mencari-harta-karun-di-rammang-rammang
Sulawesi

Mencari Harta Karun di Rammang Rammang

Tidak banyak orang tahu dibalik pegunungan kapur di Sulawesi Selatan, tersimpan harta karun yang tidak ternilai harganya. Tepatnya di Rammang Rammang, jajaran pegunungan karst yang berlokasi di Maros, Sulawesi Selatan. Lalu, ada harta karun apa sih sebenarnya disana?

Kebetulan, ada dua teman saya yang juga penasaran dengan harta karun tersebut. Mereka adalah Thiara (@thiaradev) dan Dandi (@dandiwidi). Sampai penasarannya, mereka dengan niat berdandan seperti pemburu harta karun di film Indiana Jones (bukan jomblo ngenes ya).

Untuk menjalankan misi kita, tujuan pertama yang harus dicapai adalah Desa Berua. Sebuah desa yang dikelilingi megahnya jajaran pegunungan karst. Desa Berua bisa diakses dari Dermaga Rammang Rammang. Sebuah dermaga wisata yang terletak sekitar 50 kilometer di timur laut kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Oh ya, total ada 3 dermaga wisata yang terletak di Rammang Rammang. Perbedaan dari ketiga dermaga ini adalah panjang rute sungai menuju ke lokasi tujuan. Jangan bingung, semua rute sungai menyajikan panorama yang cakep kok. Kebetulan waktu itu kita memilih berangkat dari dermaga 2, karena dari dermaga 2 rute susur sungainya yang paling panjang.

Di dermaga 2 tersedia banyak perahu kecil yang siap mengantarkan kita menyusuri sungai Pute. Sungai yang menjadi akses utama menuju Desa Berua. Harga sewa perahu berkisar antara 200.000 – 400.000 untuk perjalaan pulang pergi, dan dapat dibayar di akhir perjalanan. Cukup murah bukan, apalagi untuk rombongan banyak. Satu perahu bisa ditumpangi antara 4-10 orang, tergantung ukurannya.

Tips : Bawalah topi untuk mengatasi panasnya sengatan matahari, khususnya di musik kemarau. Kamu juga bisa menyewa caping atau topi khas petani seharga 5.000 rupiah di persewaan dekat dermaga. Yakin deh, kamu bakal memerlukan itu.

Petualangan dimulai !! Sungai Pute yang berarti “putih” dalam bahasa Makassar memang menyajikan pengalaman yang sangat berbeda. Menyusuri sungai menggunakan perahu kecil, sembari melihat kokohnya tebing kapur yang seakan menghimpit di kanan kirimu. Dramatis.

Desa Berua

Rammang Rammang
Desa Berua. Sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tenyata dibalik kesan kering dan gersangnya bebatuan kapur ini tersimpan manfaat yang sangat besar lho. Salah satunya adalah karst sebagai tempat menyimpan air yang baik. Diperkirakan, setiap 1 meter kubik batuan karst dapat menyimpan cadangan air sebesar 200 liter.

Ini dikarenakan karst memiliki lapisan yang bernama epikarst. Epikarst berfungsi untuk mengalirkan air (hujan) sampai pada mata air dan sungai bawah tanah, yang pasti akan sangat beguna bila musim kemarau tiba. Berkat fungsi tersebut, kawasan karst menjadi salah satu tandon air terbesar di bumi.

Rammang Rammang
Tebing batuan karst. Spot favorit swa foto ala para pengunjung.

Jika diamati, Rammang Rammang memiliki kemiripan dengan pegungungan karst yang juga berada di Tsingy (Madagascar), Krabi (Thailand), Shilin (Tiongkok), Ha Long (Vietnam).

Rammang Rammang
Jajaran pegunungan karst diantara persawahan desa Berua.

Bukan itu saja, Rammang Rammang juga telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2001. Keren kan negara kita!. Ya namanya warisan, sudah pasti kita harus bisa panda menjaganya. Agar masih bisa diwariskan lagi kepada generasi-generasi kita berikutnya. Agar alam tidak rusak dan bumi tetap bisa tersenyum manis.

Rammang Rammang
Celah tebing karst yang sebagai mana fungsi utamanya yaitu sebagai tempat berteduh wisatawan.

Puas menjelajahi desa Berua dan pegungungan karst nya, kamu bisa pulang menggunakan perahu yang sudah disewa tadi. Sedikit saran nih ya, lebih baik kamu melakukan perjalanan pulang mendekati senja (tapi jagan sampai terlalu malam juga). Karena pada perjalanan pulang kita bisa menjumpai kunang kunang yang bercahaya berkumpul di pepohonan. Sebuah pemandangan yang sudah tidak mungkin lagi ditemukan di kota seperti Jakarta. Hahahahaha.

Bagaimana? Tertarik ber-eskapis ria ke Rammang Rammang?

0 Comments

Arief Hermanto

The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing. -Albert Einstein

Leave a Reply