Rute dan Panduan Naik Ratangga MRT Jakarta

Written by Tips

rute mrt jakarta

Setelah sekian lama akhirnya Indonesia memiliki moda transportasi yang tak kalah modern dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. MRT Jakarta memang dibangun sebagai solusi pemecah kemacetan yang sudah menjadi akar masalah transportasi Jakarta. Sudah pada coba belum? Untuk yang mau coba tapi masih bingung bagaimana caranya, coba dipahami dulu mulai dari rute MRT Jakarta,

Rute MRT Jakarta

peta rute mrt jakarta
Peta Rute MRT Jakarta Fase I dan Fase II

Rute MRT Jakarta dibagi menjadi 2 fase. Fase I meliputi stasiun,

  • Stasiun Lebak Bulus (Depot)
  • Stasiun Fatmawati
  • Stasiun Cipete Raya
  • Stasiun Haji Nawi
  • Stasiun Blok A
  • Stasiun Blok M
  • Stasiun ASEAN (dulu bernama Sisingamangaraja)
  • Stasiun Senayan
  • Stasiun Istora
  • Stasiun Bendungan Hilir (Benhil)
  • Stasiun Setiabudi
  • Stasiun Dukuh Atas
  • Stasiun Bundaran HI

Fase I adalah yang bisa kita nikmati saat ini.

MRT Jakarta Fase II yang sedang dalam tahap pengembangan meliputi Stasiun KotaGlodokMangga BesarSawah BesarHarmoniMonasSarinah.

MRT Jakarta Fase I memiliki 13 stasiun yang penempatannya terbagi menjadi stasiun layang dan stasiun bawah tanah. Jadi secara teknis tidak mengganggu jalur transportasi yang sudah ada apalagi sampai menambah kemacetan.

Citra udara pada malam hari salah satu stasiun layang MRT Jakarta yang sudah terintegrasi dengan mall Blok M Plaza. Keren gak sih?

Karena rute MRT Jakarta belum serumit punya Jepang, saya yakin kita semua pasti bisa memahaminya dengan cepat. Tapi ada satu lagi yang harus diketahui yaitu,

Cara Beli Tiket MRT Jakarta

Untuk masalah ini ada 2 solusinya, yang pertama bisa menggunakan Single Trip Ticket (STT) atau Multi Trip Ticket (MTT). Pejuang KRL pasti sudah paham lah dengan masalah beginian.

  • Untuk mendapatkan Single Trip Ticket (STT) dan Multi Trip Ticket (MTT) bisa membelinya lewat Ticket Vending Machine (TVM) atau mesin penjual tiket otomatis.
  • Untuk satu Single Trip Ticket kita harus mendepositkan uang sejumlah Rp. 15.000. Jumlah yang sama untuk melakukan perjalanan satu rute MRT penuh. Sedangkan untuk Multi Trip Ticket deposit sebesar Rp. 25.000.
  • Setelah mendapatkan STT/MTT berjalanlah menuju gate dan tempelkan kartu sampai penghalang gate terbuka.
  • Setelah sampai di stasiun tujuan, tap sekali lagi STT/MTT di gate keluar sampai penghalang gate terbuka.
  • Single Trip Ticket (STT), memiliki masa aktif kartu selama 7 hari, digunakan untuk sekali jalan dan dapat digunakan lagi setelahnya dengan top up terlebih dulu sebelum melakukan tap in di gate MRT.
  • Untuk Multi Trip Ticket memiliki masa aktif yang lebih lama.
  • Apabila tidak dipakai lagi, STT bisa dikembalikan kepada petugas untuk mendapat refund.

Cara kedua bisa menggunakan kartu uang elektronik yang bekerjasama dengan MRT Jakarta seperti,

  • BCA Flazz
  • BNI Tapcash
  • Mandiri eMoney
  • BRI Brizzi, dan
  • Jak Lingko.

Menurut saya lebih praktis memakai kartu uang elektronik sih, nggak perlu lama antri. Tapi pastikan saldonya mencukupi ya, minimal terisi Rp.14.000,- biar ga nyusahin yang lain.

Bermacam metode yang bisa digunakan untuk naik MRT Jakarta.

Nah sekarang masuk ke bagian yang terpenting nih yaitu,

Harga Tiket MRT Jakarta

Untuk sekali tap di stasiun awal seharga Rp. 3.000,- lalu bertambah Rp. 1.000,- di setiap satu stasiun berikutnya. Hingga stasiun terakhir bila ditotal sebesar Rp. 14.000,-

Cukup terjangkau bukan? Transportasi yang cepat, nyaman, modern, dan anti macet. Bagaimana? sudah siap naik MRT? Tapi tunggu dulu, masih ada informasi yang perlu dicermati seperti,

Jam Operasional MRT Jakarta

MRT Jakarta Beroperasi pada pukul 05.30 sampai 22.30 WIB. Dengan jeda per 10 Menit kedatangan kereta selanjutnya. Detailnya seperti ini,

  • 05.30 – Kereta pertama berangkat dari Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Blok M menuju Stasiun Bundaran HI.
  • 05.36 – Kereta pertama berangkat dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus.
  • 21.40 – Kereta terakhir berangkat dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran HI.
  • 22.01 – Kereta terakhir berangkat dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus.
Jadwal pemberangkatan kereta terakhir, jangan sampai ketinggalan -_-‘

Ayo Naik Ratangga

Sebenarnya MRT itu adalah sebutan untuk sistem transportasinya, nama keretanya adalah Ratangga. Ratangga diambil dari bahasa Jawa kuno yang memiliki arti kereta perang. Kereta perang yang canggih serta gagah berani, siap untuk mengantarkan para pejuang ibukota dalam mencari nafkah, ilmu dan kebaikan setiap harinya.

Ingat, pada jaga kebersihan ya. Buat kenyamanan bersama juga kok 🙂

Hal yang perlu diperhatikan (dan dijalankan) dalam menggunakan fasilitas umum bersama MRT Jakarta antara lain,

  • Demi keamanan dan kenyamanan, silahkan menunggu kedatangan kereta di belakang garis antrian yang sudah disediakan.
  • Utamakan penumpang yang hendak turun dari kereta.
  • Prioritaskan ibu hamil, lansia, difabel, dan mereka yang lebih membutuhkan untuk duduk di bangku.
  • Jangan makan, minum, atau ngopi di dalam Ratangga, walaupun waktu itu senja telah tiba. Apalagi sambil bergerombol main gaplek atau karambol.
  • Dilarang mencuri barang apapun milik orang lain, mencuri pandang masih boleh. Siapa tahu doi jodohmu dari masa depan.

Jika tidak kita siapa lagi sih yang bersedia mengurangi kemacetan dengan naik transportasi umum. Kalau transportasi umumnya sudah keren dan nyaman kayak gini ya masak tega sih untuk mengotorinya? apalagi sampai merusaknya. Be a nice citizen 🙂

Jadi, mau naik apa kita hari ini? naik Ratangga dong. Yuk kuy, Y X G Kuy. Jadul ah.

Disusun dari berbagai sumber, utamanya dari situs ini. Featured image by Army Virmansyah on Unsplash

Last modified: May 19, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *