diatas kapal.

Untungnya arus air laut saat itu sangat tenang, jadi tidak sampai membuat orang-orang mabuk laut. Tentu saja merepotkan kru kebersihan kapal kalau itu sampai terjadi.

osaka red bridge
Dari replika kapal Santa Maria kita bisa melewati bagian bawah Osaka Red Bridge yang ikonik.

Matahari mulai memerah, tak terasa sore menjelang dan petang akan datang silih bergantian. Sebelum berganti malam, saatnya berpindah lokasi ke,

Umeda Sky Building

from umeda sky
Pemandangan kota Osaka menjelang senja.

Bangunan tertingi di Osaka ini memang menawarkan pemandangan senja yang memikat. Gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang, serta timelapse pergantian cahaya matahari dengan gemerlap lampu malam cocok bagi para pemburu foto.

Lokasinya tidak jauh dari stasiun Umeda dan dapat ditempuh sekitar 10 menit jalan kaki. Jika berniat mengunjungi Umeda Sky Building pada waktu menjelang senja. Kita bisa merasakan pengalaman berjalan kaki ditengah ramainya pada karyawan yang baru saja pulang dari kantor.

Setelah membayar biaya sebesar 1000 Yen, kita bisa menggunakan lift berkecepatan tinggi menuju puncak bangunan. Bangunan Umeda Sky Building ini terdiri dari 39 lantai dengan ketinggian total 173 meter dari atas tanah.

umeda-sky-view-1
Suasana kota Osaka selepas senja. Asik ya.

Oh iya, untuk mendapat pemandangan yang indah. Lebih baik datang lebih awal, karena semakin petang wisatawan pasti bertambah banyak. Tentu akan menyulitkan apabila ingin berburu foto yang ciamik.

Nah itu dia beberapa tempat yang sempat saya singgahi ketika berkunnjung di Osaka. Pastinya masih banyak lagi tempat menarik yang layak untuk dicoba di lain waktu. Jadi, mau kemana kalau kamu ke Osaka? Tulis di kolom komentar ya.

Terimakasih.

0 Comments
Share
santai-kayak-di-pantai-lombok

Siapa tidak kenal dengan Lombok. Pulau yang berada di sebelah barat provinsi Nusa Tenggara Barat ini sudah lama terkenal dengan jajaran pantai yang indah. Berbeda dengan Bali yang selalu ramai dengan wisatawan. Lombok menjadi alternatif bagi yang ingin mencari wisata pantai yang tenang. Bisa saja habis bersenang-senang di Bali, terus lanjut berpetualang ke Lombok.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menuju pulau Lombok. Antara lain lewat udara dengan tujuan Lombok International Airport, atau lewat jalur laut salah satunya menuju pelabuhan Lembar.

Lalu destinasi apa saja sih yang bisa kita jelajahi di Lombok?

Mengabsen satu persatu pantai indah yang masih alami.

lombok-mancing-pantai-mawun
Tiga orang yang sedang melatih kesabaran.

Tidak perlu diragukan lagi, Lombok memang terkenal dengan pantainya yang indah nan alami. Sebut saja Senggigi, Mawun, Selong Belanak, Kuta, dan masih banyak pantai lainnya yang belum terjamah. Butuh waktu seminggu lebih apabila setiap hari kita mengunjungi pantai di Lombok satu persatu.

lombok-senggigi
Lengkungan garis pantai yang eksotis

Mengeksplor pantai di Lombok termasuk kegiatan wajib yang mengasyikkan, apalagi jika menyewa sepeda motor. Rute menuju pantai kebanyakan melewati jalan besar, lalu jalan kecil, masuk kampung, dan sampai di pantai. Kebanyakan pantai di Lombok gratis biaya masuknya, paling cuma bayar parkir dan beli air kelapa untuk ikut berpartisipasi menjalankan roda perekonomian lokal.

lombok-hill
Salah satu spot terbaik untuk melihat pantai dari ketinggian.

Untuk yang butuh transportasi selama di Lombok saya memakai jasa Lombok Pirates. Melayani sewa motor dan mobil. Ownernya ramah pula, bisa di booking dulu jauh-jauh hari. Untuk pickup point biasanya di Lombok kota sekitar terminal bus Damri. Cocok untuk yang dari bandara langsung menuju ke kota menggunakan bus Damri.

Menikmati panorama dari ketinggian Malimbu Hill

lombok-hill2
Walapun panas tetap saja terasa adem, karena ada kamu.

Malimbu Hill adalah salah tempat yang wajib dikunjungi. Karena dari Malimbu Hill kita bisa melihat lengkungan indah pantai Senggigi. Untuk yang suka eksis di sosmed, dijamin betah deh. Walaupun siang panas-panas, di bukit Malimbu terasa sejuk. Karena angin berhembus sepoi-sepoi, dan ada kamu yang meneduhkan hatiku. Eh?

Selain melihat pantai dari ketinggian, bukit Malimbu juga cocok untuk berburu sunrise di pagi hari. Cahaya matahari pagi yang memancar dari balik bukit, bisa menjadi pemandangan yang jarang-jarang ditemui di kota besar.

lombok-monyet
Monyet disini ramah, kalau kamu lagi sendirian pasti diajak ngobrol. Serius…

Hati-hati ya tapi, di bukit Malimbu masih terdapat beberapa MONYET (ngomongnya jangan menghadap gw dong) yang masih liar. Jaga jarak saja, monyetnya baik-baik kok. Tapi ya repot juga sih kalau minta gendong. Hihi. Garing.

Uji Nyali di Villa Hantu

Lombok-02
Menanti terbenamnya sang mentari sembari yoga ala-ala.

Tidak jauh dari bukit Malimbu ada salah satu bangunan bernama Villa Hantu. Informasi ini saya dapat ketika menyewa motor sih.“Katanya yang lagi ngehits sekarang villa hantu, sunsetnya bagus”. Lalu apa dong hubungan dari hantu dan sunset? Apa hantu suka nungguin sunset juga kayak manusia? Hmm…

Ternyata Villa Hantu itu sendiri adalah sebuah bangunan terbengkalai yang berada di pinggir jalan, dengan pemandangan halaman belakangnya mengarah langsung ke laut dan titik tenggelamnya matahari. Daripada nganggur, mungkin peluang itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan daya tarik.

Jadi Villa Hantu ini lebih cocok untuk dikunjungi menjelang matahari terbenam ya, bukan untuk menguji keberanianmu menghadapi penampakan. Tapi, kalo malam-malam disini serem juga sih, beneran jadi namanya Villa Hantu.

Eskapis Romantis ke Gili Trawangan.

lombok-mr
Santai dulu bisa kali Mister.

Apalagi coba tujuan ke Lombok jika tidak mengunjungi Gili Trawangan yang terkenal. Gili Trawangan adalah tempat yang sangat cocok untuk menikmati island life. Pulau kecil yang terpisah dari keramaian kota memang cocok untuk melepas penat, khususnya yang setiap hari stress dengan rutinitas pekerjaan. Disini juga tidak ada kendaraan bermotor sama sekali, jadi ga bakal deh kita mendengar suara klakson yang menyebalkan itu.

Sebenarnya pulau kecil ini bisa diputari dengan naik sepeda selama sekitar 30 menit. Kalau jalan kaki ya bisa 2 kali lipat. Banyak spot-spot pantai yang bisa dijadikan tempat chill out, sambil bermain ayunan yang tertancap bibir pantai.

lombok-kuda
Bukan kuda laut ya, tapi kuda lagi mandi di laut.

Menjelang senja biasanya banyak warga lokal memandikan kuda di tengah laut. Kuda disini dimanfaatkan tenaganya untuk menjadi penggerak Cidomo, singkatan dari cikar dokar mobil. Dinamakan demikian karena Cidomo adalah gabungan dari cikar dan dokar, dengan roda mobil yang terpasang di bawahnya. Cidomo sendiri menjadi alat transportasi andalan di Gili Trawangan.

Menjelang malam hari pulau yang siang hari terasa begitu sepi dan damai, berubah 180 derajat. Para pekerja restoran, kafe, dan bar tengah bersiap menyambut wisatawan ( mayoritas mancanegara) yang ingin menghabiskan malam panjangnya.

Mencicipi Sate Bulayak Khas Lombok

lombok-bulayak
Kuliner khas Lombok, Sate Bulayak.

Tidak komplit rasanya ketika berkunjung ke tempat baru kita tidak mencicipi makanan khasnya. Salah satu yang menjadi kuliner andalan Lombok adalah Sate Bulayak. Pada dasarnya tidak ada yang beda pada sate ini, sama-sama berisikan tusukan daging ayam, jeroan, dan daging sapi. Namun yang membedakan adalah si Bulayak-nya. Ternyata Bulayak adalah sebutan untuk lontong yang dililit dengan daun aren atau enau.

Soal rasa tidak ditanya lagi, Bulayak bercita rasa lebih gurih daripada lontong pada umumnya. Dipadu dengan sambal kacang dan tusukan sater yang dibakar empuk. Sudah cukup membuat ngiler dan berkata “pak, masih lama ya satenya?”.

lombok-sate
Pak, sudah matang belum?, tanyaku sambil ngiler.

Diantara beberapa tempat di atas sebenarnya pulau Lombok memiliki banyak lagi destinasi yang belum sempat saya kunjungi. Mungkin next time bisa main ke Sembalun, syukur-syukur sekalian mendaki ke gunung Rinjani.

Jadi, apa destinasi favoritmu di Lombok? Ikutan tulis di kolom komentar ya 🙂

2 Comments
Share
8-destinasi-populer-di-kyoto

Walaupun hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari Osaka, Kyoto memiliki atmosfir yang sangat berbeda dengan kota tetangganya. Kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Jepang di era lama itu nampak tidak sesibuk Osaka, apalagi Tokyo yang seakan tak pernah tidur. Kalo dilihat jalanan di sini lebih lengang, dan orang sini kelihatan santai-santai sih. Mungkin tekanan hidupnya lebih rendah daripada yang tinggal di kota besar.

Kyoto menjadi daya tarik sendiri untuk traveler yang hendak merasakan nuansa tradisional Jepang. Banyak kuil dan istana yang menyimpan sejarah Jepang di masa lalu. Hebatnya semua itu terawat dengan sangat baik dan tertata dengan sangat rapi untuk traveler yang hendak berkunjung.

Berikut destinasi populer Kyoto yang sempat saya kunjungi. Mungkin kamu juga tertarik,

Kiyomizu-dera

Seperti pada cerita saya sebelumnya. Saya kebetulan menginap di daerah Gojozaka, yang hanya berjarak sekitar 10 menit jalan kaki dari Kiyomizu-dera. Kuil ini termasuk yang paling populer dan ramai dikunjungi oleh wisatawan, bahkan pada hari-hari biasa. Akses kesana sangat mudah, cukup naik bus yang melewati halte Gojozaka. Ada papan arah kuil yang mengantar masuk melalui perkampungan warga dengan jalan menanjak.

Jalan menuju Kiyomizu-dera
Jalan menuju Kiyomizu-dera

Biasa, seperti jalan menuju tempat wisata pada umumnya. Banyak rumah warga yang disulap menjadi toko. Baik itu menyediakan makanan, cinderamata unik, dan juga Yukata. Persewaan yukata di Kyoto sangat laris, khususnya buat para cewek-cewek yang jalan sama cowok-cowok. Buat kenang-kenangan, lumayan bisa sekalian eksis di sosmed. Harga sewa yukata berkisar antara ¥5,000-¥25,000, sudah include jasa penataan rambut juga biasanya. Coba aja survey persewaan satu persatu, kalo mau irit nawar deh. Tapi pakai bahas Jepang ya biar cincay.

Gadis kecil yukata
Gadis kecil mengenakan Yukata

Untuk kamu yang mau prepare sewa yukata dari Indonesia juga ada lho. Jadi disana tidak perlu repot, langsung siap untuk eksis to the max. Mampir kesini aja.

Jalan menuju gerbang Kiyomizu-dera
Jalan menuju gerbang Kiyomizu-dera

Ini gerbang utama dari Kiyomizu-dera, identik dengan warna oranye yang menyala. Namun sayang ketika kesini sedang ada renovasi, jadi balkon main hall yang sangat famous itu tertutup rapat dengan kain proyek. Sebetulnya pihak manajemen dari Kiyomizu-dera sudah memberi tahu tentang renovasi ini di halaman resminya. Bisa jadi pelajaran nih, kalo besok-besok nyusun itinerary wajib riset sekomplit-komplitnya. Biar tidak kecewa waktu di tempat tujuan.

Kiyomizu-dera in renovation
Bangunan utama yang sedang direnovasi
pagoda-kiyomizu-dera
Pagoda Kiyomizu-dera

Menelusuri Kawasan Arashiyama

Sial. Lagi-lagi saya ketiduran di bus.

Seharusnya saya turun di halte samping stasiun Arashiyama, karena itu adalah spot yang paling dekat dengan banyak kawasan wisata. Namun karena pelor, saya tersesat jauh diantara pemukiman warga. Kalo dilihat dari maps melencengnya cuma sekitar 4 kilometer sih. Yasudah, sambil jalan kaki dinikmati saja.

Arashiyama sebenarnya masuk dalam destinasi favorit saya. Karena, banyak hal yang bisa difoto. Jadi perjalanan kaki sepanjang 4 kilometer, di tengah hari bolong, dan saat musim panas tidak terasa berat. Tapi ya, lumayan buat perut keroncongan juga sih. Mampir minimarket dulu deh, maklum ngirit. Belum diendorse… #eh.

Rumah sekitar Arashiyama
Rumah sekitar Arashiyama

Singkat kata sampailah di sekitar Tenryu-ji. Kuil ini adalah yang paling besar di Kyoto dan dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Tapi saya kurang tertarik untuk masuk, jadi saya jalan-jalan saja area taman dan cari-cari apa yang bisa difoto.

Kuil di area Tenryu-ji
Kuil di area Tenryu-ji

Hutan Bambu Arashiyama

Jika kamu bertanya ‘enaknya kemana ya mbah kalo ke Kyoto’ sama eyang Google, pasti dia jawabnya ini. Walaupun sudah banyak diulas dan menjadi sangat populer di kalangan traveler dunia maya. Namun tetap saja hutan bambu Arashiyama sangat menarik minat untuk dikunjungi. Nggak tau ya, tapi asik aja gitu. Jalan-jalan ditengah rimbunnya batang bambu yang menjulang keatas. Serta tiupan angin yang menggoyang batang dan membuat daunnya saling bergesekkan menimbulkan suara yang menentramkan. Tepatnya bikin ngantuk sih.

Hutan bambu Arashiyama
Hutan bambu Arashiyama

Berita bagusnya adalah masuk kesini gratis. Silahkan deh kamu mau jalan-jalan bolak-balik beratus kali juga gapapa. Tapi area hutan bambu Arashiyama ini luas banget lho. Ga kasihan apa yang mau pergi kesini bawa gandengan. Bukannya kesan yang romantis didapat romantis, malah bibir manyun yang akan terlihat. Hehe…

Jangan sedih, kalo mau eksplor hutan bambu dan kawasan Arashiyama yang lain, ada mamang-mamang becak kok yang siap nganter keliling. Bukan becak sembarang becak, ini lebih keren. Namanya Rickshaw. Tapi lumayan mahal sih, tarifnya mulai dari ¥4000 untuk 30 menit. Ya demi ‘masa depanmu’ sendiri gapapa lah merogoh kocek agak dalam.

Tukang Rickshaw yang ramah.
Tukang Rickshaw yang ramah.

Berhubung kesana tidak pakai gandengan, saya memilih untuk jalan kaki saja. Tapi saya penasaran sama itu tukang Rickshaw. Mau narik becak saja dandanannya keren banget, punya ID Card lagi. Saya jadi penasaran bagaimana cerita dibalik penarik Rickshaw itu. Pasti menarik… #kepodeh.

Tapi serius, memang cocoknya kalau kamu kesini bawa gandengan. Soalnya banyak yang niat sampai nge-hire fotografer profesional dengan lensa 70-200 L series untuk sesi foto pra-nikah. Karena penasaran saya deketin aja. ‘Hadap ke kiri, tangan masnya digandeng, hidungnya ditutup, telinganya digigit…’, lah ternyata orang kita juga yang pecicilan pre-wed sampai sini. Boleh deh, kalo ada diantara kamu yang baca mau saya fotoin juga disini. wink

Jembatan Togetsukyo

Tidak jauh dari hutan bambu kamu bisa menemukan jembatan Togetsukyo yang old school banget. Jembatan ini menjadi landmark yang sangat ikonik di Arashiyama, karena dibelakanya ada bukit dengan pepohonan yang rimbun. Kalo lewat sini pas musim semi atau gugur pasti bakal sangat mengangumkan warnanya. Sayang saya kesana pas musim lagi panas-panasnya.

Togetsukyo Bridge
Jembatan Togetsukyo yang ikonik. Sumber

Kebetulan pas lagi jalan, saya melihat ada pasangan yang menurutku lucu sih (yang cewek lebih tepatnya). Jalan-jalan berdua pakai yukata gitu. Gara-gara gatel nih tangan pengen motret, saya samperin aja lalu minta ijin mau ga difoto. Eh, mau.. yaudah deh foto aja sambil kenalan. Lumayan bisa dijadiin buat bahan tulisan. Hehehe.

Disini sih asiknya solo backpacker menurut saya. Karena traveling solo bukan berarti kita ga bisa menikmati suatu destinasi sendirian. Mau ga mau biar makin asyik, kita dituntut untuk sekedar ngobrol sama sesama traveler lain. Yah, minimal biar ga bete lah jalan-jalan sendirian.

Yuka-Takoui
Yuka-Takoui. Ciye pacaran ciye…

Menyusuri Sungai Hozugawa

Dibawah jembatan Togetsukyo mengalirlah sungai Hozugawa. Menjelajahi sungai Hozu menggunakan perahu kecil bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan juga. Secara kamu akan menelusuri sungai diantara bukit yang penuh dengan pepohonan rimbun.

hozugawa
Menyusuri sungai Hozugawa dengan perahu.

Sungai Hozugawa dulunya digunakan sebagai jalur pengiriman batang kayu untuk pembangunan kuil dan kastil di Osaka dan Kyoto. Dikarenakan sungai ini mengalir jauh dari pegunungan Arashiyama hingga ke pusat kota Kyoto. Juga jaman dahulu belum ada truk dan kereta logistik kali.

Untuk mengikuti tur sungai Hozugawa bisa menyiapkan uang ¥4,100. Bagusnya ikut tur sungai ini di bulan November-Desember, saat dedaunan berganti warna.

Hozu Tour
Hozugawa River Tour.

Kinkaku-ji

Ada banyak kuil indah di Kyoto, kalo mau didatengin semuanya mungkin nggak cukup waktu sebulan. Salah satunya adalah kuil Paviliun Emas atau Kinkaku-ji. Keunikannya dikarenakan 2 lantai teratas pada bangunan utama sepenuhnya dilapisi dengan kertas emas. Sinar matahari akan memperjelas warna emas ketika terpantul.

Kuil ini awalnya bernama Rukuonji, dibangun untuk tempat peristirahatan shogun Ashikaga Yoshimitshu. Berdasarkan wasiatnya, tempat ini berubah menjadi kuil zen untuk sekte Rinzai setelah shogun Asikaga Yoshimitsu meninggal.

kinkaku-ji
Kinkakuji, Paviliun Emas.

Bangunan utama Kinkaku-ji terletak di tengah danau dan dikelilingi pagar pembatas. Pengunjung tidak boleh masuk mendekat, hanya diperbolehkan melihat dari spot yang sudah disediakan di seberang. Sabar-sabar ya kalo mau foto dengan latar belakang Kinkaku-ji yang megah. Karena harus bergantian dengan pengunjung lain yang datang silih berganti. Disarankan juga membawa lensa agak tele jika ingin mendapat gambar detail dari depan.

Kinkaku-ji ini sebenarnya punya saingan, namanya Ginkaku-ji. Awas jangan sampai kebolak. Berbeda dengan Kinkaku-ji, Ginkaku-ji menggunakan lapisan kertas perak untuk menutupi dinding bangunannya. Serupa tak sama sih, coba saja buktikan kedua-duanya.

Ginkaku-ji
Ginkaku-ji, yang ini berlapis kertas perak. Sumber

Fushimi Inari Taisha

Menurut saya ini destinasi pamungkas yang menjadi alasan kenapa pengen banget ke Kyoto. Gimana enggak, ribuan torii (gerbang) yang tersusun rapi menuju bangunan utama di gunung Inari. Niat banget ya.

Coba tebak, torii sebanyak itu datangnya dari mana? Yang jelas bukan dari permintaan seorang gadis super cantik kepada seseorang pemuda biasa yang ingin meminangnya, seperti pada kisah Roro Jongrang. Torii sebanyak ini merupakan sumbangan baik dari perseorangan atau perusahaan yang senantiasa berdoa disini. Pada gerbang torii ada tulisan tentang siapa dan kapan torii ini disumbangkan.

Jangan ditanya ya? saya pun juga ga bisa bacanya.

inari-gate
Fushimi Inari Shrine Gate.

Selain jajaran ribuan torii yang very very instragramable, yang saya senangi ketika main kesini adalah warna oranye dimana mana. Orang-orang luar pada nyebutnya vermilion sih yang berarti ‘a brilliant red’. Kalo nanya anak seni rupa, makna vermilion kurang lebih mewakili semangat, berani, dan berkobar.

Untuk menuju Fushimi Inari Taisha sangat mudah, cukup naik kereta menuju stasiun JR Inari. Cuma ¥140 dan memakan waktu tempuh sekitar 5 menit jika berangkat dari Inari Station. Fushimi Inari selalu buka setiap hari, setiap jam dan tidak dipungut biaya. So, kenyang-kenyang dah keliling ke sana.

fushimi-inari
Vermilion Torii Tunnel Fushimi Inari Shrines.

Kawasan Gion

Penjelajahan di Kyoto saya tutup dengan mengunjungi kawasan Gion saat sore menjelang petang. Awalnya tertarik dengan sebuah kawasan di pinggir sungai yang ramai akan orang-orang. Tempatnya mirip seperti dalam komik atau film kartun Jepang. Ternyata memang warga sini gemar menghabiskan sore di tepian sungai. Ada yang piknik sambil gelar tiker dan makan, pacaran, olahraga, sampai ada yang belajar kelompok di pinggir kali.

Sungai Kamo
Warga Kyoto menikmati sore di pinggir Sungai Kamo.

Menjelang maghrib di dekat situ ada kawasan yang banyak terdapat tempat minum premium khas Jepang. Benar saja, banyak orang yang sudah berkumpul di depan salah satu tempat minum. Langsung saja saya ikut nimbrung, barangkali mau ada festival. Ternyata mereka sedang hunting Geisha yang lewat. Wah kebetulan, saya ikutan nyiapin kamera juga dong.

Geisha memang sosok yang spesial, terlebih di Kyoto dengan sebutan Maiko. Profesi Geisha adalah menghibur orang yang menyewanya, biasanya dilakukan sambil makan malam atau minum-minum. Tarifnya pun mahal, karena Geisha itu profesi yang tidak sembarangan. Geisha dituntut menguasai banyak kesenian tradisional. Ya wajar saja sih kalo tarifnya mahal.

geiko
Gini-gini cepet banget jalannya. Walaupun kelihatan ribet Kimononya.

Ketika ada Geisha lewat, orang-orang pada lari-lari menghampiri kayak wartawan yang ngejar tersangka kasus korupsi di KPK. Saking mereka ingin foto bareng sama Geisha. Ada papan aturan yang terpampang di kawasan itu. Boleh saja motret Geisha, yang tidak boleh adalah menghalangi jalan, menyentuh, atau bahkan sampai memaksa dengan kekerasan. Jadi saya sarankan bersabar, dan siapin lensa medium-tele cepat dengan respon AF yang yahud. Hehehehe.

Tapi kalo tetap saja tidak dapat bidikan yang bagus, ada kok yang jual foto Geisha dengan framming oke ukuran A4 yang berkeliling diantara para pengunjung. Tombo gelo kalo kata orang Jawa. Selain berburu Geisha, kuil Gion juga destinasi yang wajib kamu kunjungi kalo mampir kesini.

Distrik Gion
Distrik Gion

Nah itu dia tempat yang memorable buat saya ketika mengunjungi Kyoto. Mau tau dong kalo kamu favoritnya mana saja? Tulis di komentar ya…

0 Comments
Share
menjelajah-indahnya-wakatobi

Wow, like a dream come true. Beruntung banget di penghujung tahun 2017 saya berkesempatan pergi ke Wakatobi, GRATIS lagi. Mengapa? Karena menurut saya modal piknik ke Wakatobi cukup mahal, apalagi untuk ukuran kantong karyawan saya. Tidak heran jika kebanyakan yang mlancong kesana itu mayoritas bule dan orang yang berdompet tebal.

Kalo nama Wakatobi pasti sering kalian dengar. Tapi, dimana sih tepatnya lokasi Wakatobi itu? Itu tempat apaan sih sebenernya? Nah, saya juga baru mencari tahu pas mau jalan kesana.

Ternyata, Wakatobi itu sebuah kabupaten yang terdiri dari beberapa pulau. Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, disingkat menjadi WAKATOBI. Akronim yang sangat efektif dan mudah diingat. Sebelumnya saya mengira Wakatobi hanya satu pulau.

Dan yang lebih seru adalah, kali ini saya berkesempatan untuk menjelajahi kelima pulau tersebut dalam satu rangkaian trip. Tuhan memang maha surprise, bisa aja nge-bikin saya bahagia. Alhamdulillah.

Wakatobi disebut-sebut sebagai surga bahari Indonesia. Karena terletak di segitiga karang terbaik di dunia. Alhasil, Wakatobi sangat dikenal oleh para penyelam mancanegara sebagai salah satu spot diving terbaik di dunia. Indonesia harus bangga punya Wakatobi.

WAKATOBI-pantai-kulati-02_whoisayiph
Salah satu pantai indah yang terdapat di desa Kulati | Photo : Putu Aditya Nugraha

Namun, dimana-mana yang namanya ‘surga’ itu butuh perjuangan ekstra untuk meraihnya. Tidak cukup 12 jam perjalanan dari Jakarta menuju Wangi-Wangi, pulau terbesar yang menjadi pusat dari Kabupaten Wakatobi. Sebenarnya perjalanan melalui udara jika ditotal hanya memerlukan waktu sekitar 4 jam saja. Dari Jakarta ke Kendari 3 jam, ditambah Kendari ke Wakatobi sekitar 45-60 menit. Namun karena jadwal penerbangan yang belum cukup banyak, ditambah lagi delay karena cuaca menjadikan jeda transit begitu terasa lama. Tapi, begitu sampai di Wangi-wangi, semua penantian itu bakal terbayar impas…pas…pas…hehehe.

Nah, apa saja sih aktivitas yang kalian bisa lakukan di Wakatobi?

Diving, Snorkeling, dan Berenang, yang pasti main air.

WAKATOBI_roma-reef-tomia_whoisayiph
Salah satu spot andalan kegiatan menyelam di Wakatobi | Photo : Putu Aditya Nugraha

Sebuah pemandangan yang menurut saya sangat breathtaking. Gugusan terumbu karang terlihat seperti konstelasi bintang di malam hari. Dari atas aja begitu cakepnya, apalagi kalo dilihat dari bawah laut ya?

WAKATOBI_spot-diving_whoisayiph
Siapa sih yang tidak ingin ikuk nyebur? | Photo : Putu Aditya Nugraha

Ngapain ke Wakatobi kalo enggak nyemplung? Mungkin tujuan banyak orang datang kesini adalah untuk mencoba salah satu spot menyelam terbaik di dunia. Banyak spot terumbu karang yang tersebar di Wakatobi, yang paling banyak mungkin di sekitar pulau Tomia. Seperti saya yang berkesempatan untuk menjajal Roma Reef yang terletak di sebelah barat pulau Tomia. Titik selam ini memiliki kedalaman sekitar 15-25 meter dengan visibility yang sangat bagus. Jadi kamu bisa dengan jelas melihat indahnya gugusan terumbu karang yang membentuk taman indah di bawah laut. Biota lautnya pun sangat beragam. Dari berbagai jenis ikan mulai dari clown fish atau ikan badut, sampai barakuda yang membentuk formasi barisan menawan. Kamu juga bisa berenang berdampingan dengan penyu yang lucu.

WAKATOBI_menyelam-bersama-penyu_rahman-kabuik
Asik kan, lebih mudah nyelam bareng penyu dari pada menyelami isi hatimu | Photo : Dive-Indonesia

Masih di sekitar pulau Tomia, terdapat pula titik selam yang tak kalah menarik seperti Cornucopia dan Coral Garden. Senada dengan namanya, titik selam ini memiliki berbagai macam biota laut yang menghiasi layaknya taman di bawah laut.

WAKATOBI_scuba-diving-roma-reef_rahman-kabuik
Wakatobi sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu spot menyelam terbaik di dunia. | Foto : Dive-Indonesia

Bagi kamu yang belum memiliki lisensi menyelam jangan kuatir. Snorkeling aman dan ceria di perairan dangkal sudah cukup akan membuatmu berdecak kagum.

Belajar menenun di Kaledupa.

Bergeser ke pulau Kaledupa, atau pulau dengan tingkat kesuburan tanah tertinggi di Wakatobi. Berbeda dengan pulau-pulau lain, menurut saya Kaledupa memang terlihat lebih hijau. Dengan struktur tanah yang lebih gembur di bandingkan dengan tanah di pulau lain yang di dominasi batu karang.

Tenang ini bukan berantem beneran kok. Hanya pertunjukan seni bela diri silat khas Buton.

Beruntungnya saya, ketika baru sampai di Kaledupa saya langsung disambut atraksi seni bela diri yang diiringi oleh musik tradisional. Lalu mencicipi air kelapa muda sebelum berjalan kaki lumayan jauh menyusuri pedesaan menuju ke sentra produksi kain tenun. Memang mayoritas warga perempuan di Kaledupa, khususnya ibu-ibu mengisi kesehariannya dengan kegiatan menenun. Alat tenun yang mereka gunakan pun masih tradisional. Kalian juga bisa minta diajari lho. Memang terlihat susah di awal, tapi kalau sudah tahu caranya pasti sangat mengasyikkan.

WAKATOBI_tenun-buton-desa-pajam_whoisayiph
Mayoritas wanita dari Desa Pajam jago menenun, sepertinya ini tempat belajar yang cocok.

Pada umunya motif kain tenun tradisional Wakatobi dibagi menjadi dua, yaitu motif untuk laki-laki dan perempuan. Untuk laki-laki motifnya lebih ke kotak-kotak, dan untuk perempuan dibuat dengan motif garis-garis horizontal. Proses pengerjaan satu kain bisa berlangsung lama, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Kamu pasti ga ada waktu untuk menyelesaikan satu kain. Tapi tenang, ada kakak-kakak cantik yang berjualan kain yang sudah jadi. Bebas pilih motif dan warna sesuka kamu, lalu bayar dengan harga kisaran Rp. 300.000,- sampai Rp. 500.000,-. Cocok untuk oleh-oleh emak dirumah. Hehehe.

Menjelajah hutan mangrove dengan menggunakan perahu.

Masih di pulau Kaledupa, setelah puas belajar menenun kamu bisa menuju dermaga untuk menjelajahi hutan mangrove dengan perahu. Perjalanan dari dermaga ke hutan mangrove memakan waktu sekitar 15-20 menit. Ditengah perjalanan kamu juga melewati pemukiman suku Bajo yang berdiri di atas air.

WAKATOBI_hutan-mangrove_whoisaiph
Suasana tenang dan sunyi akan terasa ketika kamu naik perahu menjelajahi hutan mangrove | Photo : Putu Aditya Nugraha

Hutan mangrove di Kaledupa ini cukup luas. Namun sayang ketika saya bertanya ke pemandu perjalanan, mereka tidak bisa menyebutkan berapa luas pastinya. Dikarenakan proses mapping nya belum selesai. Hehehe, jadi pokoknya luas deh. Sensasi tenang menyusuri rimbunnya hutan mangrove bisa menjadikan sarana relaksasi.

Menjelajah pantai cantik yang tidak ada habisnya.

Jika kamu pergi ke Wakatobi untuk mencari pantai, kamu sangat tidak salah tujuan. Karena setiap pulau di Wakatobi terdapat pantai yang memukau dan relatif sepi. Serasa pantai-pantai itu hanya menjadi milikmu.

WAKATOBI_pantai-kulati_whoisayiph
Pantai indah yang masih sangat sepi di Desa Kulati, serasa cuma punya kamu kalo main kesini | Photo : Putu Aditya Nugraha.

Berkunjung ke pemukiman Suku Bajo.

Nah, ini yang tidak kalah unik juga. Warga Bajo yang terkenal sebagai ‘manusia laut’, karena mereka menggantungkan hidupnya berdampingan dengan laut. Mulai dari mata pencaharian sebagai nelayan, sampai membangun pemukiman di atas laut.

WAKATOBI_pemukiman-suku-bajo-01_whoisayiph.jpg
Suku Bajo memang terkenal sudah menjadi satu dengan laut | Photo : Putu Aditya Nugraha

Tidak hanya satu, pemukiman suku Bajo tersebar di beberapa tempat di daerah Wakatobi. Untuk mengunjunginya, kamu dapat menyewa perahu kecil yang akan mengantarmu ke dermaga pemukiman suku Bajo.

WAKATOBI_pemukiman-suku-bajo_whoisayiph
Suku Bajo yang terbiasa menyatu dengan laut.

Sehari mengunjungi pemukiman suku Bajo, kamu akan merasakan keunikan yang tidak ada habisnya. Bagi saya, masyarkat suku Bajo lucu-lucu. Tercermin dari bahasa keseharian dan keramahan apabila dikunjungi oleh pendatang.

Mencicipi makanan restoran di atas karang.

Hari-hari terakhir di Wakatobi akan terasa berkesan bila kamu mampir sejenak ke spot kuliner satu ini. Namanya Wasabi NUA, ini sangat saya rekomendasikan buat kamu. Walaupun namanya identik dengan bahasa Jepang, tapi kamu bisa menemukan ikan bakar dengan bumbu khas Wakatobi. Cocok untuk mengisi perut di siang hari, atau ngobrol sambil menyeruput kopi di malam hari.

WAKATOBI_restoran-diatas-karang-wasabinua_whoisayiph
Tempat yang spesial untuk makan siang dan ngopi-ngopi cantik di Wakatobi.

Wasabi NUA bisa kamu temukan dengan panduan peta digital di bawah ini,

Menurut berita, Wakatobi termasuk 10 destinasi prioritas pemerintah dalam bidang pariwisata. Semoga kedepannya akses ke Wakatobi semakin mudah dan murah, sehingga terjangkau untuk semua lapisan masyarakat Indonesia. Khususnya untuk karyawan seperti saya, jadi bisa sering main-main deh ke Wakatobi.

Karena waktu efektif saya menjelajah Wakatobi hanya 6 hari, maka kegiatan diatas yang bisa saya ceritakan. Saya tunggu kamu untuk menjelajah Wakatobi dan menceritakan pengalaman seru lainnya dalam sudut pandangmu.

WAKATOBI_bocah-dermaga_whoisayiph
Kakak-kakak pembaca yang budiman, ditunggu bocah-bocah dari Wakatobi nih. Jadi, kapan mau main kesini?

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

0 Comments
Share